Kanker Tak Mengenal Usia

Usia balita hingga remaja yang mengidap penyakit mematikan, seakan menjadi fenomena yang biasa ditemui dewasa ini. Jenisnya pun beragam. Sebagaimana yang dijelaskan dr. Dewi Metta, SpA, Mkes. Kanker dibedakan menjadi dua macam jika dilihat dari jenisnya. Yakni kanker cairan dan kanker padat. Yang mana, kanker berupa cairan meliputi kanker kandung kemih atau pun darah. Sementara kanker padat, berupa kanker otot dan lain sebagainya. “Kalau kanker cairan pada usia dini biasanya yang sering ditemui itu Leukimia dan Retinoblastoma,” sambung dr. Dewi Metta.

Kanker di usia dini? Apa yang menyebabkannya? dr. Dewi Metta memastikan penyebab sesungguhnya belum dapat dinyatakan secara pasti. Berbeda dengan kanker yang terjadi pada usia dewasa. Dimana pola makan, rokok dan gaya hidup yang menjadi penyebab terbesarnya. “Jika terjadi pada anak, penyebab itu baru berupa dugaan saja,” jelas dr. Dewi Metta.

Meski dalam beberapa penelitian muncul kesimpulan, adanya riwayat kanker yang menjadi penyebabnya. Dewi kembali menjelaskan, alasan itu pun masih kecil kemungkinannya. “Masih belum bisa dipastikan,” tutur Dewi menegaskan. Dengan tak mengetahui penyebab pasti munculnya kanker pada usia dini, Dewi menuturkan tak pula dijumpai upaya untuk menekan terjadinya kanker pada usia bayi hingga remaja.

dr. Dewi Metta, SpA, M. Kes

Kendati tak dapat mencegah, dr. Dewi Metta menegaskan orang tua bayi dan remaja patut waspada terhadap kemungkinan terjadinya kanker pada anaknya. Deteksi sesegera mungkin yang dapat membantu memulihkan anak dari kanker yang dideritanya. “Kalau ditemukan sedini mungkin dan langsung dilakukan terapi yang tepat, kemungkinan kanker hilang sampai 80 persen. Tapi harus cepat,”tutur Dewi. Deteksi dini dengan memastikan kondisi anak tidak memperlihatkan munculnya benjolan yang mencurigakan pada tubuhnya atau wajah pucat yang tak terbiasa. Selain itu terjadinya suhu tubuh yang memanas dalam jangka waktu lama pun patut dicurigai.

Apalagi kalau sampai anak muntah – muntah dan terjadinya perut membuncit dan terdapat benjolan di bagian perutnya. “Sementara jika kanker pada mata, dapat terlihat mata memutih seperti kucing”. Karena itu, tidak ada saran yang lebih baik yang bisa diberikan dokter spesialis ini selain agar orang tua lebih waspada terhadap setiap ada gangguan kesehatan, sekecil apapun kepada anaknya. “Karena dengan deteksi dini, bisa ditangani lebih cepat jika itu benar-benar kanker,” ujar dr. Dewi Metta.

 

Harusnya Banyak Makan

dr. Brain Gantoro, SpGK

Sementara itu, dokter spesialis gizi klinik RS Awal Bros Batam dr. Brain Gantoro, SpGK menambahkan, bagi para penderita kanker mesti lebih banyak makan, utamanya mengonsumsi sayur-sayuran dan buah-buahan berwarna. “Kanker ini sifatnya rakus, kalau tidak diimbangi dengan makan yang banyak, maka badan yang akan digerogoti,” kata dr. Brain.

Kalau perlu, agar nafsu makan ada, tidak diharamkan bagi para penderita kanker agar mengonsumsi suplemen penambah nafsu makan. Bagaimana pun, kata dr. Brain penderita kanker harus makan lebih banyak daripada orang sehat pada umumnya. Tidak ada lagi makanan pantangan khusus bagi penderita kanker, kecuali sebisa mungkin mengurangi asupan karbohidrat. Kanker sangat reaktif dengan karbohidrat dalam tubuh, semakin aktif ia menggerogoti.

Lantas bagaimana dengan kanker yang menyerap anak – anak? dr. Brain menjelaskan, pada umumnya anak-anak yang terjangkit kanker adalah anak – anak dengan gizi buruk alias malnutrisi. Karena itu, tidak ada cara lain untuk mencegah anak – anak terkena kanker selain memastikan kecukupan asupan gizi mereka. “Itu kuncinya, karena kanker hanya bisa dicegah dengan segala hal yang kita bisa,”katanya.

 

Sumber: Batam Pos | Minggu, 12 Maret 2017 | Hal. 23

Categories: Media Clipping and RS Awal Bros Batam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *