HARI TBC SEDUNIA: Syarat Pasien TBC Boleh Beraktivitas Normal

Ilustrasi (Foto : internet)

PASIEN tuberkulosis (TB) terkadang bingung dengan kondisi kesehatannya yang terkadang membuatnya merasa harus istirahat total saat sakit. Padahal mereka tetap bisa beraktivitas normal, tapi harus pintar agar tidak menularkan penyakitnya ke orang lain.

Spesialis Paru dr Ni Nyoman Priantini SpP dari RS Awal Bros Evasari Jakarta menjelaskan, pasien TB memang sistem kekebalan tubuhnya rendah. Tapi bukan berarti dia tidak dapat beraktivitas fisik seperti orang sehat.

“Pasien TB yang menjalani pengobatan tetap boleh beraktivitas biasa, bekerja atau sekolah. Tapi pada dua bulan pertama pengobatan harus dikurangi agar gejalanya hilang dulu,” kata dr Nyoman saat ditemui Okezone di ruang praktiknya di kawasan Rawasari, Jakarta Pusat, belum lama ini.

Setelah dua bulan menjalani pengobatan, pasien dikontrol kondisi paru-parunya. Biasanya ada perbedaan yang drastis dari sebelum dia minum obat.

Tapi ujian bagi mereka, setelah menjalani dua bulan pengobatan, gejala batuknya berkurang. Kondisi ini yang membuat mereka ‘absen’ minum obat.

“Padahal minum obatnya harus sampai enam bulan penuh. Kalau dua bulan lalu berhenti, biasanya jadi TB MDR beberapa waktu ke depan,” tambah dr Nyoman.

Lebih lanjut, menurut dr Nyoman, meski dapat beraktivitas normal, pasien TB harus sadar dengan dirinya kalau memiliki penyakit yang dapat menular langsung ke orang lain.

“Pasien TB ya harus tahu diri, kemana-mana harus pakai masker dan tidak batuk sembarangan, bersin sembarangan, atau berbicara dengan orang lain tanpa menutupi mulutnya,” simpulnya

http://lifestyle.okezone.com/read/2017/03/24/481/1650770/hari-tbc-sedunia-syarat-pasien-tbc-boleh-beraktivitas-normal

Categories: Media Clipping and RS Evasari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *