Atur Asupan Makanan : Tetap Perhatikan Kesehatan Saat Mudik

Hanya dalam hitungan beberapa hari lagi, bulan Ramadhan akan segera berlalu. Hari Raya Idul Fitri atau lebaran pun sebentar lagi akan tiba.
Sudah menjadi tradisi sekaligus budaya bagi masyarakat di Indonesia untuk pulang ke kampung halaman atau yang lebih  dikenal dengan ‘Mudik’ saat memasuki Hari Raya Lebaran Idul Fitri.
Melalui tradisi mudik ini, masyarakat seperti bernostalgia dengan kenangan-kenangan semasa di kampung halaman sekaligus dijadikan ajang untuk berkumpul dan bersilaturahmi dengan keluarga dan sanak saudara di kampung.
Dengan demikian, persatuan dan rasa kekeluargaan akan semakin erat. Rasa kasih sayang antar sesama juga akan semakin tumbuh.
Tidak dapat dipungkiri jika rata-rata penduduk yang menghuni kota-kota besar merupakan para perantau. Tak mengherankan memang jika saat memasuki mudik, kota tersebut akan lengang ditinggal oleh penghuninya.
Besarnya jumlah pemudik diperkirakan akan mencapai puncaknya pada H-3 hingga H-1 menjelang Hari Raya Lebaran.
Akibat membludaknya jumlah pemudik ini yang melakukan perjalanan mudik baik melalui darat dengan kendaraan sepeda motor, mobil, angkutan umum, kereta api, serta udara dengan pesawat terbang, dan laut dengan kapal laut.
Namun biasanya, pemudik banyak yang memilih untuk mudik dengan moda transportasi darat, baik kendaraan pribadi maupun kendaraan angkutan umum.
Tak sedikit juga dari para pemudik yang bakal menempuh jarak perjalanan dengan waktu yang lumayan lama, antara belasan hingga puluhan jam.
Tentu saja dalam hal ini, pemudik harus mempersiapkan diri secara baik sebelum melakukan keberangkatan. Salah satu hal yang mesti dilakukan adalah bagaimana caranya agar menjaga kondisi tetap sehat dan fit hingga sampai di kampung halaman tercinta, bahkan saat kembali lagi ke tempat domisilinya.
Tentu saja kita tidak mau jika tiba-tiba sakit mendera sesaat sampai di kampung halaman lantaran hanya karena persiapan mudik yang kurang maksimal, khususnya kurang menjaga kondisi kesehatan tubuh.
Untuk itu, pada kesempatan kali ini, salah seorang dokter spesialis penyakit dalam di Rumah Sakit Awal Bros, yakni dr. Hendra Asputra, SpPD akan memberikan tips menjaga kesehatan saat mudik.
Tribun berkesempatan menemui dr. Hendra di ruangan kerjanya di Rumah Sakit Awal Bros yang beralamat di jalan Jenderal Sudirman Pekanbaru.
Menurut dr. Hendra, ada beberapa persiapan yang harus dilakukan oleh para pemudik agar kondisi kesehatannya tetap terjaga dan prima. Hal ini karena perjalanan mudik terlebih bagi yang menempuh perjalanan jauh, tentu akan terasa sangat melelahkan.
Apalagi jika pemudik melaksanakan mudik dalam kondisi berpuasa. Dr. Hendra menyarankan untuk sahur dengan porsi makanan dan minuman yang seimbang.
“Pemudik tentu harus lebih ektra dalam menjaga asupan makanannya. Semuanya harus tercukupi, mulai dari karbohidratnya, proteinnya, lemaknya, vitaminnya, semua harus seimbang,” ujarnya.
Dr. Hendra juga menekankan pentingnya minum air putih yang banyak 2 hingga 3 liter sehari dan juga mengonsumsi buah-buahan sebagai asupan energi dan guna mencukupi kebutuhan vitamin dalam tubuh.
Bila diperlukan, dr. Hendra juga menyarankan untuk membawa bekal makanan dan minuman dari rumah. Selain kita bisa mengatur sendiri seperti apa asupan makanan yang dibutuhkan, kita juga akan terhindar dari potensi makanan atau minuman yang dijual di tempat makan yang kita temukan di jalan di mana belum tentu terjamin kebersihan.
“Selain mempersiapkan asupan makanan dan minuman, pemudik juga harus memperhatikan kondisi tubuh saat di perjalanan. Usahakan untuk istirahat setiap 4 jam sekali untuk kembali membuat tubuh fresh kembali,” kata dia.
dr. Hendra juga menyarakan kepada para pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi ini untuk melakukan olah raga kecil yang bertujuan untuk melenturkan kembali otot-otot atau saraf yang tegang lantaran berlama-lama berkendara di jalanan.
“Ini juga penting. Karena salah-salah jika terlalu dipaksakan dengan kondisi duduk yang terlalu lama, bisa memicu kondisi gangguan medis lainnya. Bisa sakit pinggang, penyumbatan pembuluh darah di kaki, dan sebagainya,” ungkap dr. Hendra.
Pemudik bisa melakukan olahraga kecil atau kegiatan peregangan dengan cara menggerak-gerakkan bagian kaki, pinggang, tumit, dan meluruskan kaki.
Aktifitas mudik juga harus lebih diwaspadai bagi para pemudik yang memiliki riwayat penyakit tertentu seperti hipertensi, diabetes, asma, dan lain-lain.
Untuk itu, para pemudik dengan penderita penyakit tertentu ini disarankan melakukan persiapan yang lebih ekstra untuk tetap dapat melaksanakan mudik. Misalnya mempersiapkan obat-obatan yang dibutuhkan, dan juga menjaga pola makan.
Untuk penderita hipertensi disarankan agar menjauhi makanan yang banyak mengandung lemak dan garam. Terlebih saat lebaran, biasanya makanan yang identik dimasyarakat kita adalah makanan yang mengandung lemak tinggi, seperti daging-dagingan, lemak bersantan, dan lain-lain.
“Pastikan jika porsi makannya cukup dan tidak berlebihan. Yang terpenting harus tetap banyak mengonsumsi air putih dan buah-buahan, istirahat cukup, dan obatnya tetap dikonsumsi sesuai anjuran dokter,” jelasnya.
Untuk penderita diabetes, maka kasusnya pun sebenarnya tak jauh berbeda. Pemudik yang menderita diabetes ini juga harus pandai-pandai memilih makanan dan minuman untuk dikonsumsi. Hindari mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung gula tinggi, misalnya minuman ringan (soft drink), manisan, dan lain-lain.
“Biasanya kalau sudah lebaran memang banyak pasien yang luput (lupa) dengan kondisi tubuhnya. Jangan sampai nanti karena tidak perduli dengan kondisi tubuhnya sendiri, pas habis lebaran baru terasa efeknya,” bebernya.
Yang tak kalah pentingnya yang harus diwaspadai disebutkan dr. Hendra adalah kondisi cuaca ekstrim dan terkadang suka berubah-ubah tak menentu.
Kondisi cuaca seperti ini juga cukup berbahaya jika tak disikapi dengan benar. Pasalnya, perubahan cuaca dan suhu secara ekstrim secara cepat juga dapat mempengaruhi dan memicu timbulnya perubahan pada kondisi tubuh.
“Untuk itu persiapkan segala sesuatunya, misalnya jaket tebal, mantel hujan, dan juga obat-obatan yang dibutuhkan jika sewaktu-waktu kondisi tubuh kita turun. Jika sudah begini, maka biasanya virus penyebab infeksi akan dengan mudah masuk ke dalam tubuh.
Selain itu, selama mudik usahakan juga untuk menghindari diri dari begadang hingga larut malam. Karena jika sudah bertemu sanak saudara yang sudah lama tidak bertemu, biasanya akan lupa waktu.
Pemudik juga dapat mengonsumsi tambahan multivitamin tertentu jika diperlukan untuk menambah imunitas tubuh. Namun usahakan tetap mengonsumsi asupan vitamin alami, misalnya dari buah-buahan dan sayuran.
Terakhir, para pemudik juga disarankan untuk dapat melakukan pengecekan kondisi kesehatannya sebelum melakukan perjalanan mudik. Hal ini untuk mengetahui seperti apa status kesehatannya.
“Pemudik bisa melakukan cek kesehatan seminggu sebelum mudik. Konsultasikan dulu ke dokternya agar ditetapkan status kesehatannya, apakah layak, layak bersyarat, atau tidak layak sama sekali untuk melakukan perjalanan mudik. Nanti disesuaikan juga dengan spesifikasi penyakitnya,” tutur dr. Hendra.
Pemudik juga harus memahami betul seperti apa kondisi di kampung halamannya.
“Misalnya penderita asma, kalau di tempat dingin kan biasanya akan cepat kambuh penyakitnya. Ini juga harus diwaspadai. Persiapkan obat-obatan dan segala sesuatunya yang diperlukan. Jangan lupa konsultasi ke dokter, nanti akan diberitahu seperti apa penanganan awal jika penyakitnya kambuh,” kata dia.
Selain itu, pemudik juga harus mengetahui di mana lokasi untuk mendapatkan fasilitas kesehatan terdekat, seperti klinik, rumah sakit, puskesmas, dan lain-lain. Jangan lupa membawa resep atau contoh obat dari dokter untuk berjaga-jaga kalau penyakitnya kambuh atau obatnya habis.(rzk/adv)
Sumber : Tribun Pekanbaru, 20 Juni 2017
Categories: Media Clipping and RS Awal Bros Pekanbaru.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *