RS Awal Bros Batam Kembali Meraih Rekor MURI Indonesia

 

Prediket sebagai negara nomor dua dunia jumlah penderita penyakit katarak menggerakkan hati para stakeholder di bidang kesehatan. Di Kota Batam, Pollux Habibie Internasional Bersama PERDAMI dan RS Awal Bros Batam menggelar operasi katarak secara gratis.

Ada ratusan penderita katarak yang umumnya berusia lanjut mendapat operasi gratis tersebut. Mereka dengan sabar menanti giliran di Rumah Sakit Awal Bros (RSAB) Batam, Sabtu 19 Agustus 2017.

Operasi katarak gratis ini merupakan bagian dari Corporate Social Responsibility (CSR) Pollux Habibie Internasional. CSR itu menargetkan dapat membantu proses operasi katarak terhadap 350 penderita.

Presiden Komisaris Pollux Habibie Internasional Ilham Akbar Habibie menyatakan, operasi katarak ini sudah menjadi komitmen pihaknya untuk berkontribusi terhadap kesehatan masyarakat Indonesia.

Dia menyebut, berdasarkan riset Kesehatan Dasar Kementerian Kesehatan (Kemenkes) setiap tahunnya terdapat 1.000 penderita katarak baru atau bertambah sekitar 0,1 persen setiap tahunnya.

“Operasi adalah jalan satu-satunya untuk mengatasi katarak, karena belum ada obat, obat tetes ataupun vitamin yang dapat mengobati katarak,” kata Dokter Spesialis Mata RSAB Batam, dr Hafizah, SpM menambahkan.

Direktur RS Awal Bros Batam dr. Widya Putri, MARS menerima sertifikat Rekor MURI Indonesia

Penyebab utama katarak selain degenerasi lensa adalah riwayat keluarga, diabetes, cedera mata (trauma), obat steroid, pernah operasi mata sebelumnya dan juga paparan sinar matahari yang berlebihan.

Dia menyebut, operasi katarak sampai saat ini ada dua macam teknik, yakni Ekstraksi Katarak Ekstra Kapsuler (EKEK). Itu merupakan teknik lama dengan irisan yang besar untuk mengganti lensa mata dengan lensa intraoculer (lensa tanam). “Teknik operasi ini mengharuskan jahitan sehingga perlu waktu lebih lama untuk pemulihan,” jelasnya.

Teknik operasi kedua adalah Fakoemulsifikasi. Ini adalah teknik operasi terkini yang hanya memerlukan irisan kecil sekitar 3 mm di kornea. Selanjutnya, getaran ultrasonic akan menghancurkan katarak dan mesin Phaco akan membersihkan katarak yang telah hancur tersebut.

“Intraoculer yang dapat dilipat dimasukkan melalui irisan tersebut, karena irisannya kecil maka tidak diperlukan jahitan sehingga akan pulih dengan sendirinya,” terangnya.

Keunggulan menggunakan teknik Fakoemulsifikasi ini di antaranya, insisi kornea pada bedah katarak sangat kecil. Dengan penemuan lensa yang dapat dilipat, hingga dapat digulung, maka insisi kornea semakin diperkecil.

SUMBER : http://www.jawapos.com/read/2017/08/20/152045/lawan-prediket-indonesia-nomor-dua-dunia-penderita-katarak
Categories: Awards and RS Awal Bros Batam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *