Apakah Amandel Harus Operasi?

Peradangan amandel disebut dengan tonsilitis. Terjadinya tonsilitis berhubungan erat dengan lokasi dan fungsi tonsil sebagai pertahanan tubuh terdepan. Antigen atau zat asing yang masuk baik yang dihirup atau masuk bersama makanan yang dimakan dengan mudah masuk ke dalam tonsil. Selanjutnya akan terjadi perlawanan tubuh dan terbentuk fokal infeksi. Tonsilitis dapat disebabkan oleh virus atau bakteri.

Pernyataan yang sering menggelitik dari pasien ketika ditanyakan oleh dokter tentang keluhannya, “saya terserang amandel dok“. Atau ada juga yang mengatakan “anak saya ada amandel , dok“. Ini jelas pernyataan yang keliru karena amandel itu secara normal ada pada setiap kita.
Tonsilitis bakteri paling banyak disebabkan oleh Streptococcus hemoliticus grup A. Kuman akan masuk ke jaringan tonsil akan menimbulkan reaksi dengan keluarnya sel leukosit dan kemudian terbentuk eksudat atau nanah yang disebut dengan detritus. Gambaran yang tampak pada amandel adalah berupa bercak- bercak putih. Bila bercak putih ini banyak dan menyatu maka akan terjadi tonsilitis lakunaris.

Serangan tonsilitis dapat bersifat akut, kronik atau kronik eksaserbasi akut.
Tonsilitis akut ditandai dengan gejala nyeri menelan, nyeri tenggorok, panas dan lemas. Dapat disertai mulut tidak sedap dan demam tinggi. Biasanya gejala ini akan berkurang 4- 6 hari. Penyakit nya akan sembuh setelah 7-14 hari.
Tonsilitis kronis merupakan peradangan tonsil yang menetap setelah serangan akut. Kuman masih bersarang didalam tonsil dan memperbanyak diri. Pasien akan mengeluhkan nyeri menelah walaupun intensitasnya tidak sehebat fase akut. Dapat juga merasa tidak nyaman di tenggorok dan atau disertai bau mulut. Bau mulut akibat peradangan tonsil ini disebut halitosis. Di klinik sering ditemukan orang tua mengeluh dengan bau nafas anak yang tidak sedap, padahal gigi geligi dalam keadaan normal. Sering dilupakan penyebabnya adalah radang amandel. Tonsilitis kronis ini dapat berlansung selama 4 minggu dan bahkan ada yang menetap
Selain masalah peradangan tonsil yang berulang, ukuran tonsil juga sering menimbulkan masalah bagi siempunya. Ukuran tonsil yang besar akan menganggu gerakan menelan bahkan sampai sulit untuk menelan. Sehingga penderita yang mempunyai amandel besar sulit makan. Dampaknya akan tejadi gangguan pertumbuhan pada anak- anak. Disamping itu amandel yang besar menyebabkan sumbatan jalan nafas ketika tidur. Tidur akan mendengkur atau ngorok, bahkan ada yang sampai sesak nafas atau bahkan dengan episode henti nafas saat tidur. Adanya episode henti nafas saat tidur ini dikenal dengan OSA ( obstructive sleep apnoe). Efek dengan adanya OSA ini oksigen ke otak akan berkurang saat tidur, sehingga pada saat bangun tidak segar. Bila siang hari cendrung untuk mengantuk.
Kurang kosentrasi dan bahkan dapat terjadi perubahan tingkah laku. Pada anak prestasi sekolah cendrung menurun. Penderita OSA beresiko terkena ganguan jantung dan pembuluh darah.
Seorang ibu pernah mengeluh, anaknya kalau tidur mulutnya menganga dan mendengkur. Padahal amandel rongga mulutnya normal. Setelah dicek ternyata adenoid sangat besar. Adenoid ini sebangsa dengan amandel, letaknya di hidung bagian belakang tepat
ditenggorok atas.
Apakah setiap tonsil perlu operasi? Jawabnya tidak. Ada beberapa indikasi operasi pada tonsilitis.
Secara garis besar indikasi itu dibagi dua, pertama indikasi absolut artinya operasinya tidak boleh tidak, harus operasi. Kedua indikasi relatif sebaiknya operasi, bukan harus.

Indikasi absolut diantaranya sumbatan saluran nafas,OSA, susah menelan, abses peritonsil ( nanah terkumpul pada langit-langit lunak). Berikutnya tonsilitis yang menyebabkan kejang demam dan tonsilitis yang diperlukan biopsi untuk menentukan arah keganasan atau kanker pada tonsil.
Sedangkan indikasi relatif adalah terjadinya 3 episode infeksi dalam satu tahun dengan pemberian antibiotik yang adekuat. Berikutnya halitosis ( nafas tidak sedap) yang tidak mengalami perbaikan dengan antibiotik. Dan yang terakhir yaitu tonsilitis berulang pada karier streptococcus yang tidak membaik dengan abtibiotik laktamase. Bagian terakhir ini penting diperhatikan karena beresiko untuk terjadinya jantung rematik.
Ada pameo yang mengatakan apabila tonsil diangkat maka akan gampang sakit. Apabila tonsil sudah sering meradang maka dia tidak mampu sebagai pertahanan tubuh lagi. Setelah umur 4 tahun semua kelanjer limfoid kita sudah berkembang sempurna. Oleh karena itulah pengangkatan tonsil boleh dilakukan setelah umur 4 tahun, sebelum 4 tahun tidak direkomendasikan.
Operasi tonsil tidak ada hubunganya dengak kehilangan suara, karena dua hal yang berbeda. Tonsil terletak rongga mulut, sementara suara dihasilkan oleh gerakan pita suara yang berada di box pita suara, pada tenggorok bawah.
Setelah operasi amandel biasanya tekstur makanan akan diberikan secara bertahap , mulai makanan cair hari oertama, makanan lunak sampai 5-7 hari, setelah itu makanan biasa.
Bila anda punya keluhan dengan amandel( tonsil,) berkonsultasilah dengan dokter, agar mendapat penganan yang tetap. Menghindari makanan dan minuman tertentu tidak selalu membantu untuk masalah amandel.

Sumber : Riau Pos (Minggu, 20 Agustus 2017)

Categories: Media Clipping and RS Awal Bros Pekanbaru.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *