Penting! Cegah Kanker Serviks Sejak Dini

Kepergian selebritis Indonesia Julia Perez (Jupe), seolah menyadarkan para perempuan Indonesia tentang mencegah penyakit kanker serviks sejak dini sehingga musibah serupa tidak mendera. Kepergian Jupe dikarenakan mengidap kanker serviks stadium akhir menjadi pengalaman dan pembelajaran penting bagi kaum hawa. Para Mellenials, sangat penting mengetahui sejak dini apa dan bagaimana pencegahan kanker serviks.

Menurut data Globocan 2008, di dunia lebih dari 700 perempuan meninggal setiap hari karena kanker serviks ini. Sebanyak 80 persen kasus kematian terjadi di negara-negara berkembang. Walaupun kanker serviks banyak menyerang wanita usia 36-55 tahun, tidak menutup kemungkinan para Mellennials bisa terserang penyakit serupa sewaktu-waktu jika tidak mencegahnya mulai dari sekarang.

Apakah yag meyebabkan terjadinya kanker serviks? Menurut dr. Gina Rotty, SpOG selaku dokter spesialis rahim dan kandungan di Rumah Sakit Awal Bros (RSAB), Batam, kanker serviks terjadi bukan karena penyakit turunan tetapi disebabkan oleh virus tipe-tipe, yaitu Human Pappilomavirus Virus (HPV).

HPV adalah virus umum yang memiliki lebih dari 300 tipe yang dapat menginveksi daerah kewanitaan. Secara umum, ada empat tipe yang biasanya menginveksi pada manusia yaitu tipe 16 dan 18 yang menyebabkan kanker serviks dan tipe 6 dan 11 yang menyebabkan kutil kelamin.

Dia menambahkan, ada dua jenis penyakit pada mulut rahim. Pertama, bisa dikatakan jinak yaitu kutil kelamin. Penyakit ini bisa dilakuan penyembuhan dengan mudah. Kedua, yang ganas yang disebut kanker mulut rahim atau serviks.

Dokter Gina mengingatkan bahwa virus HPV tidak dapat menular dari toilet umum melainkan dari kontak langsung melalui hubungan intim. Sebab, virus itu tidak bisa hidup di alam terbuka, melainkan hanya dapat berkembang di jaringan tubuh manusia.

HPV dapat menginfeksi baik laki-laki dan perempuan melalui segala aktivitas yang memungkinkan adanya kontak kelamin dengan orang yang terinfeksi Transmisi HPV bisa terjadi karena melalui hubungan seksual dengan penetrasi atau aktivitas seksual dengan beberapa pasangan.

“Kebanyakan infeksi HPV tidak menunjukkn gejala ataupun tanda yang khusus. Sebab itu kebanyakan orang yang sudah terinfeksi HPV tidak menyadari kalau dirinya sudah terinfeksi HPV atau bahkan menularkannya” terang Gina.

Kanker serviks dapat dideteksi dengan melakukan tes Pap smear. Tes ini merupakan bagian dari pemeriksaan yang dapat membantu mendeteksi adanya sel yang abnormal pada serviks sebelum sel tersebut berkembang menjadi prakanker atau justru kanker serviks. Mencegah lebih baik daripada mengobati, hal itu memang benar adanya. Kanker serviks dapat dicegah, salah satunya dengan memberikan vaksin.

Ada dua tipe vaksin dalam pencegahannya. Pertama adalah pencegahan primer dengan melakukan vaksinasi yang dapat membantu memberikan sebagian perlindungan. Kedua, pencegahan sekunder yakni dengan melakukan Pap smear testing secara teratur. Cara ini dapat membantu melindungi diri dari risiko berkembangnya kanker serviks.

Tips  Cegah Kanker Serviks Sejak Dini

  1. Tidak dianjurkan untuk menikah terlalu muda.
  2. Pap smear dianjurkan bagi yang sudah menikah atau yang sudah pernah melakukan hubungan seksual.
  3. Vaksinisasi sejak dini yang bisa diberikan pada usia 9 -13 tahun, tetapi tidak menutup kemungkinan bahwa hingga usia 45 tahun masih bisa untuk dilakukan vaksinisasi.
  4. Vaksininasi dilakukan sekali dalam seumur hidup.
  5. Hindari berhubungan seksual dengan berganti – ganti pasangan.
  6. Jaga kesehatan karena kanker dapat berkembang saat daya tahan tubuh tidak baik.
SUMBER : tribunnews.com | 16 Juni 2017
Categories: Media Clipping and RS Awal Bros Batam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *