Penyakit Jantung Pada Wanita

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – MENGETAHUI gejala-gejala penyakit jantung sejak dini akan membantu memberikan pertolongan medis yang paling tepat sehingga meminimalkan jumlah orang yang meninggal akibat penyakit jantung. Sayangnya, meski gejala-gejala awal sudah dirasakan oleh kebanyakan penderita penyakit jantung, seringkali para penderita mengabaikan gejala-gejala tersebut dan tidak segera melakukan pemeriksaan medis. Karena hal itulah, banyak penderita penyakit jantung yang harus berakhir dengan kematian akibat tidak memperoleh penanganan medis dengan tepat dan cepat.

Bagi wanita, penyakit jantung bisa menyerang usia di atas 55 tahun. Dan seringkali, para wanita acuh terhadap gejala-gejala penyakit jantung yang dideritanya dan beranggapan penyakit tersebut penyakit ringan yang bisa hilang dengan sendirinya. Saat disadari penanganannya sudah terlambat. Karena itu, para wanita diharapkan segera lakukan pemeriksaan bila terdapat gejala-gejala penyakit jantung.

‘’Untuk wanita yang sudah memasuki menapouse, usia 55 tahun ke atas, tingkat risikonya sudah sama dengan laki-laki. Dan biasanya saat usia produktif, wanita sangat jarang terserang penyakit jantung karena masih memiliki hormon estrogen. Dimana estrogen merupakan hormon dari golongan steroid yang berpengaruh pada siklus menstruasi perempuan, kehamilan dan embryogenesis,’’ ujar Konsultan Kardiologi Intervensi Rumah Sakit Awal Bros Pekanbaru dr Dasdo Antonius Sinaga SpJP(K) FIHA kepada Riau Pos, Rabu (20/9).

Penyakit jantung terjadi karena adanya penyumbatan pembuluh darah jantung yang dikenal sebagai pembuluh arteri koroner. Jika jantung diibaratkan sebagai sawah, maka pembuluh koroner ini adalah irigasi memberi makanan kepada jantung. Pembuluh atau urat koroner ini bisa mengalami penyempitan akibat adanya kerak atau plak lemak yang menempel pada dindingnya. Wajib diketahui bahwa plak ini sudah terbentuk sejak di usia dini (anak-anak atau remaja), dan di usia yang lebih tua, arteri koroner akan mengalami penyumbatan (istilah lain untuk penyempitan yang sudah parah). Saat ini, serangan jantung diketahui terjadi pada usia yang lebih muda. Tak jarang di umur 30-40 tahun, bahkan di usia 20-an tahun, terutama jika mengidap penyakit diabetes (penyakit gula) atau memiliki kebiasaan merokok.
‘’ Gejala utama dan paling sering dari serangan jantung adalah nyeri dada atau sesak di dada yang menembus ke punggung, kadang-kadang menjalar ke leher seperti tercekik atau nyeri rahang, atau ke lengan kiri.Namun pada kasus tertentu gejala klasik seperti itu tidak nyata.Banyak pasien mengeluhkan tanda-tanda seperti sakit lambung/sakit maag, seperti nyeri ulu hati, mual dan muntah, pusing, ternyata terkena serangan jantung akut. Sebaliknya juga sama, tidak semua sakit dada merupakan serangan jantung. Nyeri pada bagian dada bisa terjadi karena naiknya asam lambung (dikenal sebagai penyakit GERD/ Gastoesophageal reflux disease), nyeri otot dan tulang, atau sakit kulit.Memeriksakan diri secara awal lebih baik ke dokter lebih sangat dianjurkan agar penanganan yang cepat bisa dilakukan dan mencegah komplikasi yang lebih berat,’’ jelas dr Dasdo.

Mengontrol kadar gula darah dengan obat-obatan akan menurunkan risiko atau menghambat terjadinya penyakit jantung. Namun, bahkan jika kadar gula sudah terkontrol, seluruh penderita diabetes memiliki risiko tinggi jadi penyakit jantung dan stroke. Hal ini terjadi karena seluruh faktor yang menyebabkan penyakit gula, juga berpotensi menyebabkan penyakit penyempitan pembuluh darah arteri koroner, termasuk tekanan darah tinggi, kelebihan berat badan dan obesitas, aktivitas fisik yang kurang dan kebiasaan merokok.

Orang yang sudah terkena serangan jantung atau stroke setelah mengalami serangan jantung, pasien jantung harus segera mulai bergerak atau berolah fisik. Lakukan aktivitas fisik yang dianjurkan oleh dokter.Mulai dengan berjalan lambat hingga jalan cepat. Durasinya adalah selama 30-40 menit, 3-4 x per minggu. Jika fisik sudah lebih kuat, bisa berjalan cepat hingga berlari kecil. Olahraga lain yang dianjurkan adalah bersepeda, baik sepeda statis ataupun sepeda di jalanan.

‘’Penelitian membuktikan bahwa paska serangan jantung, penderita yang rajin berolahraga atau gerak tubuhnya aktif, bisa memperpanjang usia hidup. Pada saat berolahraga, jantung akan berdetak lebih cepat, sehingga bisa memompa darah lebih efisien, dan kesehatan pembuluh arteri juga lebih baik,’’ papar dr Dasdo.

Menurut dr Dasdo, umumnya gejala penyakit jantung pada pria lebih mudah diidentifikasi dibandingkan gejala penyakit jantung pada wanita. Alasan mengapa gejala penyakit jantung pada pria lebih mudah diidentifikasi ialah karena penyakit jantung lebih banyak diderita oleh pria dibandingkan wanita. Namun, resiko untuk wanita menderita penyakit jantung juga tinggi jika wanita tidak menerapkan pola hidup sehat.

Tingginya jumlah penderita penyakit jantung pada pria menyebabkan wanita seringkali mengabaikan gejala penyakit jantung yang mereka derita. Tidak hanya itu, gejala penyakit jantung pada wanita juga seringkali mengarah kepada gejala penyakit yang lain sehingga banyak wanita yang salah mengidentifikasi peyakit mereka dan tidak segera melakukan pemeriksaan medis. Lalu apa saja gejala penyakit jantung pada wanita?

1. Nyeri di dada
Nyeri di bagian dada merupakan gejala umum dari penyakit jantung. Umumnya gejala penyakit jantung berupa nyeri di bagian dada terasa di bagian dada sebelah kiri. Namun, nyeri dada yang dirasakan oleh penderita penyakit jantung pada wanita ternyata tidak hanya dirasakan di sebelah kiri. Beberapa penderita penyakit jantung pada wanita bisa saja merasakan gejala nyeri dada sebelah kiri. Namun, rasa nyeri di bagian dada ternyata juga bisa dirasakan di seluruh bagian dada.

Nyeri dada biasanya akan terasa seperti mendapat tekanan benda berat yang terjadi selama beberapa menit kemudian menghilang atau hilang timbul. Selain nyeri sebelah kiri atau nyeri di seluruh bagian dada, wanita yang menderita penyakit jantung ternyata juga bisa merasakan gejala berupa nyeri dada sebelah kanan. Karena itulah banyak wanita yang tidak menyadari bahwa dirinya telah menderita penyakit jantung. Kebanyakan dari mereka mengira bahwa gejala penyakit tersebut merupakan gejala dari penyakit lain.

2. Nyeri di Bagian Tubuh yang Lain
Rasa nyeri ternyata tidak hanya di bagian dada saja. Saat gejala penyakit jantung muncul, rasa nyeri di bagian dada bisa menyebar ke area tubuh yang lain. Adapun beberapa bagian tubuh lain yang akan merasakan nyeri adalah bagian leher, lengan, rahang, dan juga punggung. Biasanya pria yang menderita penyakit jantung tidak akan merasakan nyeri di beberapa area tersebut. Karena itulah banyak pula wanita yang mengira bahwa rasa nyeri di beberapa area tersebut bukanlah penyakit jantung.
Akibatnya banyak wanita yang tidak segera memeriksakan diri ketika merasakan gejala tersebut. Biasanya rasa nyeri tersebut akan muncul secara tiba-tiba tanpa adanya penyebab pasti. Bahkan wanita yang merasakan gejala tersebut bisa tiba-tiba terbangun dari tidur karena merasakan rasa nyeri yang cukup mengganggu. Jika Anda merasakan gejala tersebut maka sebaiknya Anda waspada karena bisa jadi kondisi tersebut menandakan adanya gejala penyakit jantung.

3. Sakit perut disertai mual
Siapa yang menyangka kalau sakit perut ternyata juga menandakan gejala penyakit jantung? Ternyata gejala penyakit jantung pada wanita juga bisa ditunjukkan dengan adanya gejala sakit perut. Seseorang yang sering merasakan sakit perut biasanya mengira bahwa gejala tersebut adalah tanda penyakit maag atau gangguan asam lambung. Namun, jika Anda sering merasakan sakit perut yang luar biasanya disertai dengan rasa mual maka bisa jadi kondisi tersebut menandakan adanya penyakit jantung.
Rasa sakit perut yang menandakan penyakit jantung biasanya berupa rasa sakit seperti tertekan benda berat. Pada beberapa kasus, rasa sakit di bagian perut bisa menjalar ke bagian ulu hati. Wanita yang menderita penyakit jantung akan merasakan gejala sakit perut di bagian atas atau lebih tepatnya di area ulu hati.

4. Sesak nafas
Sesak napas merupakan gejala paling umum dari penyakit jantung. Hampir semua penderita penyakit jantung biasanya mengalami gejala sesak napas. Sayangnya banyak wanita atau orang-orang yang menderita penyakit jantung dan mengalami sesak napas mengira bahwa sesak napas yang mereka rasakan adalah gejala gangguan pernapasan biasa, bukan gejala penyakit jantung.

Sesak napas pada penderita penyakit jantung muncul karena jantung tidak bisa memompa darah secara optimal sehingga aliran darah yang membawa oksigen tidak bisa mencapai paru-paru secara optimal, akibatnya muncul gejala sesak napas. Selain paru-paru, oksigen kemungkinan besar juga tidak mampu mencapai organ lain di dalam tubuh secara optimal. Kondisi ini bisa semakin parah jika tidak segera ditangani dengan benar.

5. Keringat dingin
Penderita penyakit jantung biasanya juga akan mengalami keringat dingin. Keringat dingin tersebut muncul ketika beraktivitas atau bahkan ketika tidak melakukan aktivitas apapun. Biasanya keringat dingin muncul di telapak tangan. Keringat dingin akan semakin parah ketika penderita penyakit jantung sedang mengalami stres.

6. Tubuh cepat lelah
Gejala penyakit jantung pada wanita selanjutnya adalah tubuh mudah lelah. Hampir 70% wanita yang menderita penyakit jantung mengalami hal ini. Umumnya, wanita yang mengalami gejala ini terlebih dahulu akan mengalami rasa lelah di bagian dada kemudian rasa lelah akan menjalar ke seluruh bagian tubuh. Rasa lelah ini kemungkinan disebabkan oleh suplai darah dan juga oksigen yang terganggu ke seluruh tubuh. Organ tubuh yang kekurangan suplai oksigen secara otomatis akan mengalami gangguan kerja.
Rasa lelah yang dialami oleh penderita penyakit jantung ini awalnya hanya ringan namun lama-kelamaan penderita akan merasakan lelah yang berlebih. Bahkan penderita penyakit jantung tidak mau atau malas melakukan aktivitas apapun, termasuk aktivitas yang tergolong ringan seperti mengambil minuman di dapur dan berbagai aktivitas ringan lainnya.

7. Sakit kepala atau pusing
Gejala penyakit jantung lainnya ialah sakit kepala atau kepala terasa pusing. Selain pusing, gejala lain yang mungkin akan mengikuti adalah pingsan, rasa melayang, dan juga gangguan tidur. Kondisi sakit kepala sangat mungkin terjadi akibat jantung yang tidak bekerja secara normal menyebabkan suplai darah ke otak menjadi berkurang, kondisi tersebut otomatis menyebabkan suplai oksigen dan juga glukosa ke otak kurang. Jika kondisi tersebut berlangsung lama bisa jadi penderita akan pingsan karena suplai oksigen ke otak tidak terpenuhi dengan baik. Penderita juga bisa mengalami gangguan tidur akibat kondisi tersebut.

8. Penurunan nafsu makan
Sakit perut dan juga rasa mual yang dirasakan oleh wanita yang menderita penyakit jantung juga akan menyebabkan nafsu makan menurun secara drastis. Kondisi ini lambat laun akan memperburuk kondisi penderita dan juga menyebabkan penurunan berat badan.

9. Pembengkakan pada beberapa bagian tubuh
Pada kondisi yang cukup parah, penyakit jantung yang tidak segera ditangani akan menyebabkan tubuh penderitanya membengkak. Karena penderita gagal jantung bisa saja bengkak tubuhnya walaupun fungsi ginjal baik.***

(Sumber: http://www.riaupos.co/berita.php?act=full&id=162573&page=5)

Categories: Media Clipping and RS Awal Bros Pekanbaru.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *