Perawatan Isolasi

Apakah Perawatan Isolasi?

Perawatan isolasi digunakan apabila seseorang mengidap suatu penyakit yang dapat ditularkan kepada orang lain baik melalui udara, percikan (droplet) ataupun kontak.

Metode perawatan ini sering digunakan didalam rumah sakit, yang artinya seseorang akan dirawat dalam satu kamar sendiri atau bila terdapat lebih dari satu pasien dengan sumber infeksi yang sama dapat dirawat bersama.

Apa saja yang harus diketahui?

Satu tanda dengan warna/gambar tertentu akan terpasang pada pintu kamar pasien yang berfungsi sebagai informasi bagi staf dan pengunjung sebelum masuk ke dalam kamar pasien dengan isolasi.

Staf perawat atau dokter akan memakai masker/sarung tangan/gaun pelindung saat kontak dengan pasien, kemudian akan dilepaskan sebelum keluar kamar dan selalu membersihkan tangannya.

Hal ini merupakan pedoman standar yang selalu akan diterapkan oleh para perawat dan dokter atau petugas kesehatan lainnya pada saat akan melakukan prosedur/tindakan kepada pasien dengan isolasi.

Anda (pasien) akan dianjurkan untuk tetap di kamar selama periode tertentu sampai masa penularan dinyatakan negative atau tidak menular oleh dokter yang merawat. Hal ini untuk mencegah penyebaran kepada staf dan pasien yang lain.

Anda tetap memiliki kemungkinan meningalkan kamar, tetapi hanya untuk tujuan yang tertentu, misalnya untuk menjalani suatu prosedur/tindakan dimana tidak bisa dilakukan di kamar perawatan seperti misalnya pemeriksaan radiologi, rehabilitasi medik atau tindakan operasi.

Departemen yang akan menerima Anda harus terinformasi lebih dahulu tentang kondisi penyakit anda, sehingga staf akan memakai alat proteksi diri yang sesuai selama melakukan prosedur pada anda.

Tanda kewaspadaan pada pintu kamar pasien

Hal penting yang perlu juga diketahui dalam perawatan isolasi adalah jenis penyakit dan cara penularannya dimana semua itu akan menentukan jenis perawatannya.

Contoh:
  1. Penyakit TBC paru aktif, varicella (chickenpox) penularan lewat udara akan dirawat dalam satu ruangan isolasi dengan tekanan negative dan pintu kamar harus selalu tertutup
  2. Informasi ini dapat anda dapatkan melalui dokter dan perawat yang bertugas

Berapa lama perawatan isolasi berlangsung?

Kewaspadaan akan terus berlangsung sampai ada keputusan dokter dengan berdasarkan hasil negative dari pemeriksaan laboratorium atau radiologi. Perawatan bisa beberapa hari saja, tetapi dalam kasus tertentu seperti MRSA (Methicilline Resistant Staphylococcus Aureus) atau diare bisa berlangsung cukup lama, selain itu tergantung juga dari respon pasien terhadap pengobatan yang diberikan oleh dokter.

Perawatan isolasi akan dihentikan sesegera mungkin bila sudah tidak diperlukan lagi, sehingga pasien dapat dirawat Bersama pasien yang non infeksius atau pulang.

Bagaimana dengan pengunjung?

  1. Melaporkan terlebih dahulu kepada perawat yang bertugas untuk mendapatkan penjelasan.
  2. Membersihkan tangan sebelum dan sesudah berkunjung
  3. Bila sedang kurang sehat sebaiknya tidak berkunjung.
  4. Bayi dan anak – anak dibawah 12 tahun tidak boleh berkunjung.
  5. Karangan bunga baik yang segar/kering/plastic tidak diperbolehkan, karena akan menyimpan debu dan kuman.
  6. Hanya dua orang saja yang berkunjung dalam waktu yang sama
  7. Gunakan kursi, jangan duduk di atas tempat tidur pasien.
  8. Apabila dianjurkan menggunakan masker, lepaskan dan buang masker tersebut sesaat sebelum keluar kamar ke dalam tempat sampah yang tersedia di dekat pintu masuk kamar pasien kemudian dilanjutkan dengan membersihkan tangan.
  9. Untuk mencegah penyebaran infeksi, maka pengunjung tidak diperkenankan mengunjungi pasien yang berada di ruang perawatan lain.

 

Categories: Artikel and RS Awal Bros Batam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *