dr. Jainal Arifin, M. Kes, Sp.OT (K) Spine : Waspadai Scoliosis pada Anak

Anak-Anak mungkin saja tak menunjukkan gejala dan tanda Scoliosis yang terlihat nyata. Namun bukan berarti anak-anak Anda terbebas dari ancaman gangguan kurva tulang belakang ini. Apalagi jika memang dalam gen keluarga Anda ada yang terkena skoliosis ini. Karena itu, mulai sekarang, cobalah cermati tanda dan mungkin gejala Scoliosis yang mungkin terlihat pada anak-anak Anda.

Scoliosis

Pada anak-anak dan remaja, Scoliosis biasanya tidak menimbulkan gejala dan tidak bisa diamati sampai kurva tulang belakang menjadi sedang atau berat. Ini pertama mungkin terlihat jelas dan nyata ketika orang tua yang mengamati bahwa pakaian anak tidak pas atau keliman baju menggantung secara tidak merata. Tulang belakang anak pun mungkin terlihat bengkok, atau tulang rusuk mungkin menonjol.

Untuk memperbaiki kebiasaan yang salah coba mulai dari memperbaiki posisi duduk. Ajarkan pada anak untuk memperbaiki posisi duduknya. Duduk yang benar adalah posisi bokong menempel pada belakang bangku dan tidak menyender. Saat duduk juga kaki jangan menyilang satu. Usahakan juga untuk bangun setiap satu jam sekali untuk mencari minum atau melihat pemandangan lain.

Selain kebiasaan yang salah, menurut dr. Jainal Arifin, M. Kes, Sp.OT (K) Spine, penyebab Scoliosis bisa karena keturunan, kecelakaan, jatuh, tulang tidak bertumbuh atau bahkan karena ketidaktahuan. “Meskipun tidak terlihat dan kadang memang tidak terasa, Scoliosis ini mungkin saja bisa terjadi akibat  faktor-faktor tersebut,” katanya

Tapi itupun tidak menjamin. Setiap orang memiliki respon yang berbeda terhadap penyembuhan ini. “Dengan terapi yang sama seseorang bisa lebih cepat atau lebih lama mengalami penyembuhan, tergantung respon tubuh masing-masing,” kata dr. Jainal.

Sayangya, Scoliosis tidak bisa ditangani secara awam. Karena butuh observasi lebih langsung. “Dengan observasi kita bisa mengetahui dimana letak kesalahan pada tulang. Sehingga penanganannya akan lebih tepat,” tambah dr. Jainal.

Sebaiknya anak juga dilakukan pemeriksaan setiap enam bulan sekali. Pemeriksaan ini hanya untuk memastikan agar susunan tulang belakang dalam keadaan normal. Walaupun tidak menutup kemungkinan anak tersebut juga bisa mengalami resiko yang sama. Paling tidak, tambah Inez, pemeriksaan ini akan mengurangi resiko dikemudian hari akan terjadi.

 

Categories: Artikel and RS Awal Bros Makassar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *