Hindari Kontak Tangan dengan Mata

 

Intensitas tangan terpapar bakteri dan virus lebih sering ketimbang tubuh lainnya. Tidak heran 70 persen penyebaran penyakit infeksi ditularkan oleh tangan manusia.

Sakit mata kerap kali dipandang sebelah mata. Begitulah pandang sebagian orang terhadap penyakit yang disebabkan oleh bakteri dan virus ini. Padahal, sakit mata atau dalam istilah kedokteran disebut dengan konjungtivitis ini paling mudah mewabah. Peradangan yang terjadi pada konjungtiva (selaput bening) yang melapisi bagian luar mata ini awalnya hanya menjangkiti satu mata, namun biasanya setelah beberapa lama akan menjangkiti kedua mata.

Berpindah dari satu orang ke orang lainnya. Hal ini tidak terlepas dari kontak tangan dengan mata yang terinfeksi. Tidak heran pada kasus tertentu, menyarankan pasien beristirahat dan berhenti dari aktivitas terlebih dulu untuk mengurangi resiko tertularnya penyakit ke orang lain. Dokter Spesialis Mata Rumah Sakit Awal Bros (RSAB) Batam, dr Hafizah SpM mengatakan peran tangan dalam penyebaran penyakit infeksi memang sangat tinggi. Angkanya lebih dari 70 persen. Apalagi jika tubuh tidak memiliki kekebalan yang tinggi. ”Karena itu, saat ini kebiasaan hand hygiene (cuci tangan) sedang giat-giatnya dilakukan,” kata Hafizah. Bahkan kebiasaan ini sudah lama dilakukan Rumah Sakit Awal Bros Batam kepada pasien dan pengunjungnya. Tidak terkecuali memasuki ruangan kerja Hafizah. Ia menceritakan setiap harinya dalam satu bulan terakhir menangani 15 pasien konjungtivitis. ”Lebih dari 50 persen pasien yang datang adalah penderita sakit mata,” ujarnya.

Parahnya lagi, pasien berikutnya yang datang merupakan kerabat dari pasien sebelumnya. Artinya setiap hari selalu ada penyebaran infeksi konjungtivitis ini. ”Ada yang satu kantor, bahkan ada yang anak dan ibu juga,” ucapnya. Meskipun adakalanya penyakit ini bisa sembuh dengan sendirinya. Tapi yang perlu disadari masyarakat adalah penyebarannya. Jika terus mewabah, penyakit ini juga akan mengganggu aktivitas sehari-hari. ”Biasanya dokter akan memberikan surat keterangan agar pasien tidak masuk sekolah atau kerja terlebih dahulu,” kata wanita berhijab ini. Pada penanganannya perlu komitmen pasien untuk mengurangi kontak tangan dengan mata. Karena penularan bakteri dan virus dapat terjadi dari air mata ataupun kotoran mata.

dokter spesialis mata Rumah Sakit Awal Bros (RSAB) Batam, dr. Hafizah, SpM memeriksa pasien dengan menggunakan alat Slit Lamp untuk melihat bagian
terluar mata yang mengalami iritasi ataupun infeksi.

Susahnya, konjungtivitis ini justru menimbulkan rasa gatal sehingga refleks dari tangan untuk menyapu mata seringkali terjadi. ”Perlu sekali untuk selalu menjaga kebersihan tangan, baik sebelum dan sesudah menyentuh mata,” katanya. Sarung bantal dan selimut pun harus sering diganti agar konjungtivitis tidak semakin parah. ”Sebelum dan sesudah memegang remote televisi dan AC saja misalnya, masih harus mencuci tangan dengan baik dan benar. Hal ini dilakukan untuk mencegah penularan kepada anggota lainnya,” paparnya.

Penggunaan obat tetes mata pun perlu diperhatikan. Seringkali karena dianggap masalah sepele, obat tetes selalu dijadian obat mujarab. ”Penting sekali menggunakan obat tetes yang sesuai dengan anjuran dokter, agar menghindari infeksi berkelanjutan,” ujarnya. Biasanya dokter akan memberikan obat antibiotik dan anti radang kepada pasien. ”Pada kasus infeksi berat akan disertai dengan obat minum,” tutupnya.

 

Tanda mata terkena konjungtivitis

  • Mata terasa seperti ada yang mengganjal.
  • Rasa nyeri dan sakit. Pada anak biasanya ada reaksi radang.
  • Mata berair, pedih dan dipenuhi kotoran mata.

Cara mengurangi Wabah konjungtivitis

  • Rehat dari aktivitas.
  • Selalu membiasakan hand hygiene sebelum dan sesudah beraktivitas.
  • Mengganti sarung bantal dan selimut.
  • Hindari kontak tangan dengan mata.
  • Segera ke dokter.
SUMBER : BATAM POS | HEALTHY LIVING | 17 SEPTEMBER 2017 | HAL. 19
Categories: Media Clipping and RS Awal Bros Batam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *