Vasektomi, Kontrasepsi Para Dads

Vasektomi, Kontrasepsi Para Dads. dr. Muhammad Fitrah, Sp.U (Dokter Spesialis Urologi RS Awal Bros Bekasi)

 

Beberapa waktu lalu tersiar kabar, musisi sekaligus politisi Anang Hermansyah akan melakukan vasektomi. Mungkin tak banyak yang tahu, apa itu vasektomi, apa manfaatnya, apa saja efeknya dan bagaimana metodenya? Lebih detailnya, simak penjelasan dr. Muhammad Fitrah, Sp.U dari RS Awal Bros Bekasi dibawah ini.

 

Kontrasepsi Mantap

Vasektomi berasal dari bahasa latin yang terdiri dari dua kata yaitu ‘vasa’ yang berati saluran dan ‘tony’ yang berarti memotong, dengan kata lain vasektomi adalah prosedur medis untuk menghentikan aliran sperma pria dengan jalan melakukan okulasi atau penutupan vasa deferensia atau saluran sperma sehingga alur transportasi sperma terputus.

Vasektomi memiliki tujuan sebagai kontrasepsi mantap bagi pria, karena dengan ditutupnya saluran sperma pria, maka tidak ada sperma yang dikeluarkan sehingga proses fertilisasi (penyatuan sperma dengan ovum) tidak dapat terjadi. Laki-laki yang telah menjalani vasektomi maka tidak dapat menghamili wanita. Dimana tingkat keberhasilan vasektomi sangat tinggi hingga 99.8 persen.

Perlu diingat dan diketahui, bahwa prosedur ini tidak dapat dilakukan oleh orang yang masih ingin memiliki anak lagi dan hanya boleh diterapkan pada pasangan yang memang memutuskan untuk tidak ingin memiliki anak lagi.

 

Plus-Minusnya

Kekurangannya:

  1. Prosedur ini harus dilakukan dengan tindakan pembedahan oleh tenaga medis.
  2. Tidak langsung bisa diandalkan, karena harus menggunakan kontrasepsi lain (kondom) dalam kurun waktu beberapa hari atau minggu setelah prosedur, sampai diyatakan bahwa sel sperma sudah tidak ada, Untuk mengetahui sudah steril atau belum, biasanya dilakukan pemeriksaan mikroskop setelah 20-30 kali ejakulasi (sekitar 3-4 bulan).
  3. Vasektomi tidak memberika perlindungan terhadap infeksi seksual menular termasuk HIV.
  4. Penyesalan setelah vasektomi lebih besar jika laki-laki masih berusia dibawah 25 tahun, atau terjadi perceraian atau ada anaknya yang meninggal.

Kelebihannya:

  1. Perlindungan terhadap terjadinya kehamilan sangat tinggi.
  2. Tidak akan mengganggu ereksi, potensi seksual dan produksi hormon.
  3. Tidak mengganggu kehidupan sesksual suami sitri.
  4. Tidak mengganggu produksi ASI (untuk kontap wanita).
  5. Lebih aman atau keluhan lebih sedikit, lebih praktis kerena hanya memerlukan satu kali tindakan dan lebih efektif karena tingkat kegagalannya sangat kecil.
  6. Lebih ekonomis, karena hanya memerlukan biaya untuk sekali tindakan. Biaya melakukan vasektomi lebih murah dibandingkan tubektomi (biaya steril wanita).
  7. Pasien tidak perlu dirawat di rumah sakit.
  8. Tidak ada resiko kesehatan.
  9. Tidak ada mortalitas atau kematian.
  10. Bersifat permanen dan berlangsung seumur hidup.

 

Efek Samping

Pada kebanyakan pria, tindakan vasektomi tidak menimbulkan egek samping dan sangat jarang menimbulkan komplikasi yang serius. Meskipun demikian masih da kemungkinan terjadi beberapa efek sampung yang timbul pasca tindakan operasi yaitu, perdarahan dan terjadi pembekuan darah di skrotum, adanya darah dida;a, air mani, memar pada skrotum, infeksi pasca operasi, pembengkakan dan perasaan tidak nyaman.

Agar tidak terjadi efek samping yang timbul pasca operasi, maka sebaiknya skrotum di kompres dengan air es pada waktu 24 jam setelah operasi dan gunakan celana yang memiliki penyangga agar tidak menimbukan gesekan langsung pada skrotum. Jika pembengkakakn skrotum diikuti dengan skrotum yang menjadi merah meradang, kemungkinan sudah terjadi infeksi pada daerah skrotum. Sedangkan risiko dan efek samping terhadap istri tidak ada.

 

Syarat Vasektomi

Ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi antara lain:

  • Harus dilakukan secara sukarela
  • Harus mendapat persetujuan istri
  • Memiliki jumlah anak yang cukup, minimal dua orang, dan anak paling kecil harus sudah berumur diatas dua tahun
  • Mengetahui akibat tindakan vasektomi
  • Memiliki umur yang tidak kurang dari 30 tahun
  • Memiliki istri dengan umur yang tidak kurang dari 20 tahun dan tidak lebih dari 45 tahun
  • Tidak mengambil keputusan vasektomi sesaat setelah mengalami krisis atau perubahan besar, misalnya baru saja memiliki bayi ataupun baru saja terpaksa menggugurkan janin pada pasangan Anda.

 

Mengetahui resikonya, satu-satunya resiko terbesar dalam melakukan vasektomi adalam ketika pasien mengalami perubahan pikiran dan ingin memiliki anak lagi.

 

Sumber: Tabloid Mom & Kiddie. Edisi 16 TH XI (23 Maret-5April 2017)

Categories: Media Clipping and RS Awal Bros Bekasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *