Puasa Bukan Halangan Bagi Penderita Maag

dr . Inva Yolanda, Sp.PD

Ramadan telah tiba. Kewajiban umat Islam melaksanakan puasa Ramadan selama sebulan penuh. Jika berhalangan atau ada aral, maka diwajibkan membayarnya.

Bagi yang menderita penyakit di antaranya mengalami gangguan lambung, maka harus menyesuaikan pola makannya. Bahkan, dengan berpuasa, dipercaya justru dapat menyehatkan. Banyak anggapan penderita sakit maag tidak boleh berpuasa. Namun hal itu tidaklah benar. Karena penderita maag juga tetap bisa puasa dan melakukan aktivitas seperti biasanya. Hanya saja penderita sakit maag perlu memanajemen diri sehingga puasa yang dilakukan tidak memperburuk sakit maag yang diderita. Demikian dikatakan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Rumah Sakit Awal Bros Panam dr Inva Yolanda SpPD.

“Tetapi sebelum melaksanakan puasa ada baiknya pasien melakukan konsultasi terlebih dahulu dengan dokter sehingga puasa yang dilakukan tepat. Tapi tidak semua penderita maag diperbolehkan berpuasa seperti penderita maag yang sudah mengalami pendarahan lambung dengan gejala muntah darah atau buang air besar hitam, muntah berulang dan setiap makan muntah memang tidak diperbolehkan puasa. Bahka mereka harus dirawat di rumah sakit untuk mengatasi gangguan sakit maagnya tersebut,” ujar dr inva.

Sakit maag dibagi menjadi dua kategori, yaitu dispepsia fungsional dan dispepsia organik. Dispepsia  fungsional terjadi jika penderitanya makan tidak teratur, makan makanan berlemak, minuman bersoda, kopi, stres dan merokok, tanpa ada kerusakan berarti di dalam lambung.

Sedangkan maag organik terjadi karena adanya sesuatu yang tidak normal di dalam lambung, seperti tukak lambung, tukak usus dua belas jari, GERD (Gastroesophageal reflux disease), polip atau kanker di kerongkongan, usus duabelas jari dan lambung. Untuk menghindari rasa tidak nyaman yang berlebihan, penderita maag dianjurkan untuk mengonsumsi obat penekan asam lambung.

Dikatakan dr. Inva Agar penderita maag tetap sehat dan bugar menyelesaikan puasa, pasien dianjurkan tetap melaksanakan sahur dan buka puasa, tetap minum obat bagi yang berpenyakit kronis, banyak mengonsumsi sayur dan buah-buahan, banyak minum air waktu buka sampai sahur, jumlah tidur yang cukup, tidak berlebihan. Hindari makanan yang banyak mengandung gas, seperti makanan berlemak, sayuran sawi dan kol, buah nangka dan pisang ambon, makanan berserat (kedondong), buah yang dikeringkan dan minuman yang mengandung soda, hindari makanan yang merangsang pengeluaran asam lambung, seperti kopi, minuman beralkohol, anggur putih, sari buah citrus dan susu full cream, hindari makanan yang sulit dicerna, yang dapat memperlambat pengosongan lambung, seperti kue tart dan keju. hindari makanan yang secara langsung merusak dinding lambung, seperti yang mengandung cuka, pedas, merica dan bumbu yang merangsang, hindari makanan yang melemahkan klep kerongkongan bawah antara lain alkohol, cokelat, makanan tinggi lemak dan gorengan.

Apakah sakit maag bisa sembuh secara total? Dr Inva menjelaskan, hal itu bisa saja terjadi. Sakit maag bisa disembuhkan. Umumnya keluhan maag yang ringan dapat sembuh/hilang spontan namun sering kambuh lagi bila terdapat faktor pemicunya, berupa: makan makanan berlemak dan pedas, makan terlalu cepat, terlalu banyak konsumsi, alkohol maupun kafein, stres atau cemas, dan beberapa obat-obatan juga dapat memicu terjadinya maag. Bila keluhan yang dirasakan ringan , tidak perlu kuatir. Namun bila keluhan berat dan tidak seperti biasanya, semakin sering muncul, dan mengganggu aktivitas, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Terutama bila mengalami keluhan penurunan berat badan atau kehilangan nafsu makan, buang air besar berwarna hitam, muntah darah, terasa nyeri saat menelan atau kesulitan menelan makanan, sesak, nyeri ulu hati menjalar hingga dada dan berkeringat.

“Saat memeriksakan diri ke dokter, bisa jadi pasien kita anjurkan untuk melakukan pemeriksaan seperti endoskopi, tergantung dari hasil pemeriksaan fisik dokter. Untuk mencegah maag kambuh, perlu menghindari faktor pencetusnya dan sebaiknya makan dalam porsi kecil namun lebih sering. Bila keluhan maag disertai rasa terbakar dari ulu hati menjalar hingga leher dan pangkal lidah, disertai mulut terasa pahit, gigi mudah berlubang, bau mulut, maka ada kemungkinan Anda mengalami GERD (gastroesofagal refluks) yaitu bentuk maag yang lebih berat karena terjadi aliran balik asam lambung dan menyebabkan iritasi sepanjang saluran pencernaan atas,” tutup dr inva.***

Sumber :Tribun Pekanbaru,07 Juni 2017, Halaman 5

Categories: Media Clipping and RS Awal Bros Panam.

Comments

  1. Maag saya sering kumat kalo telat makan dan saya paling bingung ketika bulan puasa sudah datang, tetapi dengan membaca artikel ini membantu saya untuk menjalani ibadah puasa saya kedepannya. Sangat membantu, terima kasih banyak. 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *