Ubah Gaya Hidup, Kunci Bertahan dari Diabetes

Dokter Spesialis Penyakit Dalam RSAB, dr. Ani Yeo, SpPD menjelaskan kepada pasien screening diabetes di ruang kerjanya di RSAB Batam.

Berdasarkan data Rumah Sakit Awal Bros (RSAB) Batam, diabetes termasuk 10 besar penyakit yang paling banyak pengidapnya. Pengidap diabetes tiap tahunnya mengalami pertumbuhan, karena penyakit ini adalah penyakit regeneratif.

Dokter penyakit dalam RS Awal Bros Batam yaitu dr. Ani Yeo, SpPD mengatakan, diabetes dibagi menjadi dua tipe, yakni tipe 1 dan 2. Diabetes tipe 1, paling banyak terjadi pada anak-anak di bawah usia 15 tahun. Umumnya terjadi karena pankreas mengalami kerusakan dan tidak bisa memproduksi insulin. Ditandai dengan nafas berat sesudah berolahraga dan kadar gula di atas 400 mg/dl.

Diabetes tipe 2 merupakan jenis diabetes yang lebih umum terjadi dan pengidapnya rata-rata adalah dewasa. Tipe 2 terjadi karena tubuh tidak memproduksi hormon insulin yang mencukupi atau karena insulin tidak dapat digunakan dengan baik (resistensi insulin). Dokter Spesialis Penyakit Dalam RSAB Batam, dr. ani Yeo, SpPD mengatakan kembali, ada banyak faktor resiko seseorang mengidap diabetes. “Selain dari riwayat keluarga, ada faktor kegemukan, darah tinggi, kolesterol, asam urat dan obesitas sentral,” sebut ani, Sabtu (17/6). Obesitas sentral ini adalah obesitas yang terjadi hanya pada bagian lingkar perut alias buncit. Untuk laki-laki, lingkar perut di atas 90 cm layak disebut obesitas sentral.

“Pada wanita, lingkar perutnya di atas 80 cm,” ucapnya. Diabetes awalnya ditandai dengan gejala ringan yang jarang diketahui pasien. ada tiga keluhan utama, yakni sering merasa haus, lapar dan sering buang air kecil. gejala ini memaksa penderita terus mengkonsumsi makanan, namun berat badan justru mengalami penurunan. “gejala ini juga harus dipastikan melalui test laboratorium, diabetes jika hasil menyebutkan gula darah lebih dari 200 mg/dl,” ujarnya. Kondisi ini belum bisa disebutkan vonis diabetes.

Pasien juga harus memeriksakan kadar gula puasa ini. gula puasa merupakan proses tidak makan dan minum mulai dari jam 10 malam hingga 6 pagi. Pasien harus lakukan pemeriksaan lanjutan jika kadar gulanya mencapai 126 mg/dl. Pemeriksaan Hba1C diberikan untuk memberi kepastian kadar gula darah dalam rata-rata 2-3 bulan. nilainya dari kadar akumulasi gula darah yang terikat di sel eritrosit. “Pada pasien normal biasanya kadar gulanya di bawah 5,7 persen. Prediabet atau calon diabetes berkisar antara 5,7 hingga 6,5 persen. Lalu, diabetes di atas angka 6,5 persen,” jelas ani.

Lanjut penatalaksanaannya, ani mengatakan diabetes tipe 1 harus mendapatkan suntikan insulin, karena pankreasnya sudah tidak bisa menghasilkan insulin lagi. Pada tipe 2, pasien harus total mengubah gaya hidup dan pemberian obat oral. Kebanyakan pasien justru sering mengabaikan resep obat dokter yang telah diberikan.

“Resep dokter tersebut sudah dihitung sesuai dengan kebutuhan pasien, jadi pasien harus sadar betul pentingnya konsumsi obat tersebut sesuai aturan pakainya,” terangnya. Dahulu seringkali insulin dianggap sebagai alternative terakhir, pada zaman sekarang justru insulin bisa diberikan diawal untuk mengistirahatkan sel pankreas. Ada beberapa jenis obat yang biasanya diberikan dokter sesuai kebutuhan pasien. “Pasien dengan obesitas bisa konsumsi obat yang bisa menurunkan berat badan. Begitu pula sebaliknya,” ujar dokter berambut panjang ini.

Komplikasi diabetes dibagi lagi menjadi dua, yakni akut dan kronis. Diabetes akut atau jangka pendek sering diikuti dengan berbagai komplikasi seperti, hipoglikemia, hyperglikemia dan ketoacidosis. Dalam kasus hipoglikemia terjadi level glukosa dalam darah yang terlalu rendah. Sedangkan untuk hiperglikemia adalah kondisi yang serius dimana gula darah tinggi dalam waktu panjang yang dapat menyebabkan kerusakan jaringan dan organ tubuh. Komplikasi ini dapat terjadi jika pasien tidak mengambil tindakan-tindakan untuk mengurangi level glukosa dalam darah seperti injeksi insulin atau disebabkan karena pola makan dan gaya hidup yang tidak berorientasi pada penenangan penyakit diabetes.

Untuk komplikasi penyakit diabetes ketoacidosis, terjadi saat tubuh tidak mampu menggunakan glukosa atau gula darah sebagai energi karena kekurangan insulin. “Saat sel-sel tubuh kekurangan energi, mereka akan menggunakan cadangan lemak sebagai energi. Saat jaringan lemak terganggu, terbentuklah zat keton atau racun dalam darah. Kondisi ini dapat mengakibatkan kesulitan bernapas, sakit perut parah dan dehidrasi,” jelasnya. Komplikasi diabetes kronis, kondisi dimana semakin lama seseorang menderita penyakit diabetes, maka akan semakin tinggi pula resiko seseorang mengalami komplikasi akibat dari masalah glukosa dalam darah.

Penanganan yang baik dan tepat bisa mencegah terjadinya komplikasi-komplikasi atau semakin baik pasien mengontrol level glukosa tetap normal maka semakin kecil resiko seseorang terkena komplikasi diabetes. Adapun komplikasi yang terjadi akibat diabetes kronis adalah penyempitan pembuluh darah sehingga berakibat pada struk, jantung, pecah pembuluh darah di mata, ginjal, luka terbuka pada kaki, dan disfungsi ereksi.

“Paling umum terjadi adalah kebas, kesemutan hingga matirasa. Karena itu pasien dengan komplikasi ini tidak pernah disarankan untuk berendam air panas dan tidak memakai sendal,” sebutnya. Diabetes merupakan penyakit yang kompleks, oleh karena itu dibutuhkan penanganan dan kesadaran penderita untuk tetap menjalankan pola hidup yang telah dianjurkan dokter. “intervensi obat dan kontrol gula darah wajib dilakukan penderita diabetes,” tegasnya. Banyaknya pasien yang merenggut nyawa akibat diabetes, rata-rata disebabkan karena ketidakinginan pasien untuk menuruti saran dokter agar segera dilaksanakan amputasi.

Kuncinya bagi diabetes kronis adalah mempertahankan tahapan diabetes agar tidak semakin buruk. Pengobatan adalah hal yang wajib, pencegahan adalah inisiatif. “Karena diabetes tidak bisa disembuhkan total, pemeriksaan dini adalah tindakan preventif yang harus segera dilakukan agar kondisi pasien tidak semakin parah,” tutupnya.

Faktor resiko diabetes :
– Riwayat keluarga
– Obesitas
– Darah tinggi
– Kolesterol
– Asam urat
– Obesitas sentral (buncit)
Tiga Pilar diabetes menurut dr. ani Yeo, SpPd Yang harus dilaksanakan beriringan :
– Edukasi
– Latihan fisik dan pola diet
– Intervensi obat

 

SUMBER : Batam Pos | Minggu, 18 Juni 2017 | Hal. 18
Categories: Media Clipping and RS Awal Bros Batam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *