Ingin Bayi Tabung, Konsultasi ke Klinik Morula IVF Makassar

MAKASSAR – Memiliki buah hati kerap menjadi dambaan setiap pasangan suami istri. Berbagai cara pun ditempuh untuk mewujudkannya, salah satunya bayi tabung.

Bayi tabung merupakan proses memiliki anak dengan mengandalkan kecanggihan teknologi reproduksi. Jalan ini merupakan pilihan terakhir dilakukan bagi pasangan suami istri yang telah lama menikah tetapi tak kunjung memiliki keturunan.

Menurut General Manager Morula In Vitro Fertilization (IVF) Makassar, Waode Nurfina BSC (PHARM) MKes, mengatakan, sebelum melakukan proses bayi tabung, terlebih dahulu pasangan suami istri melakukan konsultasi.

“Karena tidak semua orang harus melalui bayi tabung. Dilihat dulu kondisi dan apa penyebab mereka tidak mempunyai keturunan,” katanya, saat ditemui di Klinik Morula IVF Makassar, Rabu, 16 Agustus.

Menurutnya, ada beberapa hal yang memengaruhi, mulai dari jumlah dan kualitas sperma. Sel telur yang sedikit atau tidak ada sama sekali, terhalangnya pertemuan antara sel telur dan sel sperma, serta terhambatnya proses menempelnya embrio di dalam rahim.

“Selain itu, pasangan suami istri juga melakukan pemeriksaan penunjang seperti USG, laboratorium sehingga dokter bisa memutuskan apakah perlu bayi tabung atau bisa melakukan proses lainnya,” ungkapnya.

Proses lainnya di antaranya inseminasi yakni proses reproduksi dengan memasukkan sperma yang paling bagus kualitasnya ke dalam rahim (tanpa berhubungan suami istri). Untuk menunjukan kualitas sperma terbagus ini, dibutuhkan terlebih dahulu pemeriksaan laboratorium.

“Jadi sperma dari suami kemudian dibersihkan (preparasi) lalu dimasukan ke rahim istri dan sperma berjalan sendiri menuju indung telur sehingga pembuahan terjadi alami,” tutur Penanggung Jawab Dokter Morula IVF Makassar, Prof Dr dr Nusratuddin Abdullah SpOG(K) MARS.

Ditemui di Klinik Morula IVF Makassar, Rumah Sakit Awal Bros Makassar, Nusrat mengatakan, ketika proses inseminasi sudah dilakukan lebih dari empat kali tetapi tidak menunjukkan tanda kehamilan maka bayi tabung menjadi salah satu solusinya.

Tetapi, ada beberapa hal yang harus dilakukan pasangan suami istri untuk melakukan bayi tabung. Pertama, adanya sperma, tidak ada kista dan adanya sel telur yang bisa dikembangkan. “Karena biasa seseorang mempunyai sel telur yang sedikit sekali yang artinya cadangan ovariumnya berkurang. Biasanya karena stres, kegemukan dan usia,” katanya.

Selain itu, Prof Nusrat juga menyarankan sebaiknya bayi tabung dilakukan suami istri yang tidak melewati usia 37 tahun, di mana jumlah dan kualitas sperma berkurang.

Karena seperti yang diketahui bayi tabung merupakan proses pembuahan dibantu dengan teknik rekayasa oleh manusia dengan cara menggabungkan sel telur dan sel sperma dalam suatu kultur yang dilakukan di dalam laboratorium embryologi.

Untuk diketahui, Minggu (20/8) besok, digelar grand opening Klinik Morula IVF Makassar. Acara tersebut dirangkaikan dengan seminar awam di auditorium Rumah Sakit Awal Bros Lt.9 Jl Urip Sumohardjo No.43, mulai pukul 09.00 Wita. (ica-dni-fo)

(http://fajaronline.com/2017/08/19/ingin-bayi-tabung-konsultasi-ke-klinik-morula-ivf-makassar)

Categories: Media Clipping and RS Awal Bros Makassar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *