Kenali Diabetes Mellitus Lebih Awal

Kenali Diabetes Mellitus Lebih Awal. Dr. Khomimah, Sp.PD-KEMD, FINASIM Sub Spesialis Endokrin dan Penyakit Metabolik, RS Awal Bros Bekasi

MajalahKartini.co.id – Penyakit kencing manis adalah suatu penyakit gangguan metabolic, yaitu gangguan metabolisme gula yang ditandai dengan kadar glukosa di dalam darah yang tinggi melebihi normal. Hal ini disebabkan kurangnya insulin dalam tubuh atau terganggunya kerja insulin dalam tubuh.

Menurut Dr. Khomimah, Sp.PD-KEMD, FINASIM Sub Spesialis Endokrin dan Penyakit Metabolik, RS Awal Bros Bekasi ada penyebab yang pasti tetapi 
merupakan gabungan dari beberapa faktor resiko yaitu kegemukan, jarang berolahraga, pola makan berlebihan, memiliki anggota keluarga menderita diabetes, punya riwayat hipertensi kemudian penyakit jantung koroner atau gangguan pada metabolisme lemak atau disebut juga hiperkolesterolemia.

“Jadi apabila ada disekitar kita atau diri kita sendiri yang memiliki faktor resiko tersebut maka harus melakukan pemeriksaan kadar glukosa darahnya. Yaitu yang pertama kadar glukosa darah puasa dan kadar glukosa darah dua jam sesudah makan atau pemeriksaan HBA1C,” ungkap Khomimah.

Dan bila diperlukan, saran Khomimah dilakukan pemeriksaan glukosa darah dengan toleransi tes glukosa oral untuk memastikan apakah yang bersangkutan menyandang diabetes atau tidak.

Dikatakan kadar glukosa darah memenuhi kriteria penyakit kencing manis apabila kadar glukosa darah puasa lebih dari 126mg/dl. Kadar glukosa darah 2 jam lebih dari sama dengan 200mg/dl atau pemeriksaan HBA1C lebih dari sama dengan 6.5. Bila memenuhi kriteria tersebut, maka yang bersangkutan didiagnosis sebagai diabetes mellitus atau penyakit kencing manis.

Penatalaksanaan pada kasus diabetes mellitus atau kencing manis ada lima pilar yaitu:
1. Edukasi artinya bagi penyandang diabetes harus memahami dan harus bersahabat dengan diabetes, apa itu diabetes, mencari pengetahuan tentang diabetes dari sumber-sumber yang bisa dipertanggungjawabkan.

2. Bergaya hidup sehat, melalui pola makan. Prinsip pola makan pada penyandang diabetes yang pertama adalah dikenalnya 3J yaitu pertama, tepat jenis (jenis yang tepat sehingga jenis-jenis makanan yang mengandung glukosa disarankan untuk tidak dikonsumsi). Kedua, tepat jumlahnya (jumlah dan takaran yang sesuai kebutuhan yang bersangkutan. Jadi tidak boleh penyadang diabetes makanannya terlalu sedikit ataupun terlalu banyak). Ketiga adalah tepat jadwal atau waktu.

3. Melakukan latihan fisik atau olahraga yang bersifat aerobic pilihannya yaitu bisa jalan cepat, lari, naik sepeda atau berenang. Lama latihannya sekitar 30 menit sehari dengan frekuensi 5x perminggu atau berselang satu hari.

4. Obat-obatan untuk menurunkan kadar glukosa darah.

5. Memonitor kadar glukosa darah secara berkala sesuai dengan kepentingan atau sesuai dengan kadar glukosa darah penyandang diabetes.

Dengan 5 pilar pengobatan diatas diharapkan mencapai target pengendalian kadar glukosa darah. Yang pertama kadar glukosa darah sebelum makan diharapkan ada pada rentan 80-130mg/dl. Yang kedua, kadar glukosa darah dua jam sesudah makan ada pada rentan 80-180mg/dl dan kadar 
HBA1C kurang dari 7%.

Semakin tinggi kadar glukosa darah maka semakin tinggi risoko terkena komplikasi diabetes mellitus‭ seperti.
1. Strok‭e‬
2. Penyakit jantung koroner
3.Gagal ginjal
4. Penyakit pada pembuluh darah retina mata yang bisa sampai mengancam kebutaan.
5. Penyakit pembuluh darah kaki yang bisa sampai mengancam terjadi amputasi atau dipotong serta terjadi keluhan pada pembuluh, pada saraf-saraf kaki sehingga muncul keluhan kesemutan atau rasa sakit.

 

Sumber: http://majalahkartini.co.id/keluarga-karier/kesehatan/kenali-diabetes-mellitus-lebih-awal/

Categories: Media Clipping and RS Awal Bros Bekasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *