Penanganan Kista Ovarium dengan Laparoskopi

KISTA ovarium, cukup populer di telinga wanita khususnya jika ini menyangkut kesehatan reproduksi. Jangan panik dulu jika Anda didiagnosis mengidap kista, karena kista banyak jenisnya dan tidak selalu berbahaya. Namun kista tetap perlu diwaspadai karena tanda dan gejalanya sering kali tidak disadari dan baru terdeteksi saat seseorang memeriksakan dirinya atau berkonsultasi kepada dokter.
Keluhan atau sakit biasanya dirasakan saat menstruasi yang tak kunjung mereda atau gangguan pada siklus haid. Ada juga kista yang sifatnya ganas dan dapat berkembang menjadi kanker.
kista ovarium merupakan benjolan yang membesar, seperti sebuah balon yang berisi cairan yang tumbuh di indung telur. Cairan ini bisa berupa air, darah, nanah atau cairan coklat kental seperti darah menstruasi yang disebut kista coklat (endometrioma) atau kista endometriosis.

Menurut Dokter Spesialis Obgyn Rumah Sakit Awal Bros Panam, dr Servin Pandu Djaganata MKed(OG) SpOG, ada beberapa cara penanganan kista ovarium, hal ini dipilih berdasarkan keadaan klinis pasien dan hasil temuan pemeriksaan ginekologi.  Pertama adalah dilakukan observasi, pasien diperiksa kembali setelah satu sampai tiga bulan untuk melihat perubahan ukuran kista. Kedua adalah tindakan operasi, jika kista kandung telur tidak menghilang setelah beberapa bulan, bahkan membesar, mengganggu fungsi organ sekitar, menimbulkan nyeri atau mencurigakan pada saat pemeriksaan USG atau bila ditemui pada wanita yang sudah menopause. Pembedahan ini dapat dilakukan dengan cara laparoskopi atau laparotomi.

“Penanganannya tidak selalu harus dengan tindakan operasi, kecuali jika kista dianggap berbahaya, ukurannya makin membesar, lebih dari 5 cm, benar- benar mengganggu dan menimbulkan sakit yang luar biasa pada si penderita, terutama apabila kista terpuntir atau pecah,” ujar dr. Djaganata.

Gejala-gejala kista ovarium yang perlu diwaspadai antara lain siklus menstruasi tidak teratur, nyeri sedang sampai berat pada saat menstruasi, ukuran perut di rasa membesar atau teraba benjolan pada perut bawah, rasa tidak nyaman atau nyeri pada perut bagian bawah, sulit mendapatkan  kehamilan, nyeri saat berhubungan seksual, serta gangguan buang air besar atau buang air kecil.

Salah satu jenis kista indung telur yang tersering adalah kista endometriosis. Endometriosis adalah suatu kondisi di mana jaringan kelenjar rahim (endometrium) tumbuh di luar rahim. Biasanya jaringan ini menempel pada panggul (implan), oleh karena itu nyeri timbul mengikuti pola siklus menstruasi. Ketika terjadi menstruasi jaringan endometriosis pada rongga panggul juga mengeluarkan darah seperti layaknya peluruhan dinding rahim (menstruasi). Sehingga keadaan itu menimbukan rasa nyeri dan dapat memicu terjadinya perlengketan organ kandungan, usus dan sekitarnya. Implan yang ada pada indung telur lama kelamaan akan menimbulkan bendungan darah yang akhirnya membentuk kista (tumor berisi cairan kecoklatan) sehingga kista endometriosis biasa disebut juga sebagai kista coklat.
Sekali lagi, karena kista ovarium gejalanya sering kali tidak disadari, maka sangat disarankan bagi setiap wanita untuk secara rutin melakukan pemeriksaan kesehatan ginekologi, terutama jika keluhan berlangsung lama dan disertai gejala-gejala seperti menstruasi yang datang terlambat, tidak teratur dan disertai rasa nyeri, perut terasa penuh dan tertekan, perut bagian bawah terasa membesar atau dapat juga teraba benjolan, nyeri yang tajam atau berdenyut pada perut bagian bawah dan gangguan fertilitas atau kesuburan.

‘’Tindakan operatif laparoskopi sebaiknya menjadi pilihan bagi wanita yang menderita kista ovarium dan tetap ingin mempunyai keturunan ataupun kelainan ginekologi lainnya,’’ ujar dr. djaganata.

Perlu diketahui, lanjut dr. djaganata laparoskopi adalah suatu prosedur/ teknik operasi dengan cara memasukan instrumen teleskop kecil melalui sayatan kecil (1 cm) di pusar. Gas karbon dioksida (CO2) dimasukkan ke dalam perut sebelum memasukkan teleskop. Ini mengangkat dinding perut sehingga tersedia ruangan dan memungkinkan beberapa pemisahan organ di dalam perut sehingga memudahkan dokter untuk melihat organ reproduksi selama operasi.

Hal ini yang memungkinkan visualisasi/melihat dengan jelas organ di perut dan panggul termasuk daerah rahim, saluran tuba dan kandung telur (ovarium) yang terletak di rongga perut bagian terbawah dengan detail. Jika ada cacat/abnormal yang ditemukan pada saat evaluasi jaringan reproduksi, maka dilakukan koreksi dengan instrumen laparoskopi dengan cara membuat port tambahan dengan sayatan kecil (0,5 cm) untuk instrumen laparoscopi sebanyak 2-3 titik, yang biasanya dibuat di bagian atas garis rambut kemaluan di perut bagian bawah, dan di dua titik (dua jari di atas tulang panggul ke arah tengah tubuh).

Bersama dengan teloskop di pusar, ini membentuk segitiga yang memungkinkan dokter melakukan hampir semua prosedur operasi ginekologi yang biasa dilakukan dengan menggunakan operasi laparatomi “pembukaan dinding perut” yang lebih konvensional di mana sayatan akan jauh lebih besar, sayatan dapat berkisar 10-16cm atau dapat juga lebih karena disesuaikan dengan kista/ tumor yang akan diangkat.

Secara umum keuntungan laparoskopi adalah menurunkan angka kesakitan setelah operasi (nyeri dan luka yang minimal) sehingga mempercepat proses pemulihan dan rawat inap yang singkat. Kemungkinan risiko perlekatan setelah operasi dilakukan menjadi lebih kecil, kosmetik yang jauh lebih baik, kerja lebih detail dan gangguan regangan mekanik yang lebih ringan dan juga menurunkan kemungkinan terjadinya ventral hernia: 11 persen midline  vs  4,7 persen transversal  vs 0,7 persen laparoskopi.

RS Awal Bros Panam sudah mengadakan unit dan instrumen laparoskopi 3D, sehingga dokter dapat melihat dan mengerjakan laparoskopi dengan lebih baik. Semoga ini dapat membawa kebaikan untuk semua masyarakat Pekanbaru yang memerlukan tindakan operatif ginekologi. Saat ini di Rumah Sakit Awal Bros Panam ketika melakukan tindakan laparaskopi dilakukan oleh dua dokter spesialis Obgyn yakni dr. Djaganata dan dr. Ilham.

Untuk pasien yang mempunyai keluhan kista, miomi uteri atau tumor lainnya, kehamilan di luar kandungan atau tindakan yang harus dilakukan pengangkatan rahim, lapaskopi menjadi pilihan yang paling tepat& terbaik.*

 

Sumber: Riau Pos, Tanggal 28 Juli 2017, Halaman 14

Categories: Media Clipping and RS Awal Bros Panam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *