Jangan Malu, Varises Bisa Dihilangkan

VARISES tidak bisa dianggap enteng karena bisa mengakibatkan kematian. Jika menderita varises jangan malu, karena varises bisa dihilangkan. Dan Rumah Sakit Awal Bros Panam saat ini telah menangani pasien varises dengan Laser (Endovenous laser therapy) terapi radio frekuensi dan terapi skleroterapi di mana pembuluh darah vena yang muncul akan mendapatkan suntikan khusus yang akan mendorong pembuluh darah mengecil dan akhirnya memudar dari permukaan kulit.

Varises adalah pembengkakan dan pelebaran pembuluh darah vena yang biasanya terjadi pada bagian kaki akibat aliran darah balik turun kebawah. Orang-orang yang menderita penyakit ini, pembuluh vena mereka juga dapat terlihat menonjol keluar berwarna biru atau ungu tua. Kadang-kadang bentuknya menyerupai simpul atau tali berpilin.

Di dalam pembuluh darah vena memang terdapat katup-katup beruas. Katup ini berfungsi untuk menahan darah mengalir ke arah balik atau melawan arah. Ketika katup tidak bekerja sebagaimana mestinya maka aliran darah di dalam pembuluh darah vena menjadi tidak lancar keatas dan memicu pembengkakan dan dinding pembuluh darah yang akhirnya membuat pembuluh darah yang berada di tepi permukaan kulit muncul pada betis ,kaki dan paha.

“Penumpukan darah di dalam pembuluh vena terjadi akibat melemahnya atau rusaknya katup vena. Pembuluh vena berfungsi mengalirkan darah dari seluruh tubuh ke jantung. Di dalam pembuluh vena, ada katup yang berfungsi sebagai pintu satu arah agar darah yang sudah melewatinya tidak dapat kembali lagi. Lemah atau rusaknya katup vena menyebabkan terjadinya arus balik darah dan penumpukan darah di dalam pembuluh vena. Penumpukan inilah yang kemudian menyebabkan pembuluh tersebut melebar,” ujar Dokter Spesialis Bedah Thorak Kardio Vaskular dr Hariadi Hatta Sp BKTV kepada Riau Pos, Kamis (13/7).

Menurut dr Hariadi, faktor-faktor  yang dapat memicu kerusakan pada katup pembuluh vena dan meningkatkan risiko seseorang terkena varises antara lain:

  1. Berdiri terlalu lama
    Kebiasaan ini dapat menyebabkan darah di vena kaki menjadi sulit untuk mengalir ke jantung.
  2. Umur
    Makin tua usia seseorang maka dinding pembuluh vena makin kendur. Tentu saja hal ini juga dapat mengurangi kinerja katup karena ikut melemah. Jika sudah seperti ini, darah akan dengan mudah melawan arus dan mengendap di dalam pembuluh vena.
  3. Kehamilan
    Biasanya varises mulai terlihat ketika rahim mulai membesar dan volume darah meningkat sehingga makin memberikan tekanan pada vena. Selain akibat tekanan, meningkatnya kadar hormon selama kehamilan juga dapat membuat otot vena menjadi lebih rileks dan berimbas kepada melemahnya perlindungan katup. Oleh karena itu, terbentuklah varises.
  4. Faktor keturunan
    Varises merupakan penyakit yang dapat bersifat keturunan. Artinya, peluang Anda untuk mengalami kondisi ini akan lebih besar jika memiliki keluarga berpenyakit sama Obesitas. Tekanan pada vena kaki akan bertambah jika bobot tubuh Anda besar juga. Selain menyulitkan vena dalam mendorong darah ke jantung, tekanan besar juga dapat memperlemah katup sehingga terjadi arus balik darah.
  5. Masalah kesehatan lainnya
    Misalnya cacat pembuluh darah, pembengkakan atau tumor di dalam rongga pinggul dan penyakit-penyakit yang membuat darah menggumpal.

“Bagi masyarakat jangan takut, karena saat ini BPJS telah mengcover biaya pengobatan varises dan di Rumah Sakit Awal Bros Panam ini kita bisa tangani pasien-pasien penderita varises peserta BPJS,” tegas dr Hariadi.

Untuk penanganan varises, lanjut dr Hariadi, ada beberapa terapi yang dilakukan yakni:

  • Injeksi skleroterapi
    yaitu penyuntikan cairan khusus ke pembuluh vena yang mengalami varises dengan tujuan merusak dinding dalam pembuluh vena, yang dapat menutup saluran darah tersebut. Selain dengan cairan khusus, ada teknik skleroterapi terbaru dengan menyuntikkan zat yang menyerupai busa. Metode ini biasanya dilakukan untuk mengobati varises pada pembuluh vena yang berukuran besar. Dalam melakukan penyuntikan, dokter akan dipandu dengan USG. Efek samping skleroterapi bisa berupa nyeri punggung bagian bawah, sakit kepala, daya penglihatan menjadi berkurang (bersifat sementara), perubahan warna kulit, penumpukan darah di pembuluh vena bagian tubuh lain dan pingsan.
  • Radiofrekuensi
    Metode ini bertujuan menutup pembuluh vena yang mengalami pembengkakan cukup besar akibat varises dengan cara membakar dindingnya menggunakan energi radiofrekuensi. Setelah dibakar, dinding pembuluh vena akan runtuh dan menutup saluran tersebut. Setelah pembuluh vena yang mengalami varises terkunci, darah akan secara otomatis mengalir secara alami melalui vena lainnya yang masih sehat. Untuk menembakkan energi radiofrekuensi secara tepat sasaran, dokter memerlukan bantuan kateter dan USG. Efek samping radiofrekuensi dapat berupa kesemutan.
  • Laser
    Sama seperti radiofrekuensi, pengobatan dengan menembakkan sinar laser juga bertujuan menutup pembuluh vena yang mengalami varises. Metode ini juga dibantu dengan kateter dan USG. Efek samping sinar laser bisa berupa nyeri dan memar di bagian varises atau kaki terasa kebas.
    Bedah terbuka. Ini merupakan prosedur pengangkatan pembuluh vena yang terkena varises melalui irisan yang dibuat pada permukaan kulit.

“Saat ini yang popular dan cepat pemilihannya adalah dengan metode Injeksi skleroterapi,” sebutnya.*

Sumber:Riau Pos, Tanggal 14 Juli 2017, Halaman 14

Categories: Media Clipping and RS Awal Bros Panam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *