Mustahil Hamil Alami, Jika Nenek Rohaya Jalani Program Bayi Tabung, Apa Risikonya?

Ilustrasi (Foto : internet)

PERNIKAHAN Rohaya (71) dan Selamat (16) menghebohkan masyarakat dan viral di jagad maya beberapa waktu lalu. Nampaknya, fenomena ini tidak wajar terjadi karena banyak memiliki risiko.

Rumornya, Selamat ingin mendapatkan anak dari rahim istrinya tersebut. Mereka sempat melakukan ‘honey moon’ ke Jakarta usai perayaan pesta pernikahannya.

Keduanya pun normalnya harus berhubungan intim jika ingin mendapatkan keturunan. Tapi apakah bisa terpenuhi, mengingat usia pujaan hatinya itu sudah memasuki masa menopause?

Padahal dari segi psikologis dan fisik. Rohaya sudah tidak dapat lagi melakukan aktivitas yang aktif layaknya pasangan muda. Apalagi urusan hamil dan melahirkan, wanita asal Sumatera Selatan itu mungkin tidak mengalaminya di usia lanjut.

Spesialis Obstetri dan Ginekologi dr Ridwan Mahmuddin, SpOG dari RS Evasari Jakarta mengatakan, kesehatan reproduksi Rohaya tidak lagi stabil. Dia sudah memasuki masa menopause yang bisa menggagalkan kehamilan.

“Nenek Rohaya kemungkinan besar sudah memasuki usia menopouse. Artinya sudah tidak ada proses ovulasi (pelepasan telur) secara alami. Secara medis mustahil kalau dia bisa hamil alami,” ujar dr Ridwan saat dihubungi Okezone, baru-baru ini.

Kira-kira masihkah mungkin Rohaya menjalani proses bayi tabung untuk mewujudkan keinginan Selamat? Harapan besar untuk menjalani program tersebut, secara medis juga mustahil terjadi.

Saat memasuki usia menopause, produksi sel telur sangat sedikit atau bahkan sudah habis. Begitu juga dengan produksi hormon estrogen yang berbeda kondisinya dengan usia wanita produktif.

“Proses bayi tabung juga memerlukan banyak sel telur dari ibu. Untuk nenek ini jadi mustahil dikerjakan secara alami untuk prosesnya,” kata dr Ridwan.

Sehingga, keberhasilan untuk mengandung bayi dalam rahimnya sangat tipis. Bilapun hamil, Rohaya dikhawatirkan akan mengalami risiko gangguan kesehatan yang lainnya.

Karena para ahli mengungkapkan, seorang wanita di atas usia 40 tahun sedang hamil, jika berhasil melahirkan bisa menimbulkan dampak kematian.

Bisa juga dampaknya mengalami keguguran. Tentu hal ini dapat menyirnakan harapan suaminya, Selamat yang masih berusia remaja.

Tingkat kesuburan Selamat pun mungkin belum matang. Kondisi kematangan spermanya untuk membuahi istrinya tidak berkualitas.

Belum lagi jika Rohaya punya riwayat diabetes dan tekanan darah tinggi. Dia bisa mengalami preeklampsia atau diabetes gestasional yang membahayakan janin.

Janin bisa dilahirkan, tetapi bisa membawa penyakit kelainan sejak lahir. Atau bahkan, bayinya lahir dengan kondisi gangguan mental.

Para ahli setuju bahwa Rohaya tidak mungkin hamil dan melahirkan bayi, kecuali ada mukjizat Tuhan. Karena dari segi medis, banyak risiko lainnya yang bakal dihadapi pasangan Rohaya-Selamat itu.

http://lifestyle.okezone.com/read/2017/07/29/481/1746080/okezone-week-end-mustahil-hamil-alami-jika-nenek-rohaya-jalani-program-bayi-tabung-apa-risikonya

Categories: Media Clipping and RS Evasari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *