Cermat Pilih Takjil Berkualitas

Selama Bulan Suci Ramadhan, pastinya identic dengan kehadiran kuliner khas berbuka puasa atau takjil. Takjil dan aneka hidangan berbuka puasa sekaligus untuk makan malam, pastinya banyak dijual di bazar – bazar Ramadhan yang tersebar di keramaia, dan di pinggir – pinggir jalan. Kehadiran bazar Ramadhan tentu saja sangat membantu kamu – kamu yang sibuk dan tidak sempat untuk menyiapkan hidangan sendiri. Berburu kuliner di pasar Ramadhan dapat menjadi pilihan yang tepat untuk mencari segala kebutuhan berbuka puasa.

Namun kita harus tetap hati – hati saat membeli makanan untuk berbuka puasa. Jangan karena kelaparan dan dahaga, segala makanan dan minuman disantap tanpa mempertimbangkan kualitas dari makanan dan minuman disantap tanpa mempertimbangkan kualitas dari makanan dan minuman tersebut.

Dokter Spesialis Gizi Klinik Rumah Sakit Awal Bros Batam, dr. Brain Gantoro, SpGK,

Menurut dr. Brain ahli gizi di Rumah Sakit Awal Bros Batam (RSAB) Batam, saat memilih makanan buka puasa, harus teliti. Cara paling mudah, perhatikan warna makanan tersebut. Pilihlah yang tidak kontras dan hindari makanan yang warnanya terlalu menarik.

“Saat memilih makanan paling penting warnanya tidak kontras, dan tidak terlalu menarik,” ungakp dr. Brain. Dokter Brain juga mengungkapkan makanan yang diberi pewarna makanan pastinya warnanya sangat terang. Sementara yang tidak menggunakan pewarna, warnanya tidak mencolok dan cenderung soft atau lembut. Makanan yang berkualitas tentu saja menggunakan pewarna yang berasal dari bahan alami misalnya sayuran, buah, atau pun rempah – rempah.

Ada beberapa sayur, buah maupun rempah yang bisa digunakan sebagai pewarna alami, misalnya bayam, sawi, tomat, kunyit, daun pandan, daun seledri, dan lainnya. Selain itu, ada cabai merah yang selain memberikan rasa pedas, juga mempunyai zat warna kapxantin yang dapat memberikan warna merah pada makanan.

Lalu ada buah kakao yang dapat memberikan kesan warna cokelat pada makanan dan  daun suji atau daun pandan juga dapat memberikan warna hijau. Ada pula wortel yang dapat memberikan warna oranye. Untuk memberikan kesan warna biru, bisa menggunakan kubis atau bunga telang. Sementara untuk makanan yang warnanya mencolok, dicurigai mengandung pewarna rhodamine B. Rhodamin B adalah salah satu bahan pewarna sintesis makanan yang dilarang penggunanya di Indonesia sejak tahun 1985 melalui Peraturan Menteri Kesehatan.

WHO secara resmi juga telah mengumumkan bahwa zat tersebut berbahaya karena kandungan logam berat dan sifat kimiawinya. Ciri – ciri makanan yang mengandung rhodamine B dan methanyl yellow adalah warnanya mencolok, cerah mengkilap, dan warna tidak homogen (ada yang menggumpal), ada rasa pahit, dan muncul rasa gatal saat mengonsumsinya.

TIPS MEMILIH TAKJIL DI PASAR RAMADHAN

  • Makanan atau minuman boleh manis dari gula, asalkan tidak dikonsumsi lebih dari satu porsi.
  • Makanan yang dikonsumsi boleh asin, tapi seminimal mungkin saja, tidak dalam jumlah banyak.
  • Kurangi makanan yang digoreng atau goreng – gorengan
  • Makanan yang terasa asin dan gurih kemungkinan mengandung banyak penyedap rasa dan ini harus dihindari.
  • Hindari makanan yang warnanya terlalu terang.

 

SUMBER: TRIBUN BATAM | MELLENNIAL | 8 JUNI 2017 | HAL. 12
Categories: Media Clipping and RS Awal Bros Batam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *