Gagal Jantung Akut

Pekanbaru – GAGAL jantung akut adalah serangan cepat atau memburuknya gejala dan atau tanda-tanda gagal jantung sehingga membutuhkan evaluasi dan penanganan segera.

Gagal jantung akut dapat berupa serangan baru tanpa ada kelainan jantung sebelumnya atau dekompensasi akut dari gagal jantung kronik. Pada gagal jantung terjadi Disfungsi jantung yang dapat berupa disfungsi sistolik maupun diastolik karena gangguan kontraktilitas jantung, kelainan struktur jantung atau gangguan irama jantung.

Gagal jantung akut dapat disebabkan oleh sindrom koroner akut, hipertensi kronik, aritmia jantung, tamponade jantung, kardiomiopati atau emboli paru.

‘’Selain itu faktor presipitasi non Kardiovaskular juga dapat memicu serangan gagal jantung seperti overload volume karena tidak membatasi asupan cairan dan garam perhari, peningkatan tekanan darah yang signifikan, asma, infeksi pnemonia, penggunaan obat rekreasional atau alkohol, komplikasi operasi, stres, gangguan hormonal, serta yang paling sering didapati adalah karena kepatuhan minum obat yang rendah,’’ ujar Dokter Awal Bros Panam, dr. Patricia Feliani Sitohang kepada Riau Pos, Rabu (4/10).

Dokter yang meraih juara I kompetisi kasus pada ajang The 5th Pekanbaru Cardiology Update ini menjelaskan, secara umum gagal jantung merupakan gangguan struktur dan fungsi jantung yang mengakibatkan gagalnya suplai oksigen untuk memenuhi kebutuhan metabolisme jaringan.

Seseorang yang mengalami gagal jantung bukan berarti jantungnya telah berhenti bekerja, melainkan daya pompa jantungnya menjadi lemah. Karena itu mereka yang mengalami kondisi ini membutuhkan pengobatan untuk memperlambat perburukan penyakit serta mencegah terjadinya kekambuhan akibat dekompensasi.

‘’Gejala gagal jantung dapat berbeda-beda pada tiap penderita. Namun gejala yang khas untuk gagal jantung berupa sesak napas baik pada saat aktivitas atau istirahat, cepat lelah, perut membesar atau bengkak pada kedua pergelangan kaki. ,’’ ujar dokter yang berkeinginan kuat mengambil spelialis jantung ini.

Sesak napas akibat gagal jantung biasanya makin terasa saat penderita berbaring datar, aktivitas berat atau pada kondisi lanjut sesak napas terjadi saat pasien beraktivitas ringan ataupun beristirahat. Sebagian dari mereka juga mengalami tidur malam yang terganggu akibat sesak napas hebat sehingga harus dalam posisi setengah duduk atau berdiri agar bisa menghirup udara.

Beberapa masalah kesehatan yang dapat memicu Gagal jantung, seperti:

Hipertensi. Tekanan darah merupakan kekuatan yang dibutuhkan untuk memompa darah ke seluruh tubuh tiap kalinya. Jika tekanan darah tinggi, maka hal ini dapat menyebabkan jantung bekerja lebih keras untuk mengedarkan darah ke seluruh tubuh dan otomatis otot jantung akan menebal untuk mengimbangi kinerja yang meningkat tersebut. Jika ini terus berlangsung, maka pada akhirnya jantung terlalu terbebani dan tidak lagi kuat untuk memompa darah secara efektif. Otot-ototnya menjadi lemah atau bisa juga menjadi terlampau kaku.

Penyakit jantung koroner dan serangan jantung. Kondisi ini membuat pasokan darah dan oksigen ke jantung menurun akibat menyempitnya arteri oleh tumpukan lemak. Saat pembuluh darah ke otot jantung benar-benar tersumbat dan aliran oksigen ke seluruh bagian jantung menjadi terputus, terjadilah serangan jantung. Serangan jantung dapat membuat daya pompa jantung melemah atau bahkan menyebabkan kerusakan permanen pada dinding otot jantung.

Gangguan ritme jantung. Kondisi ini dapat menyebabkan ritme atau detak jantung menjadi terlalu lambat atau terlalu cepat. Ritme yang terlalu lambat akan mengurangi pasokan darah dari jantung ke tubuh. Sedangkan ritme yang terlalu cepat, dapat membuat jantung bekerja terlalu keras. Kedua kondisi ini lama-kelamaan akan mengarah kepada gagal jantung.

Kardiomiopati atau kerusakan pada otot jantung. Ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko seseorang mengalami kardiomiopati, di antaranya adalah genetik atau keturunan, penggunaan obat-obatan kemoterapi, penyalahgunaan narkoba, kecanduan alkohol dan infeksi.

Miokarditis atau radang otot jantung. Penyakit ini kadang-kadang dapat berkembang dan mengarah pada gagal jantung kiri. Umumnya, penyebab miokarditis adalah infeksi virus.

Kerusakan katup jantung. Katup jantung berfungsi menjaga darah yang mengalir melalui jantung tetap berada di jalur yang tepat. Jika katup jantung rusak, maka aliran darah bisa terganggu. Hal ini mengakibatkan meningkatnya beban kerja pada otot jantung.

Hipertioridisme. Orang yang menderita penyakit ini, kelenjar tiroid di dalam tubuhnya akan memproduksi hormon tiroid secara berlebihan. Saat kadar hormon tersebut tinggi, maka denyut jantung, tekanan darah, serta suhu tubuh akan meningkat pula.

Anemia. Saat seseorang mengalami anemia, maka tubuhnya kekurangan oksigen yang didapat dari darah. Jika kondisi ini tidak ditangani maka kerusakan pada organ-organ di tubuhnya, termasuk jantung, dapat terjadi.

Diabetes. Orang yang menderita diabetes memiliki risiko tekanan darah tinggi dan penyakit jantung koroner yang meningkat.

Cacat jantung sejak lahir. Sebagian bayi lahir dengan kondisi sebagian bilik atau katup jantungnya tidak terbentuk secara sempurna. Keadaan ini dapat menyebabkan bagian jantung lainnya yang masih sehat harus bekerja lebih keras dalam memompa darah. Pada akhirnya berpotensi mengarah kepada gagal jantung.

Ada empat tingkat keparahan dalam penyakit gagal jantung, di antaranya:

Fase I: Tidak ada gejala selama melakukan aktivitas normal.

Fase II: Gejala dirasakan ketika penderita melakukan aktivitas sehari-hari, seperti napas yang pendek dan berat

Fase III: Gejala dirasakan ketika melakukan aktivitas fisik yang ringan atau kecil.

Fase IV: Gejala muncul ketika pasien dalam kondisi beristirahat

‘’Pada fase III dan IV ini sudah perlu penanganan serius. Sedangkan pada fase I dan II pasien bisa berobat jalan,’’ tuturnya sambil bercerita bagaimana dirinya tertarik mengikuti kompetisi the 5th pekanbaru cardiology update yang dilaksanakan tanggal 1 Oktober lalu di Hotel Aryaduta yang diikuti 8 rumah sakit di Riau ini.*

 

Pada sebagian besar kasus, gagal jantung merupakan kondisi seumur hidup yang tidak dapat sembuh sepenuhnya. Dalam kasus demikian, penanganan yang terdiri dari kombinasi obat-obatan, peralatan penopang jantung dan operasi perlu dilakukan sesuai dengan keadaan penderita, untuk memperlambat perburukan fungsi jantung.

Keefektifan pengobatan gagal jantung bukan hanya tugas dokter, namun juga harus didukung oleh kerjasama dari pasien dengan menjalani pola hidup sehat dan patuh dalam minum obat.

Ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah gagal jantung, di antaranya:

Mengonsumsi makanan sehat dan membatasi asupan garam, lemak dan gula. Contoh-contoh makanan sehat adalah buah dan sayur, makanan berprotein tinggi (misalnya ikan, daging atau kacang), makanan yang mengandung zat tepung (misalnya beras, kentang atau roti) dan makanan yang terbuat dari bahan susu atau bahan olahan susu. Menjaga berat badan dengan berolahraga secara rutin. Berhenti merokok dan membatasi konsumsi minuman keras. Menjaga kadar kolesterol dan tekanan darah pada batas normal.

Sumber: Riau Pos, Tanggal 6 Oktober 2017, halaman 8

Categories: Media Clipping and RS Awal Bros Panam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *