Jika Tamu Bulanan Datang Tidak Teratur

Larangan keramas, tidak boleh berenang, nafsu makan meningkat, mendadak emosi dan berbagai hal lain yang sering kali dianggap sebagai sederet hal yang berbau mitos. Konon tidak sedikit yang mempercayai hal tersebut, seperti halnya mengonsumsi minuman bersoda yang dianggap sebagai ritual pengilang rasa sakit saat haid. Seberapa benarkah hal tersebut, atau selama ini hanya mitos belaka?

Dokter spesialis kebidanan dan Kandungan Rumah Sakit Awal Bros (RSAB) Batam, dr. Gina Rotty, SpOG mengatakan menstruasi adalah siklus alami yang terjadi pada wanita. Sikulus ini umumnya akan muncul tiap empat minggu, dimulai sejak hari pertama menstruasi hingga hari pertama mensturasi berikutnya. Meski demikian tidak semua wanita mengalami siklus yang sama. Siklus ini terkadang datang lebih cepat atau lebih lambat dengan perbedaan yang berkisar 21 – 35 hari.

Hormon esterogen dalam tubuh wanita akan meningkat tapi siklus menstruasi untuk bersiap menghadapai kemungkinan terjadinya kehamilan. “Masa ovulasi atau pelepasan sel telur dari ovarium akan terjadi dan dinding rahim akan menebal,” kata dr. Gina, SpOG

Apabila tidak dibuahi, sel telur akan diserap tubuh dan dinding rahim yang sudah menebal akan luruh, kemudian mengalir keluar dari tubuh bercampur dengan darah. Proses keluarnya darah dari vagina inilah yang disebut haid atau datang bulan. Siklus menstruasi pertama pada gadis remaja, saat mereka memasuki masa pubertas, biasanya diawali usia 12 tahun atau sekitar 2-3 tahun setelah payudara mulai tumbuh. “Usia pertama menstruasi dialami oleh seorang gadis yang terjadi pada usia yang sama dengan ibu atau kakak perempuan mereka,” ujarnya.

Menstruasi pertama terkadang bisa datang lebih cepat atau lambat. Ada yang mengalaminya sejak 8 tahun dan ada yang baru mengalaminya di atas usia 12 tahun. Meski demikian,sebagian besar gadis remaja sudah menstruasi secara rutin pada usia 16-18 tahun.

“Menstruasi akan terus berlangsung sampai menopause tiba. Umumnya terjadi pada wanita usia 40 tahun hingga pertengahan usia 50 tahun,” ucapnya. Ada beberapa gejala siklus menstruasi sindrom prahaid (PMS) . Perubahan kadar hormon dalam tubuh wanita akan terjadi, khususnya pada masa sebelum menstruasi. “Berubahnya jumlah hormon bisa mempengaruhi fisik dan emosi yang terkadang muncul berhari – hari sebelum menstruasi. Gejala ini disebut PMS”, terangnya.

Sejumlah perubahan fisik dan emosi biasanya muncul, diantaranya Lelah, sakit kepala, perut kembung, payudara sensitif, kenaikan berat badan karena penumpukan cairan, diare atau konstipasi dan muncul jerawat. Sementara perubahan emosi yang bisa terjadi saat mengalami sindrom prahaid, diantaranya depresi, sering uring – uringan, suasana hati yang tidak stabil, sulit konsentrasi, mudah menangis, insomnia, perubahan nafsu makan, kecemasan berlebihan, turunnya rasa percaya diri dan gairah seks menurun.

Saat menstruasi wanita akan mengalami pendarahan dari vagina selama kira – kira 2 hari sampai satu minggu dengan volume darah sekitar 30-70 mililiter. Tetapi ada sebagian wanita yang mengeluarkan dalam jumlah lebih banyak volume terbanyak biasanya terjadi pada hari pertama dan kedua.

Menstruasi ini dapat berubah tergantung kondisi tubuh wanita. Dalam kata lain, perubahan ini memang tidak perlu dicemaskan, karena belum tentu mengindikasikan masalah kesehatan. Meski demikian, dianjurkan untuk tetap memeriksakan diri ke dokter, apabila mengalami kondisi gangguan siklus menstruasi. Selama menstruasi, sakit atau kram perut mungkin terjadi hingga mengganggu aktivitas sehari – hari. Dr. Gina, SpOG menyebutkan beberapa hal bisa mengurangi sakit atau kram perut tersebut.

Menghangatkan perut dengan kompres air hangat, olahraga ringan seperti berjalan kaki atau bersepeda, memijat perut bagian bawah, meminum obat Pereda sakit (analgesic), dan berhenti merokok. Hal lain yang bisa dilakukan adalah melakukan Teknik relaksasi seperti yoga dan meditasi, menghindari minum yang mengandung kafein dan alkohol.

Pada intinya, mitos seperti konsumsi minuman bersoda belum ada penelitian yang menyebutkan hal tersebut. Namun beberapa hal yang berpengaruh bisa dikatakan disebabkan kemampuan tubuh merespon perintah otak. Artinya itu adalah sugesti, terangnya. Durasi serta volume pendarahan dialami berbeda tiap wanita. Makannya, dokter selalu menyarankan mencatat siklus tersebut agar dapat segera menyadari jika muncul kejanggalan tertentu. Siklus menstruasi yang tidak biasa terkadang dapat mengindikasikan adanya komplikasi atau masalah kesehatan.

Pengobatan

Jika kram haid disebabkan oleh suatu kondisi, dokter dapat melakukan tes-tes berikut:

  • Ultrasonography (USG) menggunakan gelombang suara untuk memeriksa rahim, serviks, tuba fallopi, dan indung telur.
  • Computerized tomography (CT) Scan atau Magnetic Resonance Imaging (MRI) scan untuk melihat detail organ, tulang dan jaringan untuk mendiagnosis penyebab.
  • Laparaskopi, pemeriksaan ini dapat membantu melihat penyebab dari rasa sakit.

Pengobatan di rumah yang bisa dilakukan sendiri :

  • Aktivitas fisik
  • Berendam air hangat atau menempelkan heating pad (kompres hangat) pada area yang sakit.
  • Konsumsi suplemen penting seperti vitamin E, omega 3, vitamin B1 dan B6
  • Ubah gaya hidup menjadi lebih positif dengan menghindari tembakau dan alkohol
  • Jaga agar diri tetap rileks dan hindari stres
SUMBER: BATAM POS | HEALTHY LIVING | 29 OKTOBER 2017 | HAL. 19
Categories: Media Clipping and RS Awal Bros Batam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *