Faktor Gaya Hidup Juga Menyebabkan Arteri Perifer

Jakarta – Penyempitan pembuluh darah arteri yang menyebabkan aliran darah ke kaki yang tersumbat disebut Arteri perifer. Penyempitan tersebut disebabkan oleh timbunan lemak pada dinding arteri yang berasal dari kolesterol atau zat buangan lain (Artheroma). Akibatnya kaki terasa sakit, terutama ketika berjalan (Klaudikasio).

Penyakit ini bisa terjadi pada kedua kaki secara bersamaan, meski biasanya nyeri terasa lebih parah pada satu kaki. Rasa nyeri tersebut bisa bervariasi dari ringan hingga parah dan umumnya hilang setelah kaki diistirahatkan selama beberapa menit.

“Penyakit arteri perifer menyerang pembuluh darah dari seluruh tubuh kecuali dari jantung, baik itu dari aorta, pembuluh ke otak, ke kaki dan lainnya, itu kadang-kadang gejalanya nyeri dengan hilang timbul yang makin lama makin berat. Kadang orang tidak perhatian dan menyangkanya hanya sakit pegal-pegal biasa dan jarang berobat sehingga akan menimbulkan efek yang cukup serius jika tidak tertangani dan di deteksi secara dini,” kata Dokter Spesialis Penyakit Dalam RS Evasari Awal Bros Jakarta, dr Heru Dento SpPD.

Penyakit arteri ini lebih disebabkan beberapa faktor yang berhubungan dengan gaya hidup, seperti merokok, hipertensi, kolesterol dan gula.

“Faktor-faktor seperti itu harus dikontrol, kalau tidak bisa berbahaya karena penyakit arteri ini resikonya empat kali untuk terkena serangan jantung atau stroke jadi harus kita deteksi seawal mungkin,” terang dr Heru.

Menurut dr Heru, biasanya penyakit ini menyerang pada usia di atas 50 tahun, namun tergantung pada kondisi darah tinggi dan kadar lemak seseorang. Semakin berat timbunan lemak, semakin cepat terkena penyakit ini. Adapun laki-laki dan perempuan sama-sama memiliki resiko terkena penyakit areteri ini.

“Penderita penyakit ini di Indonesia bisa dibilang cukup banyak, entah karena pasiennya yang tidak mau berobat atau dari tenaga kesehatannya yang kurang memiliki perhatian terhadap penyakit ini dan mengiranya hanya penyakit asam urat, padahal si pasien memiliki gangguan pada pembuluh darahnya,” tambah dr Heru.

(Sumber: sisidunia.com)

Categories: Media Clipping and RS Evasari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *