Ajarkan Anak Makan Sahur dan Berbuka yang Benar

Ilustrasi (Foto : internet)

BERPUASA memberikan kebahagiaan tersendiri jika dijalani bersama seluruh anggota keluarga, termasuk buah hati. Sayangnya, tidak mudah mengajak anak berpuasa, apalagi mengajak anak untuk berpuasa yang sehat. 

Sering kali anak lebih tertarik pada makanan yang menurutnya menarik, seperti yang manis-manis atau permen yang merupakan makanan kurang sehat. Usia anak yang masih kecil juga membuat mereka sulit memahami manfaat kesehatan dari berbagai macam makanan, seperti buah-buahan. Padahal, saat puasa, anak tetap membutuhkan nutrisi pertumbuhan yang optimal. Karena itu, diperlukan cara yang menyenangkan dan mudah untuk mengajak dan mengenalkan manfaat makanan bergizi, terutama saat anak berpuasa. 

“Jika anak sudah ingin berpuasa, orang tua harus mengakomodasi keinginan tersebut. Kita bisa ajarkan makan sahur dan berbuka yang benar, yaitu tidak terlalu banyak mengonsumsi yang manis karena gula sangat mudah terurai. Sebaiknya kita mengajarkan anak-anak mengonsumsi makanan yang berserat tinggi, misalnya roti gandum atau oatmeal,” kata Dokter Spesialis Anak RS Evasari dr Reni Wigati SpA(K). 

Ketahanan anak berpuasa, menurut dr Reni, harus disesuaikan, karena anak belum wajib berpuasa, sifatnya belajar dan para orangtua harus menanamkan pengetahuan tentang kebutuhan tubuhnya apa, tanamkan juga kebutuhan agamanya seperti apa.

(Sumber: http://lifestyle.okezone.com/read/2017/06/15/196/1716805/ajarkan-anak-makan-sahur-dan-berbuka-yang-benar)

Categories: Media Clipping and RS Evasari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *