Peringati Hari Dokter Nasional, RS Awal Bros Panam Gelar Seminar Kedokteran

Rabu 25 Oktober 2017 Rs Awal Bros Panam mengadakan seminar kedokteran ber SKP dengan tema “ Pemecahan Batu Saluran Kemih Dengan Teknologi Ureterorenoscopy dan ESWL(Extracorporeal shock wave lithoripsy)”. Kegiatan ini ditaja dalam rangka Hari Dokter Nasional. Kegiatan ini juga langsung dibuka oleh Direktur RS Awal Bros Panam dr. Mutiara Arcan, MARS.

Penyakit batu ginjal atau nefrolitiasis adalah suatu kondisi ketika material keras yang menyerupai batu terbentuk di dalam ginjal. Material tersebut berasal dari sisa zat-zat limbah di dalam darah yang disaring oleh ginjal yang kemudian mengendap dan mengkristal seiring waktu Pada sebagian besar kasus, penyakit batu ginjal dialami oleh orang-orang yang berusia 30-60 tahun. Diperkirakan 10 persen wanita dan 15 persen pria pernah mengalami kondisi ini selama hidup mereka.

Endapan batu di dalam ginjal bisa disebabkan oleh makanan atau masalah kesehatan lain yang mendasari. Berdasarkan jenisnya, batu ginjal dibagi menjadi empat, yaitu batu kalsium, batu asam urat, batu struvit, dan batu sistin.

Dr. Pietramala D Djaprie, SpU selaku pembicara menuturkan untuk menegakkan suatu diagnosa penyakit perlu dilakukan anamnesis, pemeriksaan fisik dan beberapa pemeriksaan tambahan. Khusus untuk kasus batu saluran kemih anamnesis yg perlu dilakukan adalah asesmen nyeri durasi dan onset, lokasi dan penjalaran serta gejala tambahan seperti adanya demam dengan tanda infeksi, riwayat BAK merah atau passing tone. Untuk pemeriksaan fisik umum (suhu, tensi, anemia) dan keluhan urologinya pemeriksaan Nyeri ketok CVA dan massa (ballottement), pemeriksaan tambahan yang perlu dilakukan pemeriksaan urine, microbiology, darah : ureum/kratinin, asam urat, plan x ray/usg/ipv dan Ct scan.

Dr. Pietrama D Djaprie, SPU juga menambahkan tujuan dari terapi yang akan diberikan adalah menghilangkan nyeri, pengambilan/eradikasi batu dan pencegahan rekurensi. Dasar untuk Penentuan terapi adalah berdasarkan ukuran batu, letak batu dan akibat yang ditimbulkan. Sebagai contoh dr. pietra menuturkan terapi batu ginjal < 5 mm, tanpa sumbatan, nyeri dan inveksi dilakukan pengawasan lanjutan untuk membuktikan keberhasilan terapi serta edukasi untuk mencegah rekurensi. Untuk menghancurkan/menyingkirkan batu dengan nyeri persisten medikasi yang kuat, obruksi persisten dengan kerusakan resiko kerusakan ginjal, infeksi, resiko pyonefrosis atau urosepsis, obruksi bilateral dan singke kidney( 1 ginjal), ada beberapa tindakan yang perlu dilakukan 1. ESWL ( Tindakan invasive untuk batu ginjal dan ureter) dengan system menggunakan resonansi suara sehingga menimbulkan gelombang kejut. 2. URS (Tindakan minimal invasive untuk batu ureter proksimal/distal, dilakukan dengan mekanik-pneumatik atau dengan laser (pemanasan batu).

Harapan RS dengan melakukan kegiatan ini bahwa setiap dokter yang memberikan pelayanan di fasilitas kesehatan primer dapat mengetahui serta menegakkan diagnosa penyakit batu pada masyarakat dan melakukan penanganan awal dimana pasien datang dengan gejala yg khas yaitu kolic dan dapat mengetahui diagnosa pembanding dengan gejala yg sama serta mampu memberikan penanganan sehingga penyakit tidak berlanjut serta dokter di faskes primer memberikan edukasi kepada pasien bagaimana cara agar penyakit batu saluran kemih dapat dicegah dan tidak berulang kembali.

RS Awal Bros Panam telah memiliki teknologi medis terkini dengan teknik ESWL dan URS dg bertujuan untuk mencegah komplikasi penyakit lebih lanjut.

Categories: Press Release and RS Awal Bros Panam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *