dr. Khomimah: 4 Faktor Penyebab Terserang Penyakit Diabetes Mellitus

4 Faktor Penyebab Terserang Penyakit Diabetes Mellitus – dr. Khomimah, Sp.PD-KEMD, FINASIM (Dokter Sub Spesialis Endokrin dan Penyakit Metabolik)

Penyakit kencing manis adalah suatu penyakit gangguan metabolic, yaitu gangguan metabolisme gula yang ditandai dengan kadar glukosa di dalam darah yang tinggi melebihi normal. Hal ini disampaikan  dr. Khomimah, Sp.PD-KEMD, FINASIM Sub Spesialis Endokrin dan Penyakit Metabolik yang berpraktek di RS Awal Bros Bekasi, Kalimalang, Kecamatan Bekasi Selatan.

“Hal tersebut, karena disebabkan kurangnya insulin dalam tubuh atau terganggunya kerja insulin dalam tubuh. Apa sebenarnya penyebab terjadinya diabetes mellitus? Tidak ada penyebab yang pasti tetapi merupakan gabungan dari beberapa faktor resiko,” ungka dr. Khomimah kepada Berita Bekasi Selasa (28/2).

4 Faktor tersebut yaitu 1. Kegemukan 2. mereka yang jarang untuk olahraga 3. Pola makan yang berlebihan 4. Mereka yang memiliki anggota keluarga menderita diabetes atau kencing manis. Mereka yang pernah, mengalami, menderita hipertensi kemudian penyakit jantung koroner atau gangguan pada metabolisme lemak atau disebut juga ‘hiperkolesterolemia’.
Jadi apabila ada disekitar kita atau diri kita sendiri yang memiliki faktor resiko tsb maka harus melakukan pemeriksaan kadar glukosa darahnya. Yaitu yang pertama kadar glukosa darah puasa dan kadar glukosa darah dua jam sesudah makan atau pemeriksaan HBA1C. Dan bila diperlukan, dilakukan pemeriksaan glukosa darah dengan toleransi tes glukosa oral untuk memastikan apakah yang bersangkutan menyandang diabetes atau tidak.

Dikatakan kadar glukosa darah memenuhi kriteria penyakit kencing manis apabila kadar glukosa darah puasa lebih dari 126mg/dl. Kadar glukosa darah 2 jam lebih dari sama dengan 200mg/dl atau pemeriksaan HBA1C lebih dari sama dengan 6.5. Bila memenuhi kriteria tsb, maka yang bersangkutan di diagnosis sebagai diabetes mellitus atau penyakit kencing manis.

Menurutnya, pemeriksaan kadar glukosa itu sendiri, bisa dilakukan pada saat-saat tertentu. Misalnya apabila penyandang merasakan gejala atau tanda-tanda pada glukosa darah yang rendah yang kita kenal sebagai ‘Hipoglikemia’ atau pada kondisi dimana merasa badan tidak enak maka bisa dikonfirmasi apakah kadar glukosa darahnya terlalu tinggi atau terlalu rendah.

Dengan pilar-pilar pengobatan diatas diharapkan mencapai target pengendalian kadar glukosa darah. Yang pertama kadar glukosa darah sebelum makan diharapkan ada pada rentan 80-130mg/dl. Yang kedua, kadar glukosa darah dua jam sesudah makan ada pada rentan 80-180mg/dl dan kadar HBA1C kurang dari 7%. Kenapa harus mencapai normal atau mendekati rentan normal? Karena semakin tinggi kadar glukosa darah maka semakin tinggi resiko terkena komplikasi diabetes mellitus.

“Ada beberapa komplikasi diabetes mellitus diantaranya: Stroke, Penyakit jantung koroner, Gagal ginjal, Penyakit pada pembuluh darah retina mata yang bisa sampai mengancam kebutaan,” jelasnya. Penyakit pembuluh darah kaki yang bisa sampai mengancam terjadi amputasi atau dipotong serta terjadi keluhan pada pembuluh, pada saraf-saraf kaki sehingga muncul keluhan kesemutan atau rasa sakit.

Jadi bagi mereka yang berusia lebih dari 45 tahun atau mereka yang kegemukan atau obesitas dan memiliki riwayat keluarga diabetes mellitus, hipertensi, hypercholesterolemia, penyakit jantung koroner atau mereka dengan pola makan yang kalori tinggi atau lemak tinggi dan jarang berolahraga. “Maka segeralah lakukan perubahan ke gaya hidup yang sehat sehingga diabetes bisa dicegah atau minimal diperlambat munculnya,” tuturnya.

Sumber: Berita Bekasi, 1 Maret 2017

Categories: Media Clipping and RS Awal Bros Bekasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *