Puasa Lancar Pasien Diabetes

Ilustrasi (Foto : Internet)

PUASA menjadi tantangan tersendiri bagi penderita diabetes. Ada kekhawatiran penyakit yang diderita akan menghambat pasien untuk melaksanakan puasa.

Namun, selama pasien teredukasi dan disiplin serta mengikuti anjuran dokter, tidak ada masalah bagi diabetesi untuk berpuasa. Hal ini ditegaskan Dokter Spesialis Penyakit Dalam RS Evasari Jakarta, dr M Heru Dento SpPD. Pengaturan pola makan merupakan kunci keberhasilan diabetesi berpuasa. “Pada prinsipnya, puasa hanya memindahkan waktu makan,” ujar dr Heru saat ditemui KORAN SINDO di RS Evasari di Jalan Rawamangun No 47, Pramuka, Jakarta Pusat. Adapun waktu makan bagi penderita diabetes menjadi enam kali waktu makan yang dibagi menjadi tiga kali makan utama dan tiga kali makan selingan.

Selama berpuasa dianjurkan mengubah waktu makan pagi, siang, malam menjadi waktu berbuka puasa, makan tengah malam dan makan sahur. Selain itu, diselingi tiga kali waktu makan camilan di antara jam makan utama tersebut jika diperlukan. Penderita diabetes dianjurkan lebih banyak mengonsumsi makanan yang menghasilkan energi secara lambat seperti gandum, kacang-kacangan, nasi dan semolina, juga menghindari makanan dengan kandungan asam jenuh yang tinggi. Pastikan juga asupan cairan saat berpuasa tercukupi dengan baik setelah buka puasa dan tarawih hingga menjelang imsak.

Hipoglikemi menjadi kekhawatiran tersendiri diabetesi berpuasa, yakni kondisi saat kadar gula darah lebih rendah daripada kadar normal. Kondisi ini ditandai dengan gejala rasa lapar hebat, berdebar-debar, lemas dan gemetar. “Kalau sudah begitu (hipoglikemi), lebih baik dibatalkan saja puasanya,” ucap dr Heru. Hipoglikemi berpotensi muncul bila asupan makan sahur tidak cukup atau waktu melaksanakan sahur terlalu jauh dari waktu imsak. Kondisi ini juga timbul bila penderita melakukan aktivitas berlebihan dan asupan cairan kurang sehingga dapat menimbulkan dehidrasi. Beda lagi dengan hiperglikemi.

Potensi hiperglikemi atau kadar gula sangat tinggi umumnya muncul bila penderita tidak mengontrol asupan makan saat berbuka puasa. Kendati berpuasa, dr Heru tetap menyarankan untuk berolahraga demi menjaga kesehatan. Lakukan olahraga ringan saja, seperti jalan kaki sehabis salat subuh atau sore hari menjelang berbuka puasa. Berdasarkan data International Diabetes Federation (IDF) 2015, Indonesia berada pada peringkat ke-7 dari 10 negara dengan penyandang diabetes terbesar di seluruh dunia. Jumlah penderitanya diperkirakan 10 juta orang.

Sementara data nasional, menurut Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013, tingkat prevalensi diabetes sebesar 6,8% atau sekitar 9,1 juta jiwa.

http://koran-sindo.com/page/news/2017-06-07/4/16/Puasa_Lancar_Pasien_Diabetes

Categories: Media Clipping and RS Evasari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *