Apakah murni kesalahan si “Mbe”?

dr. T.M. Marini, M.Gizi, Sp.GK Dokter Spesialis Gizi Klinik Rumah Sakit Awal Bros Bekasi

Hari Raya Idul Adha merupakan hari besar yang dirayakan setiap tahunnya oleh umat muslim. Salah satu tujuan dari kegiatan ini adalah untuk saling berbagi kepada sesama. Penyembelihan hewan kurban menjadi salah satu agenda wajib dalam perayaan Idul Adha. Masyarakat Indonesia terbiasa menyembelih hewan kurban berupa kambing atau sapi.

Namun, ada kekhawatiran di tengah masyarakat mengenai efek dari mengonsumsi daging kambing seperti akan memicu tekanan darah tinggi dan memicu tingginya kadar kolesterol jahat dalam darah. “Kalau dilihat dari perbandingan kandungan kolesterolnya pada 100gr daging kambing dengan daging sapi. Justru daging kambing memiliki kandungan kolesterol yang lebih sedikit dibandingkan dengan daging sapi,” ucap dokter Spesialis Gizi Klinik Rumah Sakit Awal Bros Bekasi, dr. T.M. Marini, M.Gizi, Sp.GK.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika mengolah daging kambing agar kita mendapat manfaat dari mengonsumsi daging kambing. “Cara memasak dapat merusak zat gizi di dalam makanan jadi perlu diperhatikan. Penggunaan santan akan membuat kandungan lemak jenuh nya menjadi meningkat. Sementara bila membuat sate kambing perhatikan jangan sampai ada bagian yg gosong.” Jelas dr. Marini.

Selain itu perhatikan juga porsi yang kita konsumsi jangan terlalu berlebihan apalagi jika menyantap olahan daging kambing sering kali karena rasanya yang gurih dan enak di lidah serta adanya anggapan bagi sebagian orang bahwa daging kambing dapat menambah vitalitas. Hal-hal tersebut sering membuat kita mengabaikan porsi daging kambing serta nasi yang kita santap sehingga menyebabkan kadar gula darah meningkat dan jumlah kalori yang masuk ke tubuh sangat tinggi melebihi batas normal. Anggapan bahwa khasiat daging kambing dapat meningkatkan vitalitas, menurut dr. Marini sampai saat ini belum terbukti kebenarannya. “Saya belum pernah baca penelitian tentang hubungan (mengonsumsi daging kambing) dengan vitalitas,” papar dr. Marini.

Faktor lain yang sebenarnya berbahaya namun kita sering abaikan adalah kebiasaan merokok saat sedang menunggu olahan daging kambing matang dan juga karena “tradisinya” melakukan bakar-bakar pada saat malam hari. Kita sering lupa waktu sehingga kita bergadang. Perlu kita ketahui pula kebiasaan tersebut dapat memicu tekanan darah tinggi.
Pada dasarnya mengonsumsi daging kambing dengan porsi yang pas dan cara pengolahan yang benar, dapat mencukupi kebutuhan protein hewani tubuh kita. “Seperti daging pada umum nya, daging kambing merupakan salah satu sumber protein hewani yang tentu saja dibutuhkan tubuh untuk memelihara kesehatan serta memperbaiki sel-sel yang rusak,” tutup dr. Marini.
Jadi jangan semata-mata menyalahkan daging si “Mbe” ya sobat Awal Bros. (wti)

Categories: Artikel and Grup RS Awal Bros.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *