Pertumbuhan dan Perkembangan Rahang dan Gigi pada Anak dalam Perawatan Orthodonti

BENTUK dan susunan gigi yang tidak teratur atau gigi tumbuh tidak pada tempatnya, rahang atas dan rahang bawah tidak simetris segera bawa anak Anda ke dokter gigi spesialis orthodonti sebelum terlambat. Karena bentuk atau susunan yang berubah ini masih bisa diperbaiki.

Dokter gigi Spesialis Kecantikan Gigi Rumah sakit Awal Bros Pekanbaru drg Muslina Yulia SpOrt kepada Riau Pos, Senin (30/10).

Pertumbuhan dan perkembangan rahang dan gigi merupakan hal yang harus diperhatikan, karena kita mengharapkan susunan gigi dan rahang, di ikuti dengan wajah estetik dan menyenangkan serta fungsi gigi geligi yang maksimal.

Pertumbuhan dan perkembangan rahang dan gigi terjadi secara bertahap dari masa anak – anak sampai keadaan dewasa.
Hal-hal yang dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan rahang dan gigi:
1. Faktor keturunan / Gen.
2. Nutrisi .
3. Penyakit yang berlangsung lama .
4. RAS ( pertumbuhan pada masing-masing Ras berbeda ).
5. Sosial ekonomi dapat menyebabkan malnutrisi yang berakibat gangguan Pertumbuhan dan Perkembangan Rahang dan gigi.
6. Pengaruh hormon.

Umumnya gigi susu pada bayi mulai tumbuh di usia sekitar 6-8 bulan. Dan ada beberapa bayi yang mengalami keterlambatan pertumbuhan giginya, yaitu baru terlihat pada usia sekitar 1 tahun bahkan lebih.
Gigi susu pertama yang biasanya tumbuh pertama kali adalah pada gigi seri rahang bawah. Sedangkan gigi susu terakhir yang tumbuh biasanya pada gigi geraham rahang atas dan rahang bawah . Dan pertumbuhan gigi susu si kecil, normalnya, akan berakhir ketika ia berusia 2-2,5 tahun, dimana ia sudah memiliki gigi susu lengkap sebanyak 20 gigi.

Tidak semua gigi tumbuh dalam waktu yang sama.
Gigi susu atau  gigi sulung berperan penting untuk perkembangan rahang dan erupsi atau pertumbuhan gigi tetap. Normalnya anak-anak mempunyai 20 gigi susu yang terdiri dari 10 gigi dirahang atas dan 10 gigi di rahang bawah.

Pertumbuhan pada Sendi rahang bawah (mandibula) memenuhi fungsinya dan membantu pertumbuhan tulang kepala secara keseluruhan (termasuk rahang atas). Mandibula merupakan sendi yang paling kompleks dalam tubuh sehingga sendi rahang mandibula bertanggung jawab untuk melakukan berbagai macam gerakan seperti: maju mundur, ke kiri ke kanan dan membuka menutup mulut.

Dikatakan drg Muslina, sendi rahang akan mengalami kelainan, yang disebabkan karena adanya gangguan pada sendi rahang. Misalnya: kebiasaan bertopang dagu, bruxism, Stres yang mengakibatkan otot-otot rahang kaku dan sering berkontraksi, sehingga bentuk tumbuh kembang rahang juga ikut terganggu atau asimetris .

Susunan gigi yang tidak teratur (maloklusi) juga akan mengalami gangguan fungsi mengunyah. Misalnya: gigi yang tumbuh diluar lengkung / deretan posisi gigi.
Gigi tumbuh miring ke arah pipi. Gigi yang tumbuh dan sering menyebabkan bibir terluka.
Selain itu,kebiasaan mengunyah pada satu sisi rahang. Biasanya diakibatkan karena salah satu sisi tidak ada gigi, atau karena sisi tersebut terasa sakit atau tidak nyaman saat dipakai mengunyah.

Merapikan gigi bukan hanya demi penampilan, tetapi juga untuk kesehatan dan fungsi nya. Apabila satu dengan yang lain menimbulkan masalah dalam pengunyahan, maka ini akan berakibat pada gangguan pencernaan.
Selain itu, gigi yang tidak teratur atau posisi gigi miring, maka sisa makanan akan mudah melekat dan terjadi penumpukan sehingga kebersihan gigi sulit dilakukan dan terjadi peradangan pada gusi atau gusi mudah berdarah.

‘’Kelainan rahang dan gigi misalnya rahang atas terlalu maju atau rahang bawang terlalu maju, membutuhkan tindakan koreksi yang lebih lama. Perawatan untuk kelainan rahang harus dimulai di usia awal pubertas, yakni pada anak wanita sekitar usia 10 tahun dan 11 tahun pada anak laki-laki,” katanya.

Koreksi rahang bisa dilakukan dengan penggunaan alat khusus untuk mengatur pertumbuhan dan perkembangan rahang dan gigi. Untuk menghindari kelainan susunan gigi, drg. Muslina mengajurkan agar orangtua melakukan tindakan observasi saat anak-anak memasuki usia praremaja.

“Meski anak tidak sakit gigi, bawalah ke dokter gigi tiap 6 bulan sekali, untuk mengetahui susunan gigi geligi.
Tindakan observasi ini diperlukan untuk menjaga arah tumbuh gigi”.

Pemantauan tumbuhnya gigi juga akan mencegah agar setiap kelainan rahang dan gigi tidak berkembang terlalu parah.

Sumber : Riau Pos, Minggu 05 November 2017

Categories: Media Clipping and RS Awal Bros Pekanbaru.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *