Apakah Ibu Hamil Dibolehkan Berpuasa

Ketika sedang hamil dalam Islam sebenarnya diberikan kemudahan untuk mengganti waktu puasa di waktu yang lain atau dengan membayar fidyah, yaitu sejumlah uang yang setara dengan biaya makan selama 1 hari ketika ibu seharusnya berpuasa.  Namun demikian, banyak Ibu yang merasakan sanggup berpuasa dan ingin tetap merasakan kenikmatan bulan Ramadhan bersama keluarga.

Bagi ibu hamil yang secara umum memilliki kesehatan yang  baik, berat badan cukup, serta gaya hidup sehat, biasanya akan mampu beradaptasi dengan suasana puasa dengan  mudah. Namun sebaliknya ibu yang mengalami morning sickness/ mual berlebih serta kondisi-kondisi fisik yang berubah drastis, berpuasa menjadi tantangan tersendiri.

Pada saat hamil, Ibu adalah satu-satunya sumber nutrisi bagi janin. Jika Ibu memiliki simpanan nutrisi yang cukup di dalam tubuhnya, berpuasa tidak membawa dampak yang berbahaya pada ibu dan janin. Nah, bagaimana kita bisa mengukur apakah kita memiliki simpanan nutrisi yang cukup?

Biasanya hal-hal yang mempengaruhinya adalah:

1) Kondisi kesehatan ibu secara umum sebelum hamil. Apakah ibu memiliki riwayat mudah jatuh sakit? Sering pusing atau merasa letih berlebihan, meskipun sudah beristirahat dengan cukup. Ini mungkin termasuk bahasa tubuh yang perlu diperhatikan dalam menjawab apakah kita sanggup berpuasa.

2) Kondisi kehamilan ibu. Apakah berat badan naik dengan baik? Apakah selama kehamilan memiliki keluhan-keluhan tertentu seperti mual berlebih,  pusing, sering kontraksi, demam, bahkan pingsan? Jika ada riwayat seperti ini, biasanya tenaga kesehatan akan lebih berhati-hati dalam mengijinkan seorang ibu hamil untuk berpuasa.

Selain dari faktor nutrisi internal ibu, tenaga kesehatan juga biasanya mempertimbangkan lamanya waktu berpuasa. Perlu diingat untuk negara-negara dengan 4 musim, ketika waktu berpuasa jatuh di musim panas, dimana panjang hari dan suhu udara menjadi lebih tinggi daripada biasanya, kegiatan berpuasa bagi ibu hamil meningkatkan risiko dehidrasi yang lebih tinggi.

Jadi, hubungi bidan dan dokter kandungan serta berkonsultasilah sebelum ibu memutuskan untuk berpuasa.

Kemudian, jika sudah menjalankannya, dengarkan isyarat dari tubuh. Jika terasa pusing, lesu, capek bahkan ketika Ibu sudah beristirahat dengan cukup, bahkan terasa ingin pingsan atau terjadi pingsan, segera berbuka dengan air yang mengandung gula dan garam dan hubungi dokter dan bidan segera.

Tanda-tanda lainnya yang mesti diperhatikan dan membutuhkan Ibu atau suami atau orang yang mendampingi untuk segera menghubungi dokter dan bidan adalah jika ibu hamil:

–       Tidak bertambah berat badan, atau bahkan berat badan turun. Oleh karena itu penting bagi ibu hamil untuk mengukur dan menyimpan catatan rutin terkait berat badan sendiri di rumah secara teratur selama puasa.

–       Merasa sangat haus. Buang Air Kecil menjadi sangat berkurang atau ketika BAK, urin yang dikeluarkan berwarna gelap atau sangat berbau. Ini tanda-tandanya dehidrasi

–       Mengalami sakit kepala, demam, atau sakit lainnya

–       Merasa mual atau bahkan muntah

–       Merasakan pergerakan janin yang tidak biasa

–       Merasakan kontraksi

Categories: Artikel and RS Awal Bros Panam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *