dr . Andre Lukas, SpS: Gangguan Tidur “Ketindihan” ?

Pertanyaan :

Bapak Susanto

Selamat pagi dokter. saya mau tanya, Saya pernah mengalami gangguan saat tidur, waktu itu saya sadar namun saya tidak bisa mengerakkan tubuh saya, kemudian dada saya terasa sesak. kalo kata teman saya itu ditindih setan. apa benar ya dok ? atau ini suatu penyakit ? dan apakah ada obatnya ? terima kasih dokter

Jawaban :

Selamat pagi bapak Susanto. kondisi yang bapak alami adalah sleep paralysis.

Sleep paralysis adalah jenis gangguan tidur parasomnia namun lebih merujuk pada keadaan ketidakmampuan bergerak anggota badan tidak bisa mengeluarkan suara dan sebagainya. Hal ini terjadi karena terganggunya  fase tidur REM. Fase tidur terdiri dari REM (Rapid Eye Movement) dan NREM (Non-Rapid Eye Movement). Tahap pertama adalah fase NREM dimana NREM juga memiliki tingkatan 1 sampai dengan 4, semakin tinggi tingkatan nya maka semakin sulit untuk terbangun dan jika terbangun kita akan mengalami disorientasi serta membutuhkan penyesuaian selama beberapa menit. Pada bagian terdalam dari tahap ini, aktifitas otak sangat lambat, dan aliran darah lebih banyak diarahkan ke otot, mengisi energi fisik tubuh. Selama tahap tidur lelap (deep sleep) pada fase NREM, tubuh akan meregenerasi dan memperbaiki sel-sel tubuh, serta memperkuat sistem imun tubuh. Kemudian masuk pada fase REM yang biasanya terjadi 70 – 90 menit setelah kita tertidur. Fase tidur ini lebih dalam dari NREM. Selama fase REM ini, biasanya mata bergerak-gerak/berkedut itulah mengapa fase ini disebut rapid eye movement dan napas menjadi lebih tidak teratur, aktifitas otak dan ritme detak jantung juga meningkat. Umumnya mimpi terjadi saat fase tidur REM. Namun otak ‘melumpuhkan’ otot-otot tubuh, khususnya tangan dan kaki, sehingga kita tidak ikut bergerak saat bermimpi.

Nah, proses yang bapak alami itu terjadi karna pada fase REM kesadaran kembali namun otak masih dalam keadaan melumpuhkan otot-otot tubuh. Hal ini biasa disebabkan oleh faktor kelelahan, stres psikis/fisik atau kecemasan yang berlebihan.

Pencegahan yang bisa dilakukan untuk sleep paralysis ini adalah dengan Sleep Hygiene atau praktek yang diperlukan untuk mendapatkan tidur malam yang normal dan berkualitas serta mendapatkan kesadaran penuh di siang hari. Praktek-praktek yang perlu diperhatikan untuk mendapatkan tidur yang berkualitas ini seperti usahakan tidur secara teratur berdasarkan jadwal tertentu, jangan tidur siang terlalu lama, batasi 30 sampai 45 menit, hindari minum alkohol dan rokok. Olahraga dengan teratur, tapi jangan lakukan 4 – 5 jam sebelum tidur. Buatlah suasana kamar yang kondusif untuk tidur (bersih, tanpa suara, sejuk dan tidak terlalu terang) serta hilangkan stres dan kecemasan sebelum tidur. (HS)

 

 

Categories: Consultation and RS Awal Bros Panam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *