Waspadai Batu Ginjal dan Saluran Kemih

Dokter Spesialis Urologi Rumah Sakit Awal Bros Batam, dr. Mohammad Fariz, SpU memriksa pasien menggunakan Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy (ESWL), Sabtu (15/4)

Cuaca panas dan dehidrasi menjadi salah satu penyebab tingginya angka pengidap penyakit batu ginjal dan saluran kemih. Penyakit ini diperkirakan memiliki prevalensi (frekuensi kasus) sebesar 3 persen hingga 12 persen pada seluruh individu.

Dokter Spesialis Urologi RS Awal Bros Batam, dr. Mohammad Fariz, SpU mengatakan, BSK merupakan penyakit terbanyak di bidang urologi. Dengan resiko seseorang mengalami BSK sepanjang hidupnya adalah sekita 5 – 10 persen. Penyakit ini terjadi lebih tinggi pada laki – laki daripada wanita dengan perbandingan tiga banding satu.

Awal mulanya, batu terbentuk di ginjal yang biasa disebut batu ginjal. Dalam kondisi berbeda, batu bisa turun ke saluran ureter hingga saluran kemih. Saluran ureter ini adalah saluran yang menghubungkan saluran ginjal dengan saluran kencing. “Akan parah jika batu berada di uretra (saluran kemih akhir) pasien. Akibatnya akan sulit sekali BAK,” kata Mohammad Fariz.

Keluhan utama adalah sakit pinggang, jangan anggap remeh hal ini. Kebanyakan individu tidak menyadari hal ini, saat batu terbentuk di dalam ginjal, keluhan sakit pinggang yang diabaikan adalah satu gejala yang mesti diwaspadai. “Pasien akan merasakan sakit, saat batunya sudah berada di saluran ureter tersebut. Proses turunnya batu ini akan bisa mengakibatkan sakit pinggang hingga kencing berdarah,” jelasnya. Kalau sudah medical check up (MCU), pasien baru sadar batu sudah terbentuk di ginjal,” ucapnya.

Mengenai pencegahan dari sisi makanan, sebenarnya tidak terlalu berpengaruh, kecuali asam urat tinggi. “Biasanya yang dikurangi adalah kacang – kacangan. Karena asam urat tinggi bisa menimbulkan batu ginjal,” ujarnya. Lebih lanjut dokter lulusan Universitas Indonesia ini mengatakan, pencegahan bisa dilakukan dengan minum air minimal 1,5 liter tiap harinya dan perbanyak gerak atau berolahraga. “Kalau pekerjaan banyak duduk di depan computer dan kurang minum akan membentuk batu ginjal tersebut,” ungkapnya.

dr. M. Fariz, SpU, Spesialis Urologi menjelaskan bahayanya penyakit batu ginjal dan saluran kemih kepada pasien di RSAB, Lubukbaja, Sabtu (15/4)

“Konsumsi jeruk nipis atau lemon untuk pencegahan juga baik dilakukan. Biasanya dengan pembuatan infused water,” tambahnya. Penanganan batu ginjal dan batu kemih, ujar dr. Fariz disesuaikan dengan ukuran batu dan letaknya. Saluran ureter manusia berdiameter maksimal 6 – 7 milimeter. Jadi jika ukurannya lebih kecil bisa dilaksanakan konsumsi obat  – obatan, seperti anti nyeri, anti radang dan obat golongan alfa blocker agar mempermudah keluarnya batu,” terangnya. Batu dengan ukuran dua centimeter ke bawah bisa dilakukan Extra corporeal Shock Wave Lithotripsy (ESWL) dengan menggunakan gelombang kejut dari luar tubuh tanpa operasi.
“Alat ini hanya ada di RS Awal Bros,” ucapnya.

Lebih lanjut, pasien tinggal baring. ESWL ini sudah dilengkapi dengan X-ray yang bisa memantau keberadaan batu, lalu dilanjutkan dengan targeting. “Rasanya seperti disentil, tidak dibius hanya pemberian obat anti nyeri saja. Kurang lebih 45 menit sampai 1 jam, batu sudah pecah,” ungkap dokter berusia 36 tahun ini. Setelah pecah, pasien bisa langsung pulang, namun tetap kontrol dengan disertai obat untuk mengeluarkan pecahan batu lewat saluran kemih. Tentu saja harus tetap dibarengi dengan perbanyak minum dan banyak olahraga. Rata-rata pasien sudah tidak merasakan batu tersebut keluar karena batu tersebut pecah menyerupai ukuran pasir. Kalau batu sudah berukuran di atas 2 centimeter, bisa dilaksanakan Percutaneous Nephrolitotripsy (PCNL).

PCNL ini salah satu prosedur untuk memindahkan batu dari ginjal dengan luka kecil hingga maksimum 1 cm melalui kulit. “Berbeda lagi kalau ukuran batu besar, terpaksa harus dilakukan operasi terbuka. ini jika kasusnya batu berada di dalam ginjal,” jelasnya. Jika batu berada di saluran ureter dengan ukuran 2 centimeter ke atas bisa dilaksanakan Ureterorenoscopy (URS). URS yaitu prosedur spesialistik dengan menggunakan alat endoskopi semirigid atau fleksibel berukuran kurang dari 30 mm. “Yang dimasukkan melalui saluran kemih ke dalam saluran ginjal (ureter). Kemudian batu dipecahkan dengan gelombang udara,” katanya.

FAKTOR RESIKO BSK
1. Riwayat keluarga dengan BSK
2. Penyakit asam urat
3. Riwayat hipertensi
4. Riwayat hiperparatiroid
5. Kelainan anatomi saluran kemih
6. Bekerja di tempat panas, banyak duduk
7. Kurang minum

GEJALA DAN TANDA BSK
1. Nyeri saat Buang Air Kecil (BAK)
2. Sulit BAK
3. BAK berdarah
4. Infeksi Saluran Kemih (ISK) dan demam

PENCEGAHAN BSK
1. Minum yang cukup
2. Pengaturan diet untuk pasien asam urat
3. Meningkatkan konsumis buahbuahan yang banyak mengandung sitrat (jeruk nipis atau lemon)

 

Sumber : Batam Pos | Healthy Living | Minggu, 16 April 2017 | Hal. 24

Categories: Media Clipping and RS Awal Bros Batam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *