Ini Keluhan Pasien Tuberkulosis yang Bikin Mereka Berhenti Minum Obat

Ilustrasi (Foto : Internet)

SAAT seseorang terdiagnosa penyakit tuberkulosis (TB), dirinya harus segera melakukan pengobatan. Selama enam bulan, mereka harus minum obat rutin setiap hari untuk mematikan bakterinya.

Sayangnya, banyak keluhan yang membuat pasien bisa putus minum obat. Bayangkan, setiap hari pasien harus menenggak sampai enam jenis obat sepanjang harinya.

Spesialis Paru dr Ni Nyoman Priantini SpP mengatakan, banyak pasien TB bosan minum obat di tengah-tengah penyembuhannya. Padahal risikonya pasien bisa drop out.

“Berhenti minum obat bisa sebabkan drop out. Kita enggak mau kejadian ini dan pasien harus diawasi minum obatnya agar tak jadi resisten,” kata dr Nyoman saat ditemui Okezone di RS Awal Bros Evasari, Jakarta, kemarin.

Berbagai alasan pasien bosan minum obat TB. Salah satu yang mereka hadapi yakni efek samping obat yang cukup memberatkan sang pasien.

“Pasien mengeluh efek samping pengobatan. Paling sering mereka merasa mual, kencingnya berwarna gelap, muntah, sampai efeknya ke organ tubuh lainnya,” kata dr Nyoman.

Masalah tersebut akan sangat mengganggu kualitas hidup pasien. Mereka akan sangat malas beraktivitas, serta merasa putus asa dengan kondisi sakitnya.

Untuk mencegah hal itu, seorang dokter melakukan edukasi yang benar kepada pasiennya. Pasien juga harus didampingi dan anggota keluarganya pun diberi pengetahuan yang cukup seputar pengobatan TB.

“Kita perlukan edukasi, bahkan kita buat TB Dots. Gunanya untuk melatih pasien agar rutin minum obat dan keluarganya juga diedukasi agar pasien patuh dengan pengobatan TB-nya. Ini dilakukan biar enggak drop out dan harus melakukan pengobatan ulang dari awal,” simpul dr Nyoman.

(slv)

http://lifestyle.okezone.com/read/2017/03/18/481/1646163/ini-keluhan-pasien-tuberkulosis-yang-bikin-mereka-berhenti-minum-obat

Categories: Media Clipping and RS Evasari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *