Waspadai Pengapuran Pada Usia Rentan

SEIRING bertambahnya usia, tubuh rentan diserang berbagai penyakit yang diakibatkan menurunnya faktor ketahanan tubuh serta antibodi.

Satu di antara keluhan yang seringkali timbul jika sudah memasuki usia senja ialah pengapuran.

Keluhan ini terjadi pada bagian persendian tulang sehingga memberikan rasa nyeri dan ngilu.

Sejatinya, keluhan ini terjadi pada usia 40 tahun ke atas baik itu pria maupun wanita. Oleh karena itu, keluhan ini tidak bisa dicegah karena akan terjadi pada siapapun juga.

“Barangkali yang membedakannya hanya masa atau durasi seseorang terkena pengapuran ini,” ujar Dokter Spesialis Orthopedi dan Trauma Rumah Sakit Awal Bros Pekanbaru dr Roy Lisang Sp OT.

Dikatakannya, perbedaan tersebut dipengaruhi aktivitas yang dilakukan sepanjang usia seseorang.

“Contohnya, seseorang yang sering melakukan aktivitas berat seperti olahraga, mengangkat beban berat maka akan mempercepat masa pengapuran,” ujarnya.

Di samping itu, kata Roy, berat badan atau masa tubuh juga dapat mempercepat terjadinya pengapuran pada sendi.

“Untuk pengapuran ini memang belum bisa ditemukan obat yang dapat mengobati maupun mencegah proses pengapuran ini. Karena, hal tersebut akan terjadi seiring bertambahnya usia,” tuturnya.

Pengapuran  tulang dan sendi memiliki bahasa medis osteoarthritis. Hal ini dikaitkan dengan adanya peradangan sendi akibat bantalan pada ujung tulang menjadi menipis seiring waktu.

Jadi, kerusakan yang terjadi berada di sendi dan pada bagian tulang di sekitar sendi tersebut.

Namun, penting diketahui pengapuran berbeda dengan osteoporosis sebagaimana diketahui masyarakat awam.

Sejatinya, osteoporosis ialah pengeroposan tulang akibat usia yang semakin lanjut.

Jika osteoporosis bisa dicegah dengan mengonsumsi makanan kaya akan kalsium, namun osteoarthritis ialah peradangan tulang.

Sehingga, pertanda seseorang mengalami osteoarthritis yakni rasa nyeri setiap menggerakkan bagian persendian dan biasanya rasa nyeri terjadi pada bagian lutut. Jika rasa nyeri terjadi pada bagian sendi lain, maka bisa dikatakan penyebab pengapuran akibat ada riwayat lainnya, seperti kecelakaan yang menyebabkan patah.

Faktor yang dapat mempercepat terjadinya proses pengapuran ialah sering mengangkat beban yang terlalu berat.

Lalu, faktor kegemukan juga mempercepat terjadinya osteoarthritis. Sebab, beban tubuh yang berat juga membenani persendian.

“Di samping itu, kondisi medis lainnya yang dapat menyebabkan osteoarthritis adalah diabetes dan reumatik,” tutur dr Roy.

Bagaimana agar pengapuran tidak cepat menyerang tubuh? Dr Roy menjelaskan ada beberapa hal yang bisa  dilakukan yakni: Pertama agar kita mengurangi olahraga berat. Memang, olahraga dianjurkan agar tubuh tetap dalam keadaan sehat. Tetapi, untuk mencegah terjadinya pengapuran lebih dini, hindari olahraga high impact atau yang membebani tubuh terlalu berat.

Kedua, lanjut dr Roy, agar mengonsumsi buah-buahan dan sayuran. Mengonsumsi buah-buahan dan sayuran setiap harinya sangat bagus untuk tubuh. Selain kaya akan vitamin, antioksidannya pun bisa memperlambat terjadinya osteoarthritis.

Ketiga, gunakan krim atau gel Saat terasa nyeri, pemakaian obat pereda rasa sakit berupa krim atau gel  di toko obat juga bisa dilakukan. Krim atau gel tersebut bisa meredakan rasa nyeri.***

Sumber : Riau Pos (Minggu, 07 Mei 2017)

Categories: Media Clipping and RS Awal Bros Pekanbaru.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *