Tindakan Operasi Kista Ovarium Dengan Laparoskopi

Dokter Spesialis Obgyn RS Awal Bros Panam

dr. Servin Pandu Djaganata M.Ked (OG), SpOG

KANDUNG telur (Ovarium) adalah salah satu organ reproduksi pada wanita yang berfungsi menghasilkan telur dan hormon-hormon tertentu yang berkerja dalam waktu dan dengan ambang batas tertentu yang berjalan secara siklik dan periodik. Apabila sistem ini terganggu maka akan timbul kelainan pada menstruasi seorang wanita, kelainan ginekologi seperti kista dan yang paling utama adalah terganggunya kemampuan seorang wanita untuk mendapatkan kehamilan.

Ada beberapa cara penanganan kista ovarium, hal ini dipilih berdasarkan keadaan klinis pasien dan hasil temuan pemeriksaan ginekologi  yang pertama adalah dilakukan observasi. Pasien diperiksa kembali setelah satu sampai tiga bulan untuk melihat perubahan ukuran kista. Kedua adalah tindakan Operasi, jika kista kandung telur tidak menghilang setelah beberapa bulan, bahkan membesar, mengganggu fungsi organ sekitar, menimbulkan nyeri atau mencurigakan pada saat pemeriksaan USG atau bila ditemui pada wanita yang sudah menopause. Pembedahan ini dapat dilakukan dengan cara laparoskopi atau laparotomi. Ketiga menggunakan Pil KB, pada wanita tertentu yang mempunyai kista ovarium, dokter dapat memberi pil kontrasepsi untuk mencegah terjadinya ovulasi. Hal ini akan mengurangi kemungkinan perkembangan dan timbulnya kista baru.

Tindakan laparoskopi sebaiknya menjadi pilihan bagi wanita yang menderita kista ovarium dan tetap ingin mempunyai keturunan ataupun kelainan ginekologi lainnya; kelainan pada bentuk rahim, saluran tuba (tersumbat, perlekatan, pembesaran saluran), jaringan parut/ perlekatan (adhesi pelvis), kista ovarium; kista coklat (endometrioma), kista endometriosis, kista dermoid, kista adenoma, tumor fibroid (myoma uteri), adenomiosis, kehamilan diluar kandungan dan kelainan pada kandung telur (ovarium) seperti PCOS, menegakkan diagnosis masalah ketidaksuburan (infertil) yang sebelumnya tidak diketahui penyebabnya. Misalnya, wanita yang memiliki endometriosis berat dapat dikenali dengan menggunakan USG, namun seorang wanita dengan endometriosis ringan dan atau dengan perlekatan (adhesi pelvic) tidak dapat dilihat dengan USG, Sinar-X atau CT Scan, keadaan ini hanya dapat diidentifikasi dengan operasi seperti laparoskopi.

Perlu diketahui laparoskopi adalah suatu prosedur operasi dengan cara memasukan instrumen teleskop kecil melalui sayatan kecil (1cm) di pusar. Gas karbon dioksida (CO2) dimasukkan ke dalam perut sebelum memasukkan teleskop. Ini mengangkat dinding perut dan memungkinkan beberapa pemisahan organ di dalam perut sehingga memudahkan dokter untuk melihat organ reproduksi selama operasi. Hal ini yang memungkinkan visualisasi/ melihat dengan jelas organ di perut dan panggul termasuk daerah rahim, saluran tuba dan kandung telur (ovarium) yang terletak di rongga perut bagian terbawah. Jika ada cacat/ abnormal yang ditemukan maka dilakukan koreksi dengan operasi laparoskopi dengan cara membuat port tambahan dengan sayatan kecil (0,5cm) untuk instrumen laparoskopi sebanyak 2-3 titik yang biasanya dibuat di bagian atas garis rambut kemaluan di perut bagian bawah dan di dua titik (dua jari diatas tulang panggul ke arah tengah tubuh). Bersama dengan teloskop di pusar, ini membentuk segitiga yang memungkinkan dokter melakukan hampir semua prosedur operasi yang dapat dilakukan dengan menggunakan operasi laparotomi terbuka yang lebih konvensional di mana sayatan akan jauh lebih besar.

Secara umum keuntungan laparoskopi adalah menurunkan angka kesakitan setelah operasi (Nyeri dan Luka yang minimal) sehingga mempercepat proses pemulihan dan Rawat inap yang singkat. Kemungkinan perlekatan yang lebih ringan, kosmetik yang jauh lebih baik, kerja lebih detail dan gangguan regangan mekanik yang lebih ringan dan juga menurunkan kemungkinan terjadinya Ventral Hernia : 11% Midline  vs  4,7% Transversal  vs 0,7% laparoskopi.

Dimana kekhawatiran untuk melakukan operasi bedah besar yang dirasakan pasien dapat terhindar dengan tindakan laparoskopi, sehingga luka pada pasien saat operasi sangat minim dan masa pemulihannya juga cepat.

 

 

Jadwal dr. Servin Pandu Djaganata, M.Ked (OG), SpOG,

Jumat, Pukul 15.00 – 18,00 WIB

Sabtu, Pukul 17.00 – 20.00 WIB

Categories: Artikel and RS Awal Bros Panam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *