Dr. Nurhidayati Endah Puspita Sari, MARS: Memberikan motivasi dan bimbingan kepada staf untuk mengubah kegagalan menjadi keberhasilan.

Memposisikan diri sebagai pembimbing adalah gaya memimpin yang diterapkan oleh dr. Nurhidayati Endah Puspitasari, MARS, di lingkungan RS Awal Bros Pekanbaru.

Sejak dipercaya menjabat sebagai Direktur RS Awal Bros Pekanbaru pada tahun 2016, dr. Ita sapaan akrab dr. Nurhidayati Endah Puspisari telah berhasil membawa RS Awal Bros Pekanbaru meraih penghargaan diantaranya The Most Reputable Hospital in Service Excellent, Penghargaan P2 HIV & AIDS 2016 dan penghargaan atas nama pribadi dr. Ita yaitu Anugerah Perempuan Indonesia (API) dalam kategori Rumah Sakit dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak tahun 2017.

Keberhasilan meraih penghargaan tersebut tentu selaras dengan keberhasilan dirinya memimpin dan mengarahkan stafnya di RS Awal Bros Pekanbaru. Saat ditanya, bagaimana cara ia memotivasi jika ada divisi yang belum berhasil mencapai target, maka jawabnya, “Secara garis besar, terdapat 2 hal yang akan saya lakukan yakni pertama, memberikan motivasi dan yang kedua adalah memberikan bimbingan untuk mengubah kegagalan menjadi keberhasilan.

Motivasi yang saya berikan mulai dari mengingatkan tugas kita sebagai manusia adalah berusaha memberikan yang terbaik namun untuk hasil bergantung pada Tuhan YME,” kata dr. Ita. Beliau selalu mengingatkan hal tersebut kepada para stafnya maupun diri sendiri bertujuan agar staf selalu berusaha maksimal untuk memberikan yang terbaik.

Untuk cara kedua dr. Ita selalu menjalankan perannya membimbing divisi atau staf yang belum berhasil mencapai target, “yang kedua adalah memberikan bimbingan untuk mengubah kegagalan menjadi keberhasilan dengan cara bersama-sama mencari alternatif upaya lain yang belum pernah dilakukan, mencoba hal-hal baru, mencari referensi terbaik serta hal lain yang terkait upaya mencapai target yang ditetapkan.” Jelasnya.

 

Tantangan yang paling sering dihadapi
Memimpin sebuah rumah sakit besar seperti RS Awal Bros Pekanbaru, tentu bukan perkara mudah. Banyak tantangan yang harus dihadapi setiap harinya “Tantangan yang paling sering dijumpai dalam memimpin RS Awal Bros adalah menyelaraskan kepentingan pasien, staf dan stakeholder.” Kata dr. Ita.

Menurut dr. Ita rumah sakit merupakan organisasi yang kompleks di dalamnya terdapat banyak profesi dengan latar belakang pendidikan yang berbeda. Seluruh pihak tersebut tentunya memiliki kepentingannya masing-masing, sehingga menyelaraskan kepentingan masing-masing pihak menjadi tantangan yang paling sering ditemui selama menjadi Direktur RS Awal Bros Pekanbaru.

 

Kesulitan merupakan tantangan untuk kita bisa menjadi manusia yang lebih kuat dan lebih baik lagi
Dalam perjalanan karir seseorang pasti pernah mengalami pasang dan surut. Dr. Ita membagi sedikit pengalamannya, “saya tidak pernah memandang suatu hal sebagai kegagalan. Dalam karir yang saya jalani saat ini, suka duka, kondisi sulit dan senang merupakan suatu rangkaian yang harus dijalani sebagai pelajaran kehidupan. University of Life.  Semua pengalaman itu memperkaya saya hingga menjadi seperti sekarang,” kata dokter lulusan Universitas Indonesia ini.

“Ada saatnya kita sulit untuk meraih apa yang kita inginkan. Namun bila kita bersungguh-sungguh Insha Allah selalu ada jalan.” jelas dr. Ita

 

Tiga cara untuk mengusir kejenuhan
Ditengah rutinitas yang padat dr. Ita selalu menyempatkan diri untuk menonton film, membaca buku dan traveling. “Untuk mengusir kejenuhan saya biasa mengalokasikan waktu paling tidak 1 bulan sekali untuk traveling. Tidak selalu murni traveling untuk berwisata, namun dapat juga disela-sela perjalanan dinas, saya berusaha menikmati perubahan suasana yang saya peroleh saat perjalanan tersebut,” sambung dr. Ita. “Selain traveling saya juga suka mengisi waktu luang dengan membaca buku dan juga menonton film. Alhamdulillah cara itu dapat mengusir kejenuhan,” tutup dr. Ita. (WT)

Categories: Artikel and Grup RS Awal Bros.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *