Atasi Varises Tanpa Sayatan Menggunakan Terapi Laser EVLA

Sering dianggap masalah estetik, varises rupanya dapat menimbulkan masalah yang lebih serius. Mulai dari luka terbuka hingga sebabkan kematian. Melalui terapi laser Endon Venous Laser Ablation (EVLA) yang dimiliki RS Awal Bros Batam, resiko varises dapat diatasi tanpa sayatan. Ketika mendengar kata varises, sebagian besar mungkin hanya menganggap masalah sepele. Beberapa kalangan juga terjebak dengan cara turun temurun mengatasi varises dengan meluruskan kaki, lalu memberikan pijatan kecil.

Varises merupakan suatu kelainan pembuluh darah vena yang biasanya terjadi pada bagian kaki akibat penumpukan darah. Varises akan memperlihatkan pembuluh vena yang menonjol dan berwarna biru hingga ungu tua. Dokter Spesialis Bedah toraks dan kardiovaskular Rumah Sakit awal Bros (RSAB) Batam, dr Victor Jesron Nababan, Sp. BTKV mengatakan, varises umumnya terjadi karena ada kelainan berupa lemah atau tipisnya pembuluh vena. “tertahannya aliran darah, vena bekerja dengan tekanan yang rendah dan karena beban hidrostatik yang terjadi di tungkai,” kata Victor. ada beberapa faktor lain seperti, obesitas, pekerjaan dengan durasi berdiri yang lama, hormonal, kehamilan dan keturunan.

Pada beberapa kasus yang dialami ibu hamil, varises sering kali terjadi. “Namun, penderita tidak perlu khawatir. Varises akibat kehamilan dapat diatasi dengan cara lebih sederhana,” ujarnya. Berbeda, dengan varises yang dialami bukan karena kehamilan. artinya, orang tersebut sudah mengidap varises jauh sebelum kehamilannya. “Beban pada tungkai bisa saja membuat varises menjadi lebih parah,” tambahnya. Sama seperti penyakit lain, varises juga memiliki stadium klinis. Pada stadium i, penderita umumnya merasakan pegal, linu dan cepat lelah jika berdiri lama. Berlanjut Stadium ii, terlihat pembesaran vena (ekstasia). “Stadium iii, tampak vena melebar, berkelok dan panjang. Stadium iV terjadi ulkus varikosum (luka terbuka). ia mengatakan individu yang merasakan tanda-tanda varises, sebaiknya tidak usah berlama-lama untuk memeriksakan ke dokter. Sebuah sistem klasifikasi komprehensif, CEaP bahkan membuat diagnosis serta membandingkan pasien dengan tujuh kategori klinis.

Prosedur terapi eVla untuk varises yang dilakukan oleh tim dokter RS Awal Bros Batam.

Penderita dengan kategori kelas 0 atau disebut dengan asimtomatik mungkin tidak akan terdeteksi sampai si penderita melakukan tes medikal. kelas i hanya Nampak varises kapilaris atau retikulatis saja. kelas ii atau varises truncal sederhana (besar) sudah terlihat. kelas iii terjadi edema angkle atau penumpukan cairan hingga menyebabkan pembengkakan. Lanjut Victor, pada kelas iV pigmentasi kulit di tungkai bawah medial atau adanya perubahan warna kulit pada bagian varises yang menjadi tanda keradangan kronis. Kelas V menyebabkan Ulkus Venous (Luka terbuka) yang menyembut akibat adanya kenaikan tekanan vena, sehingga terjadi kerapuhan kulit. “kelas Vi perubah kulit terjadi dengan ulkus yang aktif. Hipetensi venous menyebabkan perubahan gradien tekanan yang menyebabkan ulkus,” jelasnya.

Dia menekankan penting sekali pemeriksaan dini terhadap varises. Diagnosis penyakit dilakukan terlebih dahulu untuk mengumpulkan keterangan gejala awal, riwayat kesehatan dan faktor resiko pada pasien. “kondisi varises yang ringan masih dapat ditangani dengan menggunakan stocking antivarises atau bebat kompresi,” ungkapnya. Metode konvensional yang memerlukan operasi dengan sayatan, tidak perlu dikhawatirkan pasien. “Saat ini sudah ada terapi laser EVLa tanpa sayatan dan minim rasa sakit,” ujarnya. EVLa memiliki keuntungan dibandingkan cara pengobatan lain. Pasien nyaris tidak mengalami rasa sakit karena digunakan larutan anastesi lokal. “tidak bius total, tanpa sayatan, nyaman, dapat langsung beraktivitas, cepat dan efektif,” sebut Dokter berkacamata ini.

Hasil dari prosedur EVLa ini nyaris tertutup rapat secara permanen. “Pembuluh vena yang terkena varises akan dinonaktifkan. tidak ada resiko yang mengintai bagi pasca dinonaktifkannya pembuluh vena, pasien sudah bisa langsung beraktivitas,” jelasnya. Lebih lanjut mengenai EVLa berasal dari kata Endovenou yang berarti di dalam pembuluh darah atau dari dalam pembuluh darah. Sedangkan laser adalah semacam transmisi energi oleh cahaya. Sedangkan ablation adalah istilah yang berarti untuk menghancurkan. Oleh karena itu EVLa berarti laser yang digunakan untuk menghancurkan pembuluh darah dari dalam.

Prosedurnya menggunakan sebuah laser serat tipis (fiber) dimasukkan melalui kateter kecil yang ditempatkan di vena menggunakan panduan USG. Serat laser memberikan panas ke dinding vena. Hal ini yang menyebabkan sel runtuh dan segel tertutup. “Vena, secara bertahap akan diserap oleh tubuh dan darah secara alami akan kembali diarahkan melalui pembuluh darah sehat yang tersisa,” paparnya. Pasien tidak perlu khawatir varises akan muncul kembali setelah dilakukan terapi EVLa ini. Namun, pasien harus tetap menjaga pola hidup untuk mencegah timbulnya varises. “Setelah tindakan EVLa hasilnya permanen hilang, tapi pasien harus menjaga kesehatan sehingga tidak timbul varises yang baru,” tutupnya.

 

Faktor resiko Varises

– Obesitas

– Pekerjaan dengan durasi berdiri yang lama

– Hormonal

– Kehamilan

– Keturunan

 

komplikasi Varises

– Perforasi Pembuluh Darah (lubang)

– Infeksi

– Pigmentasi Kulit

– Pendarahan

– Luka Bakar

– Nyeri

– Kumpulan darah tidak normal di luar pembuluh darah (hematom)

 

Keunggulan Tindakan eVla

– Tanpa sayatan

– Nyaman

– Dapat langsung beraktivitas

– Cepat (Durasi 15-30 menit tindakan)

– Efektif

SUMBER : Batam Pos | Healthy Living | Minggu, 11 Juni 2017
Categories: Media Clipping and RS Awal Bros Batam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *