Keterlambatan Perkembangan Batita

Keterlambatan Perkembangan Batita. dr. Rita Andriyani, Sp.A (Dokter Spesialis Anak RS Awal Bros Bekasi)

Tak sedikit Moms yang kurang menyadari bahwa batitanya mengalami gangguan atau keterlambatan perkembangan. Apalagi, tiap perkembangan anak berbeda-beda sehingga menyulitkan oragtua untuk mendeteksinya. Bagaimana mengatasi keterlambatan tumbuh kembang pada batita? Berikut penjelasan dr. Rita Andriyani, Sp.A dari RS Awal Bros Bekasi.

  1. Telat Bicara

Batita yang mengalami telat berbicara maka akan kesulitan berinteraksi dengan lingkungannya. Misalnya, ketika batita ingin menyampaikan suatu keinginan pada orangtuanya maka batita tersebut akan kesulitan dan akhirnya anak menyampaikan keinginannya dengan bahasa tubuh. Ada banyak faktor yang memengaruhi telat bicara pada batita. salah satunya adalah pendengaran. Apabila anak kehilangan kemampuan pendengaran, maka sudah tentu kemampuan berbicara pun akan terganggu.

Faktor lainnya adalah lingkungan, misalya anak yang jarang mendapat stimulasi berbicara; faktor fungsi saraf, emosi psikologis, cedera otak, cacat bawaan dan lain sebagainya.

Moms perlu curiga ketika terdapat keterlambatan berbicara pada batita dan memeriksakannya ke dokter, jika misalnya batita tidak dapat menggunakan kata-kata yang berarti pada usia 18 bulan atau belum mengucapkan frase pada usia 2 tahun. Ada beberapa keadaan yang perlu dilakukan evaluasi lanjut , yakni bila batita:

  • Tidak menunjukkan bubbling, menunjuk atau ekspresi mimik yang baik pada usia 12 bulan.
  • Tidak ada kata pada umur 16 bulan.
  • Tidak ada 2 kata spontan pada usia 2 tahun.
  • Hilangnya kemampuan bicara atau kemampuan sosial pada usia berapapun.

Atasi Berdasarkan Penyebabnya

Untuk menangani keterlambatan berbicara pada batita maka tergantung pada penyebabnya. Bila keterlambatan bicara disebabkan oleh gangguan pendengaran, maka mengatasinya dengan memasangkan alat bantu dengar atau implan koklea sesuai kerusakan organ yang terjadi. Pada anak autisme dapat dilakukan terapi sensori, integrasi, terapi okupasi dan terapi wicara sesuai kebutuhan anak. Setelah itu, perlu dilakukan evaluasi terapi setiap 3-6 bulan untuk melihat hasil terapi.

Selain itu, untuk melatih atau melancarkan batita berbicara, maka yang bisa dilakukan oleh Moms yaitu antara orangtua dan anak atau pengasuh dan anak. Jangan terlalu sering membiarkan batita menonton televisi karena komunikasi yang terjadi hanya satu arah. Perlu Moms ingat, apabila tidak dilakukan terapi keterlambatan bicara pada batita, maka akan menyebabkan batita mengalami gangguan yang lebih berat dan kesulitan berinteraksi dengan lingkungan.

2. Telat Berjalan

Berjalan merupakan kemampuan motorik kasar. Ada banyak hal yang memengaruhi kemampuan motorik kasar anak yaitu kelainan bawaan, kelainan saraf, kelainan otot, dan lain sebagainya. Semua hal itu sangat diperlukan untuk kemampuan berjalan seorang anak karena berkaitan dengan koordinasi berbagai fungsi tubuh. Batita dikatan terlambat berjalan apabila ketika mencapai usia 15 bulan belum juga dapat berjalan.

 

Segera Periksakan ke Dokter

Jika batita belum dapat berjalan sesuai dengan usia seharusnya, maka hal itu perlu diwaspadai. Sebaiknya, periksakan anak ke dokter untuk mengetahui apa penyebabnya. Setelah diketahui dan diatasi penyebab kelainan yang mengakibatkan batita terlambat berjalan, maka sebaikya dilakukan terapi fisioterapi berjalan.

Dalam menangani keterlambatan berjalan, sebaiknya melibatkan berbagai disiplin ilmu kedokteran, yaitu dokter anak, saraf anak, dokter rehabilitasi medis dan dokter ortopedi yang akan mengatasi sesuai dengan penyebab kelainan. Jika masalah keterlambatan berjalan pada batita tidak segera ditangani, akan mengganggu fungsi tubuh yang lain.

 

3. Telat Tumbuh Gigi

Ada beberapa faktor yang memengaruhi keterlambatan pertumbuhan gigi pada batita antara lain faktor genetik, asupan nutrisi, tekstur makanan dan mainan teether atau gigit-gigitan untuk merangsang pertumbuhan gigi. Periode erupsi gigi susu dimulai pada usia 5 bulan, tetapi terkadang gigi pada batita baru mulai tumbuh pada usia 1 tahun. Pada usia 3 tahum, ke-20 gigi susu harus sudah tumbuh. Untuk itu, jika batita sudah berusia satu tahun belum menunjukkan tanda-tanda tumbuh gigi, maka sebaiknya batita diperksakan ke dokter.

 

Asupan Nutrisi Jadi Berkurang

Efek keterlambatan tumbuh gigi akan berkaitan dengan asupan nutrisi yang akan diserap oleh tubuh, yaitu membuat batita kesulitan mengunyah makanan. Sedangkan sisi lainnya yaitu berpengaruh pada faktor estetika. Penanganan keterlambatan pertumbuhan gigi pada batita biasanya akan dilakukan rontgent panoramic gigi untuk melihat adakah bakal gigi yang akan tumbuh. Selain itu, penyebab keterlambatannya sendiri perlu diatasi, misalnya, asupan kalsium yang kurang.

 

4. Telat Mengunyah

Faktor-faktor yang memengaruhi gangguan mengunyah antara lain perumbuhan gigi geligi, kelainan bawaan seperti bibir sumbing, dan lain sebagainya. Gangguan proses mengunyah ini biasanya disertai gangguan motorik kasar lainnya, seperti tidak mengalami proses perkembangan duduk, merangkak dan berdiri.

 

Perlu Diwaspadai

Hal-hal yang perlu diwaspadai yaitu apabila batita mengemut makanan dengan sangat lama, sehingga proses makanan akan terhambat. Tidak dapat makan nasi tim di usia 9 bulan, belum bisa makan nasi saat usia 1 tahun sehingga makanan harus dihaluskan sampai usia 2 tahun. Untuk menangani batita yang demikian, maka mengatasinya sesuai dengan kelainan yang terjadi, misalnya gangguan saluran cerna sebaiknya diatasi dahulu, evaluasi gigi dan sebagainya. Apabila batita yang mengalami keterlambatan mengunyah tidak segera diatasi atau dibiarkan, maka hal tersebut akan menimbulkan komplikasi seperti kekurangan zat gizi, seperti kalori, protein, vitamin, elektrolit dan anemia.

 

Sumber: Tabloid Mom & Kiddie. Edisi 15 TH XI (9-22 Maret 2017)

 

 

Categories: Media Clipping and RS Awal Bros Bekasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *