Waspadai Penyakit Setelah Idul Fitri

SETELAH Hari Raya Idul Fitri, biasanya banyak timbul penyakit yang diakibatkan pola makan yang salah. Idul Fitri merupakan hari kemenangan, setelah umat muslim selama satu bulan penuh menjalankan ibadah puasa. Saat-saat yang menyenangkan bertemu dengan sanak saudara dan saat disuguhkan makanan  khas Idul Fitri yang menggugah selera makan.

Untuk itu selama Idul Fitri ada baiknya menjaga pola makan yang sehat dan mengurangi makanan yang berlemak, banyak mengandung kolesterol dan sebagainya. Demikian disampaikan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Rumah Sakit Awal Bros Panam dr Mohammad Bhukkar Adil Sjam SpPD kepada Riau Pos, Rabu (5/7) di ruang kerjanya.

“Saat berpuasa terjadi perubahan metabolisme dalam tubuh, namun saat berhari raya dan kita mengonsumsi makanan terlalu banyak dengan beragam jenis makanan. Hal ini akan membuat tubuh menjadi “kaget”, sehingga terjadi perubahan metabolisme yang secara tiba-tiba. Hal ini dapat menimbulkan beberapa penyakit. Namun bila tetap melanjutkan berpuasa, maka tubuh akan tetap sehat,” Ujar dr Bhukkar.

Dijelaskan dr Bhukkar, penyakit yang timbul di antaranya maag, diare, batuk, pilek, radang tenggorokan hingga infeksi saluran pernapasan, kenaikan kadar gula darah, kolesterol dan asam urat, kecapean dan kelelahan.

Diare

Selain darah tinggi yang kerap dijumpai usai lebaran adalah keluhan diare. Buang air besar yang sering (lebih dari 3 kali) dengan konsistensi encer/cair, bisa disertai mual-muntah dan demam umumnya disebabkan oleh bakteri dan virus pada makanan yang telah terkontaminasi. Makan makanan yang dipanasin berulang-ulang, membeli jajanan tertentu yang belum teruji bebas kuman penyebab penyakit dari oknum tidak bertanggung.

Sakit maag

Keluhan utama yang sering dilontarkan adalah nyeri ulu hati, perut terasa penuh, perih, kembung, rasa terbakar, disertai mual dan kadang muntah kemungkinan dipicu oleh makanan pedas, berbumbu tajam, minuman bersoda yang sering dikonsumsi di hari raya.

Peningkatan kadar gula darah dan kolesterol
Kondisi ini muncul setelah terlalu banyak mengonsumsi makanan manis, terutama saat lebaran. Tidak bisanya mengontrol asupan makanan manis selama hari lebaran menimbulkan kadar gula darah terus-menerus tinggi dan bahkan berisiko hiperglikemia.

Serupa dengan peningkatan kadar gula darah, meningkatnya kolesterol juga timbul sebagai akibat terlalu banyak mengonsumsi makanan berlemak saat lebaran seperti opor ayam, sambal goreng kentang, sayur labu, dan ayam goreng.

Makanan yang sering disajikan biasanya adalah makanan yang pedas dan bersantan. Apabila Anda mengkonsumsi secara berlebihan dan terburu-buru, hal ini bisa menyebabkan maag Anda kambuh. Makanan tersebut biasanya terdari berbagai macam  bumbu yang dapat menyebabkan gangguan saluran pencernaan seperti diare, makanan yang terdiri dari berbagai macam bumbu yang kuat dapat memicu terjadinya radang tenggorokan, Saat Anda makan secara berlebihan ini akan menyebabkan lonjakan kadar gula darah, kolesterol, asam urat dalam tubuh yang akan meningkatkan terjadinya penyakit kencing manis, kolesterol, asam urat meningkat.

“Hal ini juga dapat terjadi, karena aktivitas yang terlalu banyak selain berkunjung ke rumah saudara dan mungkin melakukan perjalanan mudik. Untuk itulah, saat mempersiapkan mudik di hari raya ada baiknya imbangi dengan konsumsi vitamin serta pola makan yang sehat dan sedapat mungkin sisakan waktu untuk beristirahat,” jelasnya.

Menurut dr Bhukkar, santan pada dasarnya tidak mengandung kolesterol yang tinggi. Namun bila telah melalui proses pemanasan, kandungan gizi dalam santan akan berubah menjadi kolesterol jahat. Selain makanan bersantan, kue kering dan minuman manis yang tinggi gula juga kerap disajikan saat hari raya. Bila menderita diabetes melitus, Anda perlu berhati-hati dalam mengonsumsi kue kering dan minuman manis tersebut. Gula di dalam kue kering dan minuman manis berpotensi menyebabkan kadar gula darah meningkat dengan tiba-tiba.

Sebenarnya, Anda boleh saja mengonsumsi makanan bersantan, kue kering, dan minuman manis, bukan berarti tidak boleh sama sekali. Hanya saja, Anda perlu membatasi konsumsi makanan dan minuman tersebut saat hari raya.

Pada kesempatan itu dr Bhukkar memberikan tips agar terhindar dari berbagai penyakit usai hari raya.

  1. Makan secukupnya, tidak berlebihan
  2. Kunyah makanan dengan baik sebelum ditelan
  3. Makanan sedikit namun sering lebih disarankan daripada makan banyak sekaligus dalam satu waktu
  4. Hindari makanan pedas
  5. Hidari/kurangi konsumsi susu
  6. Makan makanan lunak
  7. Perbanyak minum air putih
  8. Olahraga
  9. Istirahat yang cukup

Sumber:Riau Pos,07 Juli 2017,halaman 14

Categories: Media Clipping and RS Awal Bros Panam.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *