Emosi, Energi Besar Yang Dapat Dimanfaatkan

PEKANBARU, TRIBUN – Setiap individu manusia pasti pernah meluapkan kemarahan nya yang tanpa disadari merusak hubungan dengan sesama.Tidak hanya itu, kemarahan membuat seseorang bisa lupa diri dan tidak jarang merusak benda yang ada disekitarnya.Fenomena diatas terjadi karena pengendalian emosi yang kurang baik yang dipengaruhi berbagai macam faktor.Sejatinya, emosi merupakan suatu energi yang sangat besar yang berasal dari dalam diri.

Jadi, emosi tersebut bisa. menjadi sesuatu yang positif jika disalurkan kepada kegiatan yang positif seperti olahraga, pekerjaan yang melibatkan motorik serta kegiatan bermanfaat lainnya.Umumnya, emosi yang meledak-ledak terjadi karena ada sesuatu hal maupun kata-kata yang menyinggung kepribadian seseorang.Sehingga, perkataan yang dilontarkan lawan bicara dianggap sebagai sesuatu yang menyakitkan.

Namun demikian, Psikolog Rumah Sakit Awal Bros Pekanbaru, Maha Decha Dwi Putri ,S.Psi, M.Psi menuturkan perasaan tersebut bisa dikendalikan dengan berbagai macam cara.

“Seperti, tarik nafas dalam dan cobalah cari tempat yang nyaman lalu relaksasikan diri. Selanjutnya, coba pikirkan penyebab rasa marah itu apa, apakah karena perkataan tersebut atau memang sudah ada masalah pada hari sebelumnya,” ujarnya.Oleh sebab itu, perempuan yang akrab disapa Decha ini menghimbau agar mengenali dan mendalami kepribadian diri sendiri secara maksimal.

“Supaya ketika rasa marah atau emosi mulai naik, bisa dikendalikan dengam baik. Alhasil, pikiran tetap positif, hubungan dengan lingkungan pun tetap baik,” tandasnya. (cr7).

 

Psikolog RS Awal Bros Pekanbaru

Maha Decha Dwi Putri,S.Psi,M.Psi

 

KEMATANGAN pola pikir dan prilaku seseorang tercermin dari bentuk emosi yang dikeluarkan oleh seseorang.

Dan perlu diketahui, pengendalian emosi antara pria dan wanita memiliki perbedaan yang cukup signifikan.

Kaum Adam kebih cenderung hanya melihat sesuatu permasalahan yang dianggap besar dan tak perlu dipermasalahkan lebih lanjut.

Para pria juga memiliki emosi yang tidak terkendali diakibatkan penyakit kronik yang telah lama diderita nya.

Sedangkan kaum Hawa, pemgendalian emosi nya lebih kompleks dan sangat reaktif.

anita, biasanya,  memiliki paradigma bahwa mereka merupakan makhluk sempurna dan harus dilindungi.

Maka, muncullah sifat yang sangat reaktif jika ada sesuatu hal meskipun itu kecil membuat emosinya tidak terkendali.

Disamping itu, makanan yang dikonsumsi bisa menganggu suasana emosi jika pola tidak dijaga dengan baik.

Sebagai contoh, gulai daging kambing dapat menyebabkan hipertensi atau darah tinggi. Hal ini nantinya akan mendorong emosi seseorang meningkat dengan cepat secara tidak teratur.

Sehingga, emosi yang dikeluarkan pun tidak terkontrol baik.

Seyogyanya, faktor lingkungan dan keluarga sangat mempengaruhi pengendalian seseorang dikemudian hari.

Sebagai contoh, anak yang telah terbiasa melihat kedua orang tua nya marah lalu meluapkan nya dengan tindakan fisik, anak tersebut akan melakukan hal yang sama saat dia beranjak dewasa.

Ketika si anak merasa tersinggung lalu disulut rasa emosi yang menggebu-gebu, ia akan menyurlan nya dengan sifat perusakkan atau tindak kekerasan.

Di bumi lancang kuning, faktor yang mempengaruhi emosi seseorang umumnya disebabkan oleh faktor ekonomi.

Beberapa kasus kekerasan terjadi akibat pengendalian emosi yang buruk dan bermula dari permasalahan ekonomi.

Selanjutnya, adat istiadat juga membuat emosi seseorang tidak terkontrol di Riau ini. Seperti, seorang anak kesulitan mengekspresikan kehendak nya karena terbentur hukum adat.

 

Lalu,  faktor bencana alam juga berefek terhadap kondisi emosi seseorang. Contohnya, kebakaran hutan yang melanda Riau. Asap yang disebabkan kebakaran tersebut memoengaruhi susana emosi masyarakat. (cr7)

*Tips

  1. Sadari Kondisi Yang Dihadapi

Ketika tersulut emosi, ada baiknya menenangkan diri lalu pikirkan penyebab rasa emosi  sebelum diluapkan ke lingkungan sekitar.

Telusuri sumber masalah nya, dengan begitu niscaya pikiran pun bisa mengendalikan emosi dengan baik.

  1. Olahraga

Olahraga merupakan aktivitas yang kaya manfaat.  Selain menjaga kebugaran, olahraga bisa mengontrol emosi dari dalam diri.

Aktivitas ini merupakan wadah yang sangat baik untuk meluapkan rasa emosi.

Karena, emosi itu adalah energi yang besar, sekarang bagaimana memanfaatkan energi tersebut ke kegiatan yang positif.

  1. Jangan Konsumsi Obat Penanang

Obat yang dijual di pasaran bahwa bisa mengendalikan emosi, itu tidak diajurkan secara medis.

Karena, obat hanya akan diberikan kepada seseorang yang telah melalui  serangkaian pemeriksaan.

Jika dikonsumsi tanpa diagnosis tenaga medis, hamya memperburuk situasi emosi nantinya.(cr7)

Sumber : Tribun Pekanbaru (25 Februari 2017)

 

 

Categories: Media Clipping and RS Awal Bros Pekanbaru.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *