Rajin Olahraga Bukan Berarti Bebas dari Serangan Jantung. Pahami Penyebabnya!

Talkshow pergeseran lifestyle dan risiko penyakit jantung pada peresmian RS Awal Bros Bekasi Timur

Beberapa tahun lalu saya mendengar kabar seorang artis yang meninggal akibat serangan jantung. Artis tersebut baru saja bermain futsal. Ia termasuk rajin berolahraga. Saya pun bertanya-tanya, mengapa orang yang rajin berolahraga bisa berisiko terkena penyakit jantung? Itu yang menjalani gaya hidup sehat. Bagaimana dengan yang olahraganya hanya seminggu sekali saat Car Free Day (CFD)? Setelah CFD banyak belanja dan kulinernya pula. Risiko penyakit jantung tersebut menjadi topik hangat dalam talkshow di RS Awal Bros Bekasi Timur pada 1 November 2017 lalu.

Dua tahun lalu Marcelino Lefrant merasa gaya hidupnya tidak sehat karena jadwal syuting dari pagi hingga pagi. Ia pun asal makan hingga berat badannya bertambah. Padahal dulunya ia seorang atlet bela diri yang menjaga kesehatan tubuh. Kenali Penyakit Jantung Koroner

Menyadari usianya memasuki kepala 4, ia mengubah pola hidupnya menjadi lebih sehat karena ia ingin membersamai anak-anaknya. Ia rajin berolahraga 1-2 jam selama sekitar 5 kali perminggu. Pola makan ia jaga betul, hanya asupan sehat yang ia konsumsi. Hasilnya, dalam setahun berat badannya turun 10 kg.

“Tes di treadmill tahap 1 hasilnya baik-baik saja. Tahap 2 normal. Hingga tahap 4 ada dugaan penyumbatan di hasil tes tersebut.” terang Marcelino di hadapan audiens RS Awal Bros Bekasi Timur. Ia pun menjalani tes MRI untuk mengetahui lebih detail. Ternyata benar ada penyumbatan pembuluh darah (terjepit). Perasaannya berkecamuk, ingin menyangkal hasil tersebut namun nyatanya demikian. Ia merasa telah melakukan hal tepat namun papanya yang seorang dokter spesialis jantung mengingatkan agar Marcel melakukan medical check-up (MCU). Awalnya ia merasa tidak perlu karena gaya hidupnya sudah sangat sehat. Kecil kemungkinan dirinya memiliki risiko penyakit jantung. Namun untuk meyakinkan diri bahwa tubuhnya sehat, ia pun menjalani MCU.

Maka pada 1 Februari 2016 Marcelino menjalani operasi pemasangan ring/kateterisasi jantung. Saat itu ia dibius lokal. Setelah keluar dari ruang operasi, ia mendapat kabar bahwa dokter memutuskan tidak jadi memasang ring. Setelah diperiksa, pembuluh darah yang terjepit tersebut sifatnya genetik. Pembuluh darah akan terjepit bila ia terlalu capek. Ia pun semakin kaget dengan penjelasan dokter.

  1. Manoefris Kasim, Sp.JP (K), Sp.KN, dokter spesialis jantung dan pembuluh darah yang juga menangani kasus Marcelino hadir hari itu. Beliau menjelaskan pembuluh darah Marcel terjepit sekitar 2cm karena sebagian masuk ke otot.

Penjelasan di atas menunjukkan siapapun dapat berisiko terserang penyakit jantung. Survey Sample Registration System (SRS) tahun 2014 menunjukkan penyakit jantung menjadi penyebab kematian tertinggi di dunia.  12,9% kematian di Indonesia diakibatkan penyakit jantung dan pembuluh darah.

Penyakit jantung sendiri meliputi penyakit jantung koroner (PJK), penyakit jantung bawaan, penyakit jantung katup, penyakit otot jantung, gangguan irama jantung, penyakit pembuluh darah tepi, dan darah tinggi/hipertensi. Namun talkshow kali ini berfokus pada penyakit jantung koroner.

Risiko penyakit jantung koroner dipengaruhi beberapa faktor, seperti:

 

  • Faktor genetik: 80% pasien penyakit jantung karena turunan atau riwayat keluarga
  • Usia: semakin tua, semakin berisiko
  • Gender: Pria lebih berisiko penyakit jantung
  • Obesitas
  • Sedentary life: kurang aktivitas fisik
  • Stress
  • Merokok: Perokok berisiko 1,6x lebih tinggi memiliki penyakit jantung
  • Dislipidemia/gangguan lipid: Hypercholesterolemia berisiko 4x lebih tinggi memiliki penyakit jantung
  • Hipertensi/darah tinggi: Pengidap hipertensi berisiko 3x lebih tinggi memiliki penyakit jantung
  • Diabetes/kencing manis

 

Aktivitas fisik yang terlalu berat dapat membuat penyakit ini kambuh. dr. Manoefris pun mendapati beberapa pasien yang terkena serangan jantung setelah lari pagi, main futsal, atau badminton. Ini mungkin karena pasien memiliki faktor lipid. Dinding pembuluh darah menjadi tipis sehingga mudah pecah saat olahraga yang terlalu berat.

Untuk kita kita harus memahami gejala PJK sebagai berikut:

  1. Nyeri dada stabil (angina pektoris stabil)

Nyeri dada seperti tertindih atau timbul hanya saat bekerja. Nyeri tersebut akan hilang bila beristirahat atau diberi obat nitrogliserin.

  1. Nyeri dada tidak stabil (angina pectoris tidak stabil)

Nyeri dada seperti tertindih dan berat. Meski telah beristirahat, nyeri tidak berkurang.

  1. Nyeri iskemik dan infark miokard

Nyeri dada khas yang menjalar ke dada kiri, leher, dan rahang. Berlangsung 20-30 menit dan tidak berhubungan dengan aktivitas fisik. Umumnya disertai mual, muntah, dan keringat dingin.

Pria usia 40-49 tahun apabila mengalami nyeri dada khas 87% kemungkinan terkena penyakit jantung.

Lakukan langkah pencegahan berikut supaya mengurangi risiko penyakit jantung:

 

  • Berhenti merokok
  • Konsumsi sayur dan buah
  • Kurangi makanan asin dan berlemak
  • Kurangi konsumsi karbohidrat berlebih
  • Atur berat badan
  • Olah raga teratur tetapi batasi sesuai kemampuan diri
  • Hindari stress
  • Penderita darah tinggi, kencing manis, dan kolesterol harus minum obat dengan teratur

 

Dalam acara ini juga dipraktekkan pertolongan pertama pada pasien serangan jantung. Kita hanya punya waktu 4 menit untuk menolong. 4 menit yang krusial harus segera dilakukan penanganan yang tepat berupa Cardiopulmonary resuscitation atau CPR. Langkah-langkah CPR dapat disaksikan di video berikut ini.

Peresmian RS Awal Bros Bekasi Timur 

Talkshow pergeseran lifestyle dan risiko penyakit jantung di atas merupakan langkah nyata RS Awal Bros mendukung Pemerintah melakukan pencegahan dan pengendalian faktor risiko penyakit jantung dan pembuluh darah. Talkshow ini untuk meningkatkan awareness masyarakat akan bahaya penyakit tidak menular tersebut.

Talkshow di atas merupakan rangkaian acara grand opening RS Awal Bros Bekasi Timur. Rumah sakit yang terletak tepat di samping BTC Mall merupakan cabang ke-11 dari RS Awal Bros. Sebelumnya Awal Bros telah hadir di Bekasi Barat, Batam, Makassar, Pekanbaru, Tangerang, Riau, dan Jakarta. Kali ini RS Awal Bros hadir di Bekasi Timur sebagai tempat rujukan berobat warga Bekasi dan sekitarnya.

Peresmian RS Awal Bros Bekasi Timur juga dihadiri oleh Walikota Bekasi Dr. H. Rahmat Effendi. Beliau menyambut baik kehadiran rumah sakit berkualitas internasional di Bekasi. Pemerintah Bekasi telah menganggarkan Rp185Milyar sebagai dana kesehatan bagi warga Bekasi pemegang Kartu Sehat. Fasilitas ini dapat digunakan di RS pemerintah maupun swasta dengan ruangan kelas 3. Wah makin sehat dan makmur ya warga Bekasi dengan kehadiran Kartu Sehat dan RS Awal Bros.Arfan Awaloeddin, Presiden Direktur dan pemilik RS Awal Bros, mengatakan kehadiran RS Awal Bros di Bekasi Timur sebagai dukungan terhadap Pemerintah untuk meningkatkan akses dan mutu pelayanan kesehatan masyarakat. Dalam pelayanannya RS Awal Bros mengutamakan 5K yaitu Keselamatan, Kenyamanan, Kepiawaian, Kecepatan, dan Keakuratan terhadap kebutuhan pasien. Kini warga Bekasi Timur dan sekitarnya dapat menikmati fasilitas rumah sakit yang berstandar internasional (akreditasi dari Joint Commission International).

Rumah sakit ini memiliki IGD 24 jam, mobil ambulance yang stand by, alat CT Scan, radiologi, laboratorium, instalasi farmasi, dan kantin di lantai 3. Setelah acara peresmian, para undangan diajak berkeliling RS Awal Bros Bekasi Timur. Saya sempat bingung dengan penomoran lantai RS dan angka di lift. Setelah dipikir-pikir sepertinya lantai dasar rumah sakit ini berada di lantai 3 tetapi kalau mau ke lantai dasar, tekan angka 1 dalam lift. *trus bingung. Ya intinya RS Awal Bros Bekasi Timur terbagi menjadi lantai 3, 5, 6, dan 7.  

 Lantai 5 sebagai tempat klinik spesialis seperti spesialis paru, kandungan, anak, dll. Ada pula ruang fisioterapi, endoskopi – bronkoskopi, hemodialisa, medical check up, dan heart center.

Di lantai 7 terdapat kamar bayi sehat alias baby show untuk melihat bayi yang baru lahir. Di lantai yang sama terdapat pula ruang bersalin.

Ruang rawat inap terbagi menjadi Super VIP, VIP, kelas 1, kelas 2, dan kelas 3.

RS Awal Bros Bekasi Timur FYI, RS Awal Bros khusus mengembangkan bidang jantung supaya pasien jantung dapat segera ditangani tanpa perlu berobat ke luar negeri. RS Awal Bros dapat menjalankan kateterisasi jantung dan intervensi jantung koroner (PCI). Dengan fasilitas di atas, masyarakat Bekasi dan sekitarnya makin yakin dong berobat di tempat yang tepat. Lokasinya sebelahan dengan mal sekalian memotivasi supaya lekas sembuh. Daripada sakit di RS ya mending jalan-jalan di mal. Hehehe.

Jl. HM. Joyomartono RT. 003/RW. 021, Kec. Bekasi Timur, Kota Bekasi

Website: bekasitimur.awalbros.com

Twitter: rsawalbros

Instagram: rsawalbros

(Sumber: http://www.helenamantra.com/2017/11/rs-awalbros-bekasi-timur-penyakit-jantung-koroner.html)

Categories: Grup RS Awal Bros and Media Clipping.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *