Stres dan Cara Mengelolanya

Stres merupakan kondisi yang dihasilkan saat individu mempersepsi adanya perbedaan antara keinginan fisik atau psikologis dari suatu situasi dengan sumber daya yang dimiliki untuk memenuhi keinginan tersebut. Perbedaan yang terjadi pada akhirnya membuat kita menjadi tidak nyaman.

Stres merupakan bagian kehidupan manusia yang dialami sejak bayi hingga dewasa. Oleh karena itu, semua individu pernah mengalami stres.

 

Sumber – sumber stres

  • Internal – Berasal dari dalam diri kita, seperti adanya penyakit atau konflik dalam diri yang tidak diselesaikan
  • Eksternal – Berasal dari luar diri kita, seperti masalah di kantor, keluarga, bencana alam

 

Jenis – jenis stres

  • Eustress – Stres yang positif, memotivasi, membangun, dan menguntungkan kita. Contoh : Mendapatkan pekerjaan atau posisi baru, mempersiapkan pernikahan, kelahiran bayi.
  • Distress – Stres yang negative, tidak menyenangkan, membuat kita menjadi tidak nyaman. Contoh : Kehilangan orang yang dicintai, kegagalan.

Stres tidak selalu dianggap sebagai sebuah hal yang negative. Stres dalam jumlah yang cukup adalah hal yang baik bagi individu karena dapat membuat individu bersemangat dan produktif. Namun stres dalam jumlah yang berlebihan dapat mengganggu individu dan menjadi masalah.

 

Gejala Stres

Setiap orang berespon terhadap stres secara berbeda. Berikut merupakan gejala yang biasanya dialami saat seseorang berada dalam kondisi stres :

  • Fisik : Sakit kepala, pusing, migraine, sakit perut, maag, detak jantung lebih cepat, tekanan darah meningkat, otot tegang, mudah dan sering sakit, mudah lelah, berkeringat
  • Psikologis (Emosi & Pikiran) : Tidak bersemangat, kehilangan minat atau hobi, mudah marah atau terpancing emosi, merasa sedih, cemas berlebihan, sulit konsentrasi, merasa tidak mampu, sulit mengingat sesuatu
  • Perilaku : Menarik diri dari aktivitas dan orang – orang di sekitar, bersikap kasar, masalah tidur, sulit makan atau makan berlebihan, produktivitas menurun, melakukan perilaku tidak sehat (merokok, minum alcohol, menggunakan obat terlarang)

 

 

Hal – hal yang mempengaruhi reaksi terhadap stres

  • Tingkat kesulitan masalah atau jenis penyebab masalah
  • Daya tahan fisik dan mental individu
  • Kebiasaan yang dimiliki saat menghadapi situasi sulit
  • Kepribadian individu
  • Lamanya masalah tersebut dihadapi oleh individu
  • Dukungan dari lingkungan social

 

Cara Mengelola Stres

  1. Kenali Sumber Stres

Ketahui kapan dan situasi seperti apa yang membuat kita berada dalam kondisi stres. Misalnya : Banyaknya pekerjaan yang harus dilakukan di awal minggu membuat seorang karyawan ada di kondisi stres.

  1. Kenali reaksi/gejala yang kita alami saat berada pada kondisi stres

Reaksi stres berkaitan dengan fisik, psikologis, dan perilaku. Misalnya saat mengerjakan tes, seorang siswa merasa sakit perut, berkeringat, berkeringat dingin, dan lupa semua materi pelajaran yang sudah dihafalnya.

  1. Kenali/temukan sumber daya kita

Sumber daya merupakan bantuan yang kita miliki dan bisa membantu kita menghadapi masalah. Misalnya keluarga yang selalu membantu, teman yang selalu ada sebagai tempat cerita, komunitas sebagai tempat mengekspresikan diri, tenaga ahli di sekitar kita (psikolog, psikiater)

  1. Jaga kesehatan fisik

Konsumsi makanan yang sehat seperti buah dan sayur, istirahat cukup, tidur 7-8 jam sehari, berolahraga 3 kali seminggu.

  1. Jaga kesehatan mental/psikologis

Berfikir positif, bergembira, melakukan berdoa dan beribadah, berlibur, melakukan kegitan relaksasi, mengatur pernafasan.

  1. Melakukan kebiasaan penyelesaian masalah yang sehat

Tetap tenang saat diliputi dengan emosi, buat prioritas dalam bekerja, atur waktu dengan baik, tingkatkan kepercayaan diri anda, berhenti mebiarkan pikiran negative mengontrol pikiran anda.

Categories: Artikel and RS Awal Bros Batam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *