Penanganan Kista Ovarium dengan Tindakan Laparoskopi

Panam (14/10) – Rumah Sakit Awal Bros Panam salah satu rumah sakit yang memiliki pelayanan operasi dengan tindakan laparoskopi mengadakan seminar yang di hadiri sekitar 50 orang ibu-ibu dan remaja wanita. Seminar yang langsung dipandu oleh dokter spesialis kandungan ini membahas tentang penanganan kista ovarium dengan laparoskopi. 

Kista ovarium, cukup populer di telinga wanita khususnya jika ini menyangkut kesehatan reproduksi. Jangan panik dulu jika Anda didiagnosis mengidap kista, karena kista banyak jenisnya dan tidak selalu berbahaya. Namun kista tetap perlu diwaspadai karena tanda dan gejalanya sering kali tidak disadari dan baru terdeteksi saat seseorang memeriksakan dirinya atau berkonsultasi kepada dokter.
Keluhan atau sakit biasanya dirasakan saat menstruasi yang tak kunjung mereda atau gangguan pada siklus haid. Ada juga kista yang sifatnya ganas dan dapat berkembang menjadi kanker.
kista ovarium merupakan benjolan yang membesar, seperti sebuah balon yang berisi cairan yang tumbuh di indung telur. Cairan ini bisa berupa air, darah, nanah atau cairan coklat kental seperti darah menstruasi yang disebut kista coklat (endometrioma) atau kista endometriosis.

Menurut Dokter Spesialis Obgyn Rumah Sakit Awal Bros Panam, dr Servin Pandu Djaganata MKed(OG) SpOG, ada beberapa cara penanganan kista ovarium, hal ini dipilih berdasarkan keadaan klinis pasien dan hasil temuan pemeriksaan ginekologi.  Pertama adalah dilakukan observasi, pasien diperiksa kembali setelah satu sampai tiga bulan untuk melihat perubahan ukuran kista. Kedua adalah tindakan operasi, jika kista kandung telur tidak menghilang setelah beberapa bulan, bahkan membesar, mengganggu fungsi organ sekitar, menimbulkan nyeri atau mencurigakan pada saat pemeriksaan USG atau bila ditemui pada wanita yang sudah menopause. Pembedahan ini dapat dilakukan dengan cara laparoskopi atau laparotomi.

“Penanganannya tidak selalu harus dengan tindakan operasi, kecuali jika kista dianggap berbahaya, ukurannya makin membesar, lebih dari 5 cm, benar- benar mengganggu dan menimbulkan sakit yang luar biasa pada si penderita, terutama apabila kista terpuntir atau pecah,” ujar dr. Djaganata.

Pada kesempatan ini juga, dr. Servin menghimbau kepada seluruh peserta seminar untuk selalu memeriksakan diri jika sudah merasakan hal-hal seperti :

  • Jika nyeri perut bagian bawah, terutama nyeri yang timbul saat haid (nyeri sedang-berat)
  • Keputihan yang menimbulkan gatal, berwarna dan beraroma tidak sedap
  • Perut bawah terasa pegal & panas
  • Teraba benjolan pada perut bagian bawah/ perut terasa membesar tidak normal
  • Gangguan Buang air kecil dan Buang air besar
  • Tidak hamil dalam satu tahun menikah (hubungan rutin minimal satu kali dalam satu minggu dan tidak menggunakan alat kontrasepsi)
  • Sering berdarah setelah berhubungan seksual

Jadwal Praktek dr. Servin pandu Djaganata,Senin  Pukul 19.00 – 21.00 WIB, Selasa & Rabu Pukul 17.00 – 19.00 WIB,Jumat Pukul 16.00 – 19.00 dan Sabtu Pukul 17.00 – 19.00 WIB.

Untuk Informasi lebih lanjut hubungi : 082284229888

 

 

Categories: Press Release and RS Awal Bros Panam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *