Sebuah Cincin Penyelamat Hidup

Jantung koroner kini menyerang orang-orang muda. Kerap mengonsumsi makanan berkolesterol tinggi penyebab utamanya. Operasi pemasangan ring sebagai jalan penyelamatan terbaik.

Menurut Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah (cardiologist) Rumah Sakit Awal Bros Batam, dr. Stanley Panggabean, SpJP (K), FIHA, FAsCC penyakit jantung koroner disebabkan terjadinya penyempitan pembuluh darah jantung (koroner) oleh flak yang berasal dari lemak dalam darah. Pembuluh darah koroner adalah pembuluh darah yang memberikan suplai nutrisi dan oksigen ke jantung. Lama kelamaan sumbatan akan semakin membesar, sehingga pembuluh darah yang bersangkutan akan semakin sempit.

Kalau penyempitannya tidak terlalu berat, maka pasien biasanya hanya merasakan nyeri di dada kiri. Kalau gejalanya semakin berat, itulah yang dinamakan serangan jantung. Nyeri dada disertai penjalaran ke tangan kiri atau leher. Kadang disertai dengan sesak nafas, mual, keringat dingin saat melakukan aktivitas yang cukup berat.

Apabila sudah terjadi serangan jantung, maka bisa dipastikan aliran darah yang memberikan asupan nutrisi dan oksigen ke jantung berhenti. “Sehingga mengakibatkan katup jantung mengalami kerusakan. Kalau tidak cepat ditangani, maka akan menimbulkan komplikasi berupa gangguan irama jantung atau gagal jantung hingga kematian mendadak,” jelasnya.

Faktor apa yang menyebabkan penyakit jantung koroner, lanjut Stanley “Disebabkan oleh faktor risiko yang didapatkan oleh seseorang. Contohnya adalah usia. Usia di atas 45 tahun bagi pria dan di atas 55 tahun bagi wanita punya faktor resiko lebih tinggi terjadi penyakit jantung koroner. Walaupun seseorang dengan usia di bawah tersebut masih memungkinkan terjadinya penyakit jantung koroner,” ungkapnya.

Seseorang yang mempunyai riwayat keluarga yang meninggal secara mendadak dengan usia di bawah 45 tahun bagi pria dan 55 tahun untuk wanita juga punya faktor resiko yang besar terkena jantung koroner.

Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Rumah Sakit Awal Bros (RSAB) Batam, dr Afdalun Hakim, SpJP, FiHA, FAsCC menambahkan pemicu lainnya bisa karena pola makan yang tidak sehat, merokok, diabetes mellitus, hipertensi, riwayat keturunan penyakit jantung, obesitas, kurang olahraga, dan stres.

Faktor risiko mencakup usia, jenis kelamin, riwayat genetik dan ras. “Pola makan yang tidak sehat bisa menyebabkan meningkatnya kolesterol jahat yang disebut dislipidemia,” ujar dr. Afdalun saat ditemui Kamis pekan lalu.

Secara umum dislipidemia ada dua klasifikasi, yaitu primer dan sekunder. Dislipidemia Primer merupakan kelainan kolesterol pada kolesterol total, kolesterol low density lipoptotein (LDL), trigliserida, dan kadar kolesterol high-density lipoprotein (HDL).

Dislipidemia merupakan kelainan metabolisme lipid yang ditandai dengan peningkatan maupun penurunan fraksi lipid dalam plasma. Dimana peningkatan abnormal itu terjadi pada kadar kolesterol total, kolesterol LDL, trigliserida, sedangkan kolesterol HDL berperan penting untuk kesehatan jantung.

Dikatakan dr. Afdalun, orang yang mengalami penyempitan pembuluh darah dipastikan memiliki kadar kolesterol yang tidak normal. Kondisi seperti itu akan memicu penumpukan plak pada pembuluh darah sehingga aliran darah tidak bisa mengalir. Pada kondisi inilah, seseorang umumnya akan mengalami serangan jantung.

“Biasanya penyakit jantung koroner itu gak ada keluhan sebelumnya, serangannya tiba-tiba,” katanya.

Menurut dr. Afdalun, penyakit jantung koroner bisa diantisipasi dengan pola makan dan gaya hidup yang sehat. Dia menyarankan bagi orang dengan faktor risiko di atas, minimal enam bulan sekali medical check up ke dokter atau maksimal setahun sekali. “Treadmeal test bisa mendeteksi lebih awal,” ucapnya.

Lanjut dr. Stanley Panggabean, SpJP (K), FIHA, FAsCC, salah satu langkah penyelamatan yang bisa dilakukan oleh tim dokter biasanya adalah prosedur Angiografi.

Angiografi pada umumnya merupakan suatu tindakan medis atau prosedur diagnostic invasive melalui Sinar X-Ray yang berfungsi sebagai pendeteksi penyempitan atau sumbatan pembuluh darah koroner.

Selanjutnya, jika teridentifikasi akan dilakukan tindakan Angioplasty. Angioplasty adalah tindakan untuk memberikan membuka saluran pembuluh darah yang mengalami penyempitan tersebut.

Dokter biasanya akan melakukan tindakan angioplasty. Dokter melakukan anastasi lokal di tangan atau paha, dimasukkan alat seperti kateter yang dimasukkan ke pembuluh darah jantung atau koroner. “Gumpalan darah yang menyebabkan kebuntuan tersebut akan disedot. Pelebaran pembuluh darah ini menggunakan balon, agar pembuluh darah tetap terbuka dipasanglah cincin,” jelasnya.

Kalau dalam perjalanan pemeriksaannya banyak pembuluh darah yang mengalami penyempitan, maka tindakan selanjutnya adalah melakukan operasi bypass. Diambil satu atau dua pembuluh darah dari kaki atau tangan untuk ditanamkan ke jantung untuk dibuat saluran baru. Pengobatan ideal biasanya seperti itu.

Pemasangan cincin itu sudah bisa dijalankan di Rumah Sakit Awal Bros Batam sejak lima tahun lalu. Semakin cepat mendapatkan pertolongan, semakin cepat pembuluh darah yang mengalami penyempitan itu dibuka, maka hasil dan angka kemungkinan hidupnya akan semakin besar.

Perlu diketahui Penyakit Jantung Koroner ini merupakan pembunuh nomor dua sesudah penyakit stroke. Data dari Sample Registration System Indonesia, 12, 9 persen kematian adalah penyakit jantung koroner dan stroke dengan 21,1 persen menduduki posisi pertama.

Paling penting adalah mencegah. Mencegah dengan pola hidup sehat. Kalau darah tinggi harus kontrol dan mengurangi konsumsi garam. “Lakukan aktivitas olahraga minimal lima kali seminggu, mengurangi konsumsi gula. Mengurangi berat badan dan mengelola stres,” sebut Stanley

Pencegahan ini juga berlaku untuk pasien yang telah memasang ring dan harus terus mengkonsumsi obat. Obat ini untuk mencegah pembekuan darah dan flak supaya tidak terjadi serangan yang baru.

Perlu diingat kembali, jika mendapatkan serangan awal pasien harus langsung ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan. “Dalam 12 jam sudah harus mendapatkan tindakan dari dokter,” ucapnya.

Kebanyakan pasien yang datang ke rumah sakit, pembuluh darah koronernya sudah berhenti. Sehingga pasien sangat kecil kemungkinannya bisa tertolong. Kalaupun bisa tertolong, sudah mengalami kerusakan otak karena aliran darah ke otaknya berhenti. “Sementara otak hanya kurang dari tiga menit,” pungkasnya.

 

Faktor Resiko dari Penyakit Jantung Koroner
  • Merokok
  • Kadar Kolesterol
  • Tekanan Darah Tinggi
  • Diabetes
  • Riwayat Penyakit Jantung Koroner dalam Keluarga
  • Usia di atas 45 tahun bagi pria dan 55 tahun bagi wanita
  • Obesitas
  • Stres
  • Kurang olahraga

 

Prosedur Angiografi
  • Seperti proses tindakan operasi bypass, pasien diharapkan juga mempersiapkan diri termasuk untuk tidak makan setelah tengah malam sebelum hari pelaksanaan tindakan.
  • Tindakan Angiografi dilakukan setelah memberikan pembiusan lokal dilipat paha kanan atau pergelangan tangan kanan.
  • Sebuah selang halus (kateter) akan dimasukkan ke dalam pembuluh darah arteri sehingga mencapai pembuluh darah aorta dan ditempatkan pada posisi muara arteri koroner.
  • Zat kontras disuntikkan melalui kateter tersebut dan mengisi arteri koroner yang dimaksud untuk selanjutnya dilakukan Sinar X pengambilan gambar saat arteri koroner telah terisi zat kontras.
  • Hasil pencitraan atau sinar X tersebut akan memperlihatkan besar penyumbatan yang terjadi pada arteri koroner.
SUMBER: BATAM POS | HEALTHY LIVING | HAL. 19 | 3 SEPTEMBER 2017
Categories: Media Clipping and RS Awal Bros Batam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *