TB Paru Bisa Disembuhkan

Jika Anda atau anggota keluarga Anda terserang penyakit Tuberkulosis (TB) paru yang juga dikenal dengan singkatan TBC, jangan takut dan sedih  karena penyakit ini bisa disembuhkan dengan syarat anda atau keluarga anda harus segera berobat ke puskesmas atau ke rs dan minum obat anti TBC sampai tuntas alias selesai sesuai perintah dokternya.

Demikian dikatakan Dokter Spesialis Paru Rumah Sakit Awal Bros Sudirman dr Herman Darmawan SpP kepada Riau Pos, Jumat (24/3). “Tuberkulosis adalah penyakit yang disebabkan oleh kuman mycobacterium tuberculosis complex yang dapat menyerang  paru (TB paru) dan organ diluar paru (TB ekstra paru) diantaranya meningitis TB (menyerang lapisan selaput otak), TB kelenjar (menyerang kelenjar getah bening), pleuritis TB (menyerang lapisan selaput paru), perikarditis TB ( lapisan selaput jantung), TB usus, TB tulang, TB kulit dan lain lain ,” ujar dr Herman.

Dijelaskan dr Herman, penyakit TB paru, penyakit ini biasanya ditularkan oleh penderita TB paru yang dahak (sputum) kumannya(BTA) positif, pada saat batuk  mengeluarkan percikan droplet ( titik-titik kecil dahak) dan terhirup.

Data WHO menunjukkan bahwa pada tahun 2014, Indonesia berada dinomor urut kedua setelah India, negara dengan jumlah kasus TB terbanyak di dunia.

TB paling sering menyerang organ paru dengan gejala klinis berupa gejala respirasi  berupa batuk lebih dari 2 minggu, kadang disertai batuk darah, sesak napas dan nyeri dada. Selain gejala respirasi, terdapat juga gejala sistemik seperti berat badan turun, tidak nafsu makan, demam, keringat malam dan badan lemah.

Menurut dr. Herman, terdapat sejumlah orang yang memiliki risiko yang lebih tinggi terkena TB paru. Kelompok-kelompok tersebut meliputi: Orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, seperti pengidap HIV/AIDS, orang yg menderita diabetes melitus (DM) atau orang yang sedang menjalani kemoterapi, orang yang mengalami malnutrisi atau kekurangan gizi, perokok, pecandu narkoba, orang yang sering berhubungan dengan pengidap TB aktif, misalnya petugas medis atau keluarga pengidap TB.

” Apabila tidak diobati, orang yang sakit TB paru berpotensi menularkan penyakitnya ke orang disekitarnya terutama anak-anak dan anggota keluarga lainnya,” sebut dr Herman.

Tidak semua basil TB yang masuk ke tubuh langsung menyebabkan orang menjadi sakit TBC. Pada orang dengan sistem kekebalan tubuh yang baik, di mana  basil TB “tidur” tidak dapat berkembang biak sehingga tidak menimbulkan gejala dan bila dilakukan pemeriksaan foto thorak maka hasilnya normal. Kondisi ini dikenal sebagai infeksi tuberkulosis laten (ITBL). Selain tidak mengalami gejala, pengidap tuberkulosis laten juga tidak menular. Diperkirakan sekitar sepertiga penduduk dunia mengidap TB laten.

“Jika sudah terserang TB segera berobat ke dokter dan jangan sampai “putus obat”. Jika menderita TB paru maka pengobatan yang dijalani harus minum obat anti TB selama 6 bulan, sedangkan pada penderita TB paru dan juga punya penyakit  HIV dan penderita TB paru plus diabetes melitus (DM) lama pengobatan yang dilakukan minimal 9 bulan penderita harus minum obat anti TB. Jika ada salah satu anggota keluarga yang terserang TB sebaiknya seluruh anggota keluarga diperiksa. Selain pengobatan, kita juga rutin memberikan edukasi kepada pasien dan keluarga serta masyarakat terkait penyakit TB, cara mengatasi dan menghindari penularan,” terangnya.

Dijelaskan dr Herman, jika ada warga yang terserang TB agar segera berobat, apalagi pemerintah dalam hal ini dinas kesehatan memiliki program DOTS TB (Directly Observed Treatment Short-course) yang ada di hampir setiap puskesmas, rsud dan beberapa rs swasta termasuk rs Awal Bros sudirman Pekanbaru. Dimana DOTS merupakan strategi penanggulangan tuberkulosis di rumah sakit melalui pengobatan TB dengan pengawasan langsung.

Penanggulangan tuberkulosis merupakan program nasional yang harus dilaksanakan di seluruh Unit Pelayanan Kesehatan (Puskesmas) termasuk rumah sakit. Khusus bagi pelayanan pasien tuberkulosis di rumah sakit dilakukan dengan strategi DOTS. Hal ini memerlukan pengelolaan yang lebih spesifik, karena dibutuhkan kedisplinan dalam penerapan semua standar prosedur operasional yang ditetapkan. Fokus utama DOTS adalah penemuan dan penyembuhan pasien, prioritas diberikan kepada pasien TB tipe menular. Strategi ini akan memutuskan penularan TB dan dengan demikian menurunkan insidens TB di masyarakat. Menemukan dan menyembuhkan pasien merupakan cara terbaik dalam upaya pencegahan penularan TB.

“Program DOTS TB ini gratis, karena itu, jika pasien tidak mampu bisa memilih pengobatan melalui program DOTS,” tegasnya.***

Laporan HENNY ELYATI, Pekanbaru

Sumber : http://m.riaupos.co/146584-berita-tb-paru-bisa-disembuhkan.html

Artikel yang sama juga dimuat media cetak Riau Pos (Minggu. 26 Maret 2017)

 

Categories: Media Clipping and RS Awal Bros Pekanbaru.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *