Laparoskopi (Bedah Teropong)

APAKAH LAPAROSKOPI ITU?

Tindakan Laparoscopy (Gambar Ilustrasi)

Laparoskopi atau bedah teropong merupakan tindakan operasi yang dilakukan melalui sayatan mini dinding perut dan memasukkan teropong kamera ke dalam perut.

Bila dibandingkan dengan tindakan bedah konvensional, dimana rata – rata membutuhkan sayatan minimal 10 cm, laparoskopi hanya membutuhkan sayatan 1 cm saja.

Laparoskopi dilakukan dalam kondisi anestesi umum, sayatan sepanjang 1 cm dilakukan pada pusar perut dan memasukan gas CO2 ke dalam perut untuk membuat ruang pembedahan. Dengan menggunakan peralatan video High Definition yang tersambung dengan kamera laparoskopi, kondisi organ di dalam perut dan organ pelvik seperti rahim, saluran telur, ovarium, appendiks, kandung kemih dan usus dapat tervisualisasi dengan sangat baik dan dapat dilakukan pembesaran / zoom hingga 60x sehingga laparoskopi memberikan gambaran yang sangat detil kepada dokter operator dan operasi yang dilakukan dapat dilakukan dengan sangat teliti.

 

JENIS OPERASI YANG DAPAT DILAKUKAN MELALUI LAPAROSKOPI

Hampir semua kasus ginekologi dan sebagian kasus bedah dapat dilakukan melalui prosedur laparoskopi. Laparoskopi juga dapat berperan sebagai prosedur diagnostik untuk mengevaluasi kasus nyeri pelvik dan infertilitas. Sebagai tindakan operatif, laparoskopi dapat digunakan pada tindakan untuk mengambil:

  1. Kista ovarium
  2. Salphioovorectomy / pengangkatan saluran telur dan ovarium
  3. Mioma
  4. Histerektomi / angkat rahim

Pada beberapakasus tertentu laparoskopi dapat dilakukan pada kasus turun peranakan ataupun kasus kanker.

 

KEUNTUNGAN LAPAROSKOPI

  1. Tidak terlalu nyeri. Disebabkan sayatan operasi yang sangat kecil maka jaringan otot yang dipotong juga makin sedikit sehingga pasca operasi akan memberikan nyeri yang jauh lebih sedikit dibandingkan operasi konvensional.
  2. Penyembuhan yang cepat. Dengan sayatan yang sangat minim pasien biasanya dapat melakukan aktifitas normal dalam 1 minggu.
  3. Perawatan rumah sakit lebih cepat. Dengan laparoskopi perawatan pasca operasi biasanya hanya membutuhkan waktu 1-2 hari. Sementara pada operasi kkonvensional membutuhkan rawat inap antara 3-5 hari.
  4. Akurasi pembedahan yang tinggi. Dengan keunggulan lapang pandang operasi yang dapat diperbesar akan memberikan gambaran yang lebih luas terhadap kelainan di rongga perut sehingga ketelitian saat operasi akan lebih tepat dan tinggi dan kerusakan organ sekitar seminimal mungkin. Hal ini berperan penting pada kasus infertilitas.
  5. Risiko perlekatan pasca operasi lebih sedikit. Dalam laparoskopi tangan dokter operator/bedah tidak masuk ke dalam perut sehingga kerusakan organ dalam perut tidak terjadi. Operasi dilakukan melalui alat instrument yang sangat kecil. Sehingga hal ini akan memberikan hasil nyeri pasca operasi dan perlekatan yang jauh lebih sedikit.
  6. Infeksi dan demam jauh lebih sedikit. Seringkali pasien yang menjalani operasi konvensional mengalami demam beberapa hari setelah operasi dan bahkan terjadi infeksi luka operasi yang disebabkan sayatan pada kulit perut yang sangat lebar. Hal ini lebih jarang terjadi pada tindakan laparoskopi.

 

APA YANG AKAN SAYA ALAMI SETELAH MENJALANI LAPAROSKOPI?

Pada saat anda bangun setelah operasi, anda akan merasa sedikit nyeri tenggorokan, mengantuk, dan sedikit mual akibat dari anestesia umum. Terkadang anda akan merasa perut sedikit kembung akibat penggunaan gas saat laparoskopi. Gejala-gejala ini akan reda dengan sendirinya secara cepat. Jika anda merasa baik setelah operasi dan telah diperiksa oleh dokter anda, anda dapat pulang ke rumah pada hari yang sama dengan hari operasi. Anda akan diberikan obat pereda nyeri saat pulang. Namun pada kasus operasi yang lebih rumit, anda akan dianjurkan untuk dirawat 1 hari untuk observasi hingga anda merasa jauh lebih baik.

 

APA RISIKO LAPAROSKOPI?

Meskipun sayatan di dinding perut sangat kecil, laparoskopi memiliki risiko yang sama dengan operasi konvensional. Dengan penggunaan alat energi / laser / cauter pada saat laparoskopi sangat tinggi maka memiliki risiko terjadinya injury pada organ dalam sekitar 0,3%. Pada kasus yang sangat rumit, maka akan dapat dilakukan conversi dari laparoskopi ke operasi konvensional meskipun sangat jarang terjadi.

DITANGAN DOKTER OPERATOR YANG HANDAL & TERLATIH, LAPARAOSKOPI MERUPAKAN TINDAKAN YANG SANGAT AMAN. SEAMAN TINDAKAN OPERASI KONVENSIONAL.

 

RS AWAL BROS MINIMALLY INVASIVE GYNECOLOGY SURGERY UNIT

Unit minimally Invasive Gynecology Surgery dai RS Awal Bros memberikan beberapa pilihan tindakan laparoskopi. Kami memiliki tim bedah laparoskopi ginekologi yang terlatih dan dapat memberikan keterangan lebih jauh akan pro dan kontra tindakan laparoskopi sesuai dengan kondisi penyakit anda. Kami akan memberikan pilihan yang terbaik bagi anda.

Categories: Artikel and RS Awal Bros Batam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *