RS Awal Bros Pekanbaru,Tak Henti Berinovasi

INDUSTRI rumah sakit terus berkembang, sangat ketat persaingannya. Untuk itu rumah sakit harus meningkatkan mutu pelayanan, fasilitas yang membuat pasien dan keluarga merasa aman dan  nyaman sehingga rumah sakit mendapat tempat di hati masyarakat. Inilah yang dilakukan Rumah Sakit Awal Bros Pekanbaru. Ya, Rumah sakit swasta terbesar di Riau ini tak pernah berhenti melakukan inovasi dan membuka layanan baru.

Demikian dijelaskan Direktur Rumah Sakit Awal Bros Pekanbaru dr Nurhidayati Endah Puspita Sari MARS, Rabu (19/4).

Walaupun baru lebih setahun wanita berhijab ini memimpin Rumah sakit Awal Bros Pekanbaru, namun berbagai inovasi untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat terus dilakukan perempuan kelahiran Semarang, 5 Februari 1977 ini.

”Inovasi-inovasi yang kami lakukan guna meningkatkan kepercayaan masyarakat dalam mendapatkan pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Awal Bros Pekanbaru,” ujar dr Ita, demikian ia disapa

Bagi dr Ita, dalam memimpin rumah sakit ini pola kepemimpinan yang dilakukannya lebih demokrasi dan penuh arahan. Dimana sebelum membuat program disampaikan terlebih dahulu seperti apa filosofi program tersebut dan tujuan program itu dibuat. Jika sudah satu visi dan misi, baru keputusan dibuat dan program tersebut dijalankan.

‘’Tidak terturtup kemungkinan usulan yang diberikan kita terima jika usulan tersebut untuk kemajuan dan kebaikan program yang kita buat. Di sini, keputusan tidak hanya diambil satu orang saja, tetapi berdasarkan musyawarah dan mufakat. Kita lakukan diskusi terlebih dahulu dengan seluruh jajaran secara berjenjang,’’ sebut ibu satu anak jebolan Fakultas Kedokteran Universitas indonesia ini.

Untuk inovasi, dr Ita selalu men-challenge bawahan agar terus mengembangkan diri, mengingat persaingan rumah sakit sangat ketat. Apalagi dengan adanya Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang aturannya sangat ketat.  ‘’Jika challenge sudah dapat dicapai maka harus ada rencana inovasi lain yang akan dilakukan selanjutnya. Jadi semuanya harus bisa mengembangkan diri,’’ tuturnya.

Agar apa yang diharapkan ini bisa terwujud, Rumah Sakit Awal Bros Pekanbaru selalu mensupport dokter, perawat, bidan dan pegawai untuk mengembangkan diri melalui pelatihan maupun pendidikan berkelanjutan lainnya.

‘’Bahkan dokter pun kita sekolahkan ke luar negeri untuk pengembangan pelayanan di sini. Yang jelas, manajemen berupaya keras memberikan yang terbaik untuk peningkatan kualitas SDM,’’ terang istri dr. Kuswan yang berprofesi sebagai dokter spesialis bedah plastik di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Ahmad Pekanbaru ini.

Dr Ita berkomitmen menjadikan Rumah Sakit Awal Bros Pekanbaru salah satu rumah sakit ternama di Indonesia yang didukung fasilitas lengkap serta pelayanan maksimal dengan menyiapkan tenaga dokter spesialis dan tenaga kesehatan lainnya. Termasuk, membuka club khusus bagi pasien-pasien yang menjadi tanggung jawab Rumah Sakit Awal Bros..

“Inovasi lain yang disediakan mencakup sarana konseling bagi pasien-pasien penyakit tertentu, seperti pasien asma, jantung, paru-paru dan lainnya. Mereka kita motivasi agar tetap semangat melawan penyakitnya,’’ katanya lagi.

Sebagai pimpinan, dr Ita tidak lupa dengan kodratnya sebagai wanita. Dr Ita memiliki fungsi ganda sebagai pemimpin di rumah sakit dan sebagai istri serta ibu dari anak semata wayangnya. Ita berusaha mengatur waktu dengan baik antara urusan pekerjaan dan keluarga. Saat bekerja delapan jam ia serius bekerja. Setelah itu jika di rumah adalah waktu bersama anaknya. “Pintar-pintar mengatur waktu. Di Rumah Sakit Awal Bros Pekanbaru ini kekeluargaannya juga tinggi,’’ akunya.

Dalam memperingati Hari Kartini tahun ini, dr Ita berharap wanita Indonesia mampu memiliki kompetensi tidak kalah dengan laki-laki. Karena dari segi kompetensi punya kemampuan yang sama bahkan bisa lebih apalagi wanita itu satu sisi bisa menjadi ibu dan istri.

(hen)

Rumah Sakit Awal Bros Pekanbaru

Hari Kartini, Program Baru

DALAM rangka memperingati Hari Kartini, Rumah Sakit Awal Bros Pekanbaru banyak hal yang dilakukan. Selain seluruh pegawai berpakaian ala Kartini, ada seminar awam yang dilaksanakan pada Sabtu (22/4).

‘’Seminar awam ini kita angkat dua tema yang menarik berkaitan dengan wanita yakni kanker serviks dan kanker payudara. Topik ini sengaja kita angkat mengingat dua penyakit ini merupakan penyakit paling mematikan bagi wanita,’’ ujar Direktur Rumah Sakit Awal Bros Pekanbaru dr Nurhidayati Endah Puspita Sari MARS, Rabu (19/4).

Dijelaskan dr Ita, dalam seminar ini nantinya akan mengupas seputar kanker serviks atau kanker mulut Rahim dan kanker payudara. Apa ciri-ciri dan gejala penyakit tersebut, bagaimana agar kita terhindar dari penyakit tersebut serta apa yang harus dilakukan untuk mencegahnya.

‘’Seminar ini gratis dan terbuka untuk umum. Narasumber yang kita hadirkan dr Andi Nina Mallarangeng SpOG dan dr Zul Asdi SpB MKes. Siapa saja boleh mengikutinya,’’ kata dr Ita, sapaan akrabnya.

Selain seminar gratis, Rumah Sakit Awal Bros Pekanbaru juga memiliki program medical check up khusus untuk wanita. Ada juga program Pap Smear (digunakan untuk mendeteksi kanker leher rahim yang disebabkan human papilloma) dan  Mammografi (proses pemeriksaan payudara manusia menggunakan sinar X dosis rendah). Program Pap Smear dan Mammografi hanya dikenakan biaya sebesar Rp350 ribu dan ini berlaku hingga 21 Mei mendatang. Selain itu, program yang berkaitan dengan Hari Kartini yakni diskon khusus untuk imunisasi kanker mulut rahim.

Sedangkan untuk tim medis dan dokter, dalam rangka Hari kartini, dr Ita menjelaskan, bagi dokter wanita yang telah mengabdi di rumah sakit awal Bros Pekanbaru akan dipilih yang terbaik guna mendapatkan paket medical check up. ‘’Ini sebagai apresiasi kita kepada dokter-dokter yang sudah mendedikasikan diri untuk kemajuan dan perkembangan Rumah Sakit Awal Bros Pekanbaru,’’ imbuhnya.

Rumah Sakit Awal Bros memberikan pelayanan khusus bagi wanita melaluai berbagai pelayanan kesehatan yang dimiliki yakni klinik kecantikan dan perawatan gigi, klinik kebidanan dan penyakit kandungan, melahirkan tanpa rasa nyeri,senam hamil dan pijat bayi, serta beberapa pelayanan kesehatan lainnya seperti senam jantung sehat, aerobic, zumba dan lain-lain.

‘’Pada bulan Mei nanti, Rumah Sakit awal Bros Pekanbaru akan memiliki dua layanan baru yakni Klinik Bayi Tabung dan Pusat Layanan Nyeri. Kita ingin tidak ada lagi pasien yang merasa dan mengalami nyeri. Khusus untuk Klinik Pusat Layanan Nyeri kita akan buat simposium pada tanggal 22 April nanti dengan menghadirkan pakar-pakar di bidang ini, sehingga apa yang kita inginkan yakni membuat Rumah Sakit Awal Bros Pekanbaru bebas nyeri bisa terwujud,’’ katanya.

Saat ini Rumah Sakit Awal Bros telah berkembang di seluruh Indonesia ada di Batam, Bekasi,  Makassar,  Panam Pekanbaru,  Tangerang Banten, Ujungbatu Rokan Hulu, RS A Yani Pekanbaru, RS Evasari Jakarta, CMC Clinic Bekasi, Harmonia Bekasi, Westerindo Jakarta, dan 24 Medicare.

Untuk saat ini ada sekitar 1.000 tenaga kerja yang mengabdi di RS Awal Bros Pekanbaru, di antaranya, 100 dokter spesialis, 30 dokter umum, 300 perawat, 300 tenaga teknisi ditambah tenaga outsourcing sekitar 250 orang.

‘’PR Rumah Sakit Awal Bros Pekanbaru di tahun 2017 ini adalah meraih kembali sertifikasi akreditasi nasional maupun internasional sekaligus, selain fokus meningkatkan pelayanan kami. (hen)

Sumber : Riau Pos, 21 April 2017

Categories: Media Clipping and RS Awal Bros Pekanbaru.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *