Mengenal Hernia pada Bayi dan Anak

Hernia berarti adanya penonjolan organ tubuh (biasanya usus atau selaput lemak perut) melalui suatu celah pada dinding perut. Hernia yang paling terjadi adalah di lipat paha (hernia inguinal) dan bahkan seringkali mencapai kantung buah zakar (skrotum) pada anak laki-laki dan bibir kemaluan (labia) pada anak perempuan.

Hernia inguinalis pada anak terjadi oleh karena kelainan bawaan akibat kelainan perkembangan embriologi. Pada usia gestasi 33 sampai dengan 38 minggu sewajarnya processus vaginalis akan menutup. Insiden terjadinya hernia inguinalis pada anak diseluruh dunia sekitar 0,8% sampai 4,4% pada bayi sehat dan meningkat 10%-30% pada bayi prematur.

Pada anak laki-laki, Hernia ini terjadi berhubungan dengan proses bergeraknya testis. Pada usia kandungan 7 bulan, testis yang awalnya berada di rongga perut akan turun ke kantung buah zakar (skrotum) melewati celah yang dinamakan kanalis inguinalis. “celah” ini lazimnya beberapa saat sebelum bayi lahir.

Bila celah ini tidak menutup sempurna, maka anak berpotensi memiliki hernia. Bayi yang lahir prematur memiliki kemungkinan yang lebih tinggi untuk terjadi hernia mengingat “celah”tersebut belum tertutup.

Adanya benjolan di lipat paha, skrotum (pada anak lelaki) atau bibir kemaluan (pada anak wanita).
Benjolan akan semakin nyata jika anak menangis, mengedan atau beraktifitas, dan benjolan biasanya menghilang/mengecil saat anak istirahat/tidur.

Bila benjolan tsb masih bisa membesar dan mengecil, maka disebut sebagai reducible hernia.
Bila usus terjepit dan tidak bisa masuk ke rongga perut, maka usus yang terjepit tersebut berisiko kehilangan suplai darah. Hal ini disebut sebagai hernia inkarserata.

Gejala hernia inkarserata: anak rewel, nyeri, muntah, benjolan hernia tidak dapat mengecil, kembung. Jika anak Anda mengalami kondisi seperti ini, bawalah ke Unit Gawat darurat RS terdekat untuk mendapatkan penanganan

Penanganan hernia adalah dengan tindakan bedah, yang disebut herniotomi. Tindakan ini berarti memotong kantung hernia dan mengikatnya, sehingga “celah” yang memungkinkan terjadinya hernia tertutup. Pemberian obat-obatan / tindakan pencegahan diketahui tidak memiliki efek apapun untuk terapi kelainan ini.

Pada kasus hernia, operasi dilakukan secara terencana setelah penyakit dipastikan oleh dokter bedah anak tanpa memandang usia (Namun pada pasien prematur dengan berat badan di bawah 2 kg, dilakukan perbaikan kondisi dahulu dan operasi dilakukan sebelum anak pulang dari ruang perawatan NICU dengan target berat badan mencapai 2 kg). Namun jika di rumah mengalami gejala hernia inkarserata, bawalah ke UGD terdekat dan ada kemungkinan pembedahan akan dilangsungkan secara segera/emergensi.

Saat ini, prosedur bedah pada bayi baru lahir pun sudah jamak dilakukan dalam artian prosedur pembedahan relatif aman. Pembedahan pada anak dilakukan dengan pembiusan total. Sebelum operasi, anak akan diinfus dan dipuasakan (tidak lama, kok!). Akan dilakukan sayatan kecil di lipat paha dan dilakukan prosedur herniotomi. Umumnya bekas operasi kecil dan tersamar seiring pertumbuhan.

Anak biasanya dapat pulih beberapa saat setelah operasi selesai dan dapat pulang pada hari yang sama saat operasi. Pada kondisi tertentu, semisal pada bayi prematur, hernia inkarserata atau anak dengan kondisi medis khusus, anak perlu dirawat inap.

dr.Veronika Rumiris M,SpBA

Jadwal Praktek : Senin s/d Sabtu PKL 09.00-17.00 WIB

Info dan Pendaftaran : Customer Care 08117510599

Categories: Artikel and RS Awal Bros Pekanbaru.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *