Tingkatkan Pelayanan Untuk Masyarakat, RS Awal Bros Pekanbaru Gelar Simposium

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU – Rumah Sakit Awal Bros Pekanbaru menggelar kegiatan Simposium, Sabtu (22/4/2017) pagi.

Dengan mengambil tema ”Post Operative and Emergency Pain Management’, dalam kegiatan ini menghadirkan dua pembicara yang berkompeten dibidangnya, yakni dr. Dwi Pantja Wibowo, SpAn-KIC KMN FIPM dan Lelik Adiyanto, SKep RN MCHTN MNNLP.

Keduanya memiliki keahlian khusus di bidang anastesi. Sesuai dengan tema yang diangkat, adapun pembahasan dalam kegiatan ini yaitu seputaran nyeri dan bagaimana pengelolaannya.

“Kita dalam hal ini memang mendatangkan ahli khusus dari Jakarta untuk memberikan edukasi lebih kepada dokter dan perawat kita tentang seperti apa manajemen nyeri,” ujar dr. Nurhidayati Endah Puspita Sari selaku Direktur Rumah Sakit Awal Bros Pekanbaru saat diwawancarai Tribun.

Ita melanjutkan, adapun tujuan utamanya nantinya adalah untuk meningkatkan pelayanan terbaik terhadap para pasien Rumah Sakit Awal Bros Pekanbaru.

Untuk layanan nyeri ini dikatakan wanita yang juga akrab disapa dr. Ita ini, pihaknya mengupayakan agar bagaimana selama masa rawatan dan masa sesudah rawatan para pasien setidaknya bisa bebas nyeri dan hidupnya lebih nyaman.

“Jadi rasa-rasa takut saat hendak operasi, atau tidak operasi namun tetap merasa nyeri, itu yang akan kita kelola. Sebenarnya kita sudah punya dokter dan perawat yang berkompeten, namun kita ingin agar nantinya kita ingin memberikan layanan yang lebih lagi,” katanya.

Ita melanjutkan, ada sekitar 100 lebih peserta yang ikut kegiatan Simposium ini yang terdiri dari dokter dan perawat dari seluruh Awal Bros Grup di Pekanbaru, termasuk dari daerah Duri dan Ujung Batu.

“Nantinya pelayanan yang kita berikan pun akan menyeluruh dan komprehensif terkait pengelolaan nyeri ini. Rencananya layanan ini akan kita launching pada bulan Mei 2017 ini,” tutur dia.

Sementara itu, dr. Dwi Pantja Wibowo sebagai salah satu pembicara dalam kegiatan Simposium ini mengatakan, ada beberapa pembahasan tentang nyeri yang disampaikannya.

“Nyeri itu luas, namun kita di sini lebih membatasi dengan pembahasan pengelolaan nyeri yang sifatnya segera, misalnya nyeri yang masuk emergency, atau nyeri pasca bedah operasi. Kita bahas mengenai seperti apa kiat-kiat penanganan nyeri itu,” jelasnya.

Dikatakan Pantja, nyeri merupakan sebuah penanda pada tubuh manusia. Untuk itu, harus cepat ditanggapi dengan serius dan diambil tindak lanjut.

“Seperti di rumah sakit ini, pasien emergency kan cukup banyak. Jadi saya rasa sangat perlu para dokter dan perawatnya untuk lebih memahami nyeri. Jika pengelolaan nyeri tidak dilakukan dengan hati-hati, maka bisa bahaya,” tegas dia.

Pantja juga menambahkan, pendekatannya secara psikis terhadap para pasien terkait nyeri juga penting dilakukan.

“Misalnya ada pasien yang merasa nyeri perut, dan ternyata mengalami usus buntu. Lalu muncul kekhawatiran dan ketakutan untuk dioperasi. Nah disini peran kita sebagai dokter penting untuk melakukan pendekatan secara psikis. Kita beri pemahaman agar kekhawatiran pasien bisa berkurang,” beber dia.

Terpisah, dr. Diko Anugrah selaku Ketua Pelaksana mengatakan, ada sekitar 100 dokter dan perawat yang mengikuti kegiatan Simposium ini. Para peserta juga tampak antusias mengikutinya.

“Sifatnya mungkin untuk memberikan penyegaran ilmu dan pengetahuan saja untuk para dokter dan perawat. Karena kan ilmu medis ini sifatnya selalu berkembang, untuk itu perlu dilakukan pembaruan terhadap ilmu dan pengetahuannya,” sebutnya.

Dalam hal ini Diko mengatakan, pihak Rumah Sakit Awal Bros Pekanbaru juga bekerjasama dengan salah satu perusahaan farmasi terkemuka. Sebagian besar peserta Simposium juga terdiri dari Perhimpunan Dokter Anastesi dan Terapi Intensif (PERDATIN) Wilayah Riau. (cr5)

Sumber :

http://pekanbaru.tribunnews.com/2017/04/23/tingkatkan-pelayanan-untuk-masyarakat-rs-awal-bros-gelar-kegiatan-simposium

Categories: Media Clipping, RS Awal Bros Pekanbaru, and Uncategorized.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *