Ingin Sehat? Coba Hidup Ala Vegan

Di zaman yang serba instant ini, pola hidup sehat, terutama soal makanan, memang sudah jauh ditinggalkan. Bahkan tidak jarang yang mengetahui apa yang konsumsinya tidak sehat, namun tetap dimakan karena ingin mudah dan cepat. Padahal tubuh kita ini membutuhkan asupan gizi dan nutrisi yang baik sehingga bisa menopang hidup menjadi sehat. Makanan yang tidak sehat memberikan dampak jangka panjang.

Daya tahan tubuh menurun, kekurangan mineral, kekurangan zat besi hingga kekurangan vitamin. Makanan sehat tidak harus mahal ya guys dan makanan mahal itu belum tentu sehat loh!

Demi pola hidup sehat, saat ini tidak sedikit orang beralih menjadi vegetarian atau vegan yakni kelompok orang yang mengonsumsi makanan non-hewani. Dilansir dari situs Indonesian Vegetarian Society (IVS), jumlah vegetarian di Indonesia terus bertambah, lebih dari 100 ribu orang.

Dokter Brain Gantoro, SpGK selaku spesialis gizi di Rumah Sakit Awal Bros (RSAB) mengatakan, ada lima jenis vegetarian yaitu pertama, Ovo Vegetarian yakni orang yang mengonsumsi makanan bersumber dari nabati tetapi tetap boleh makan telur. Kaum ini tidak mengkonsumsi madu, royaljeli, yogurt, sarang burung walet, dan lain sebagainya.

Kedua, Lacto Vegetarian jenis vegetarian yang tidak makan minum yang mengandung hewani tetapi tetap konsumsi susu. Vegetarian ini tidak makan bawang bombay dan bawang putih.

Ketiga, Lacto-Ovo Vegetarian yakni orang yang tidak makan minum yang mengandung hewani tetapi tetap konsumsi telur, susu dan produk olahannya seperti yoghurt, keju, butter milk, dan produk turunan susu dan telur lain.

Keempat, Vegetarian Pesco yakni orang yang tidak makan minum yang mengandung hewani tetapi tetap konsumsi ikan serta produk turunannya.

Terakhir, Vegetarian Pollo yakni vegetarian yang tidak makan minum yang mengandung hewani tetapi tetap konsumsi makanan mengandung unggas seperti ayam, bebek, burung dara, dan sebagainya. Jenis vegetarian ini kadang sekali-kali makan daging-dagingan, unggas-unggasan, ikan-ikanan, dan makanan minuman hewani lain jika ada acara tertentu.

Bagi kaum vegetarian, protein hewani tentu tidak didapatkan tetapi menggantikannya dengan protein nabati. Dokter Brain menyatakan bahwa perbedaan antara protein nabati dan hewani adalah terletak di asam amino, dimana protein hewani lebih lengkap. “Tetapi kamu bisa menyeimbangkan asam amino di tubuh dengan banyak mengkonsumsi kacang kedelai,”kata dr. Brain.

Menjadi vegetarian, ternyata merupakan salah satu cara untuk mengurangi kegemukan atau kekurusan. Badan yang terlalu gemuk atau kurus, kata dr. Brain, bukan berarti kamu kelebihan atau kekurangan gizi tetapi ini diakibatkan malnutrisi atau salah gizi.

Akibatnya, gizi yang masuk ke dalam tubuh tidak seimbang.  Kegemukan juga bisa dikarenakan hipoterid yang biasanya terjadi pada mereka karena metabolisme menurun.

Sumber: Tribunnews.com | 27 Februari 2017 

Categories: Media Clipping and RS Awal Bros Batam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *