RS Awal Bros Resmi Dibuka di Bekasi Timur

Hai hai haai…. ada kabar baik untuk warga Bekasi dan sekitarnya, khususnya untuk warga Bekasi Timur. Hari Rabu kemarin, atau tepatnya tanggal 1 November 2017, sebuah rumah sakit swasta berstandar internasional resmi dibuka. Letaknya sangat strategis, tak jauh dari gerbang tol Bekasi, bahkan satu area dengan pusat perbelanjaan Bekasi Trade Center (BTC).

Yup, RS Awal Bros Bekasi Timur resmi dibuka kemarin oleh Walikota Bekasi, Bapak Rahmat Effendi, dan disaksikan oleh pemangku kepentingan RS Awal Bros. Saya sendiri sudah lama mengenal rumah sakit yang satu ini, tepatnya saat teman segenk SMA saya dulu bekerja sebagai Psikolog Anak di RS Awal Bros Pekan Baru. Awal teman saya bekerja di sana, teman yang lain nyeletuk, keren katanya karena bisa bekerja di rumah sakit seperti Awal Bros. Jadilah saya yang ‘kurang gaul’ ini browsing mengenai RS Awal Bros. Penasaran aja, sekeren apasih RS Awal Bros?

RS Awal Bros didirikan pada tahun 1998 oleh Almarhum Bapak Awaloedin, yaitu ayah dari Bapak Arfan Awaloedin (sebagai Pendiri dan Komisaris RS Awal Bros saat ini). RS Awal Bros yang awalnya berdiri di Pekanbaru ini memiliki visi untuk menjadi jejaring pelayanan kesehatan/ rumah sakit terkemuka yang berstandar internasional, serta misi memberikan pelayanan kesehatan secara professional dengan penuh kepedulian.

4 dari 11 RS Awal Bros yang tersebar di seluruh Indonesia telah mendapatkan akreditasi Joint Commission International (JCI), yaitu RS Awal Bros Batam, RS Awal Bros Bekasi Barat, RS Awal Bros Pekanbaru, dan RS Awal Bros Tangerang. Ini berarti RS Awal Bros telah menunjukkan keunggulan dan pengalaman dalam menerapkan pelayanan prima, yang mengutamakan keselamatan pasien berdasarkan standar internasional.

Nah, kehadiran RS Awal Bros Bekasi Timur ini merupakan salah satu langkah nyata dan komitmen RS Awal Bros dalam memberikan akses dan layanan kesehatan yang prima pada masyarakat di wilayah Bekasi, khususnya Bekasi Timur. Hal ini disampaikan oleh Bapak Arfan Awaloedin pada saat digelarnya Grand Opening Ceremony RS Awal Bros Bekasi Timur.

Pemerintah Bekasi pun mendukung kehadiran RS Awal Bros Bekasi Timur ini. Menurut Bapak Rahmat Effendi, kehadiran rumah sakit swasta di Bekasi sangat membantu peran pemerintah dalam memberikan layanan kesehatan pada masyarakat. Pemerintah pun harus bisa memanfaatkan infrastruktur, serta sarana dan prasarana yang ada.“Ini merupakan RS Awal Bros yang kedua di Kota Bekasi. Seiring dengan kondisi ekonomi yang dinamis, kebutuhan masyarakat akan kesehatan semakin meningkat, maka RS Awal Bros akan memberikan layanan yang prima pada masyarakat, yang sama layanan dan mutunya dengan rumah sakit yang ada di Jakarta. Kehadiran kami menjawab kebutuhan layanan kesehatan berstandar internasional. RS Awal Bros juga bekerjasama dengan beberapa perusahaan asuransi swasta dan BPJS,” ujar Bapak Arfan.

Pada acara ini secara simbolis, beberapa warga Bekasi menerima Kartu Sehat Bekasi dari Walikota Bekasi, yang bisa digunakan di RS Awal Bros Bekasi Timur. Usai itu, peresmian pembukaan RS Awal Bros Bekasi Timur ditandai dengan pengguntingan pita dan penandatangan prasasti oleh Walikota Bekasi disaksikan oleh pemangku kepentingan RS Awal Bros.  “Pemerintah menfasilitasi infrastrukturnya, serta sarana dan prasarana lainnya, dalam rangka mempermudah akses yang ada. Tentunya masyarakat bisa memilih layanan yang paling baik dalam proses pelayanan dasar kesehatan yang ada di Kota Bekasi. Saya berterima kasih dengan kehadiran RS Awal Bros yang kedua di Bekasi ini. Semoga akan hadir yang ketiga dan keempat nantinya, yang tentunya bersaing terus dalam proses layanan kesehatan yang ada,” ungkap Bapak Rahmat.

Mungkin kebanyakan kita tahunya kalau sakit jantung itu adalah sakit jantung koroner ya. Ternyata menurut dr. Manoefris penyakit jantung itu bermacam-macam, diantaranya ada penyakit jantung koroner, penyakit jantung karena darah tinggi, penyakit jantung bawaan, penyakit jantung katup, penyakit jantung karena diabetes, dll. Namun khusus untuk talkshow tersebut, dr. Manoefris menjelaskan tentang Penyakit Jantung Koroner, yang membawa kematian nomor satu di Indonesia.
Mengapa talkshow ini mengangkat tema tentang penyakit jantung? Karena penyakit jantung merupakan salah satu dari Penyakit Tidak Menular, yang menjadi penyumbang tingginya angka kematian di Indonesia, bahkan di dunia. Sekaligus untuk mendukung program pemerintah dengan Kampanye Germas (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat). Germas terdiri dari 3 pilar utama, yaitu sering melakukan aktivitas fisik (berolahraga), mengkonsumsi sayur dan buah, serta rutin memeriksakan kesehatan.Acara kemudian dilanjutkan dengan menggelar Talkshow bertajuk “Pergeseran Lifestyle dan Resiko Penyakit Jantung” bersama dr. Manoefris Kasim Sp.JP(K), Sp.KN, FIHA, FACC, FASCC, yang merupakan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah, serta Kedokteran Nuklir, dan Marcelino Lefrandt, seorang aktor ternama Indonesia, yang saat ini menjadi Duta Yayasan Jantung Indonesia.

Penyakit jantung koroner adalah keadaan dimana terjadi ketidakseimbangan antara kebutuhan otot jantung atas oksigen, dengan persediaan yang diberikan oleh pembuluh darah koroner. Ketidakmampuan ini biasanya disebabkan oleh penyumbatan pada pembuluh darah oleh plak atheroma.

Yang merupakan faktor risiko penyakit jantung koroner adalah riwayat dalam keluarga (faktor genetik), usia (<40 tahun), gender (kebanyakan pada pria), merokok, dyslipidemia (gangguan lipid), hipertensi (darah tinggi), dan diabetes (kencing manis). Faktor risiko pada usia 28 – 72 tahun, merokok merupakan angka dengan persentase tertinggi seseorang  bisa terkena penyakit jantung, yaitu sebesar 68%. Selanjutnya adalah karena stres dan kurang berolahraga.

Gejala-gejala terkena penyakit jantung koroner :

  • Nyeri Dada Stabil (Angina Pektoris Stabil)

Rasa nyeri pada dada seperti tertindih, atau hanya timbul pada saat bekerja, dan biasanya menghilang saat istirahat atau diberi obat nitrogliserin. Terkadang rasa nyeri juga dapat terasa saat sedang dalam keadaan emosi. Biasanya berlangsung selama 2-5 menit.

  • Nyeri  Dada Tidak Stabil (Angina Pektoris Tidak Stabil)

Rasa nyeri pada dada seperti tertindih, berat, kadang menjalar, yang timbul pada saat istirahat, yang biasanya berlangsung lebih dari 20 menit. Nyeri tidak berkurang walaupun tubuh diistirahatkan. Intensitas/ frekuensi nyeri lebih sering dari biasanya.

  • Nyeri Iskemik dan Infark Miokard

Rasa nyeri pada dada yang menjalar ke dada kiri, leher, dan rahang. Biasanya berlangsung selama 20 menit – 1 jam. Rasa nyeri tidak ada hubungannya dengan aktivitas fisik. Keluhannya disertai keringat dingin, mual, dan muntah. Untuk lebih jelas diagnosisnya, biasanya dilakukan pemeriksaan enzim jantung dan EKG.

Pencegahan Penyakit Jantung

“Kolesterol bisa dikendalikan dengan mengubah pola dan gaya hidup menjadi lebih sehat. Pun dengan hipertensi, juga perlu mendapat perhatian kita, terutama pada makanan yang banyak kadar garamnya. Yang paling menakutkan adalah diabetes, karena bisa komplikasi kemana-mana, bisa ke ginjal, ke jantung, pankreas, otak (stroke), pembuluh kaki, dll. Jadi kalau terkena diabetes, segera periksakan ke dokter,” jelas dr. Manoefris.

Penyakit jantung bisa dicegah dengan menerapkan gaya hidup sehat dalam keseharian, seperti tidak merokok, mengurangi makanan yang asin dan berlemak, memperbanyak konsumsi sayur dan buah-buahan, mengurangi konsumsi karbohidrat yang berlebih, olahraga teratur, mengatur dan mengontrol berat badan, hindari stres, serta bagi penderita darah tinggi, kencing manis, dan kolesterol musti teratur minum obat.

Penyakit memang tidak kenal si kaya dan si miskin. Mana ada yang menyangka bahwa seorang Marcelino Lefrandt, aktor yang sering tampil prima dalam setiap aktingnya, tubuh yang atletis, rajin berolahraga, ternyata bisa terkena penyakit jantung. Hal ini diceritakan oleh Marcelino pada saat talkshow, bahwa ia sempat didiagnosis menderita penyakit jantung.

Jarang berolahraga, pola makan yang berantakan, dan waktu bekerja yang tidak menentu sempat membuat bobot tubuh Marcelino naik sekitar 2 tahun yang lalu. Melihat hal ini, Marcelino pun bertekad untuk mengubah gaya hidupnya menjadi lebih sehat, sehingga dalam waktu setahun ia berhasil menurunkan berat badannya 10 kg.

Ternyata perubahan pola hidup Marcelino ini menjadi perhatian ayahnya, yang merupakan seorang dokter jantung. Ayah Marcelino pun menyarankan agar ia memeriksakan kesehatannya. Merasa yakin bahwa gaya hidupnya sudah sehat dan tidak merasa ada sakit apapun, Marcelino pun memeriksakan kesehatannya. Hasil cek tekanan darah dan echo jantung, semuanya normal. Namun saat tes treadmill, barulah hasil tes nya menunjukkan bahwa ada gejala abnormal, yang menandakan bahwa adanya penyumbatan pembuluh darah jantung.

Namun setelah Marcelino siap untuk melakukan operasi pasang ring, dokter yang merawatnya malah memutuskan untuk tidak jadi memasang ring. Ternyata pembuluh darahnya yang menyempit tersebut bersifat genetik. Jadi jika Marcelino dalam kondisi stres, over thinking, atau olahraga yang terlalu berlebihan, pembuluh darahnya otomatis mengalami penyempitan/ terjepit.“Untuk lebih meyakinkan, saya harus melalui proses MRI. Hasil MRI ternyata memang ada penyumbatan pembuluh darah di bagian jantung sebelah kiri. Saya sebagai public figure, yang awalnya ingin menginspirasi banyak orang, dengan gaya hidup sehat, langsung ngedrop. Singkat kata, saya harus dipasang ring. Saya sama sekali nggak mau olahraga, karena stres dan fear. Ini merupakan keadaan yang tidak saya harapkan terjadi,” papar Marcelino.

So, walaupun sudah menjalani gaya hidup sehat pun, kita tetap harus rutin memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan ya, karena kita tidak tahu bagaimana kondisi organ tubuh kita. Banyak faktor yang menyebabkan kita berisiko terkena penyakit, seperti faktor usia dan genetik yang tidak bisa kita ubah. Makanya pemerintah, melalui Kemenkes, mengkampanyekan Germas, dengan 3 pilar utamanya.

Di akhir talkshow, Marcelino mempraktekkan cara memberikan bantuan pertama pada orang yang tiba-tiba saja jatuh, tidak sadarkan diri. Jika terjadi di tempat umum, pastikan orang tersebut berada di area yang aman. Setelah dipastikan aman, pertama tepuk bahunya sambil memanggil orang tersebut. Jika benar tidak sadarkan diri, periksa denyut nadinya.

Ketika denyut tidak terasa/ tidak ada, lakukan kompresi di tengah rongga dada sedalam 5 cm. Caranya letakkan salah satu telapak tangan di bagian tengah dada orang tersebut, lalu tangan yang satunya lagi taruh di atasnya, eratkan jari-jari kedua tangan. Lakukan kompresi berulang-ulang hingga mencapai 100 kali tekanan tiap menit, sampai pertolongan medis datang.

Usai talkshow, saya dan teman-teman yang lain, melakukan tur keliling RS Awal Bros Bekasi Timur. RS Awal Bros Bekasi Timur ini terdiri dari 4 lantai, dengan lobinya terletak di lantai 3. Selain ruang IGD 24 jam, kami mengunjungi Ruang Radiologi, kamar Super VIP, VIP, dan Kelas 1, Ruang Medical Check Up (MCU), Ruang Dokter Mata, dll. Fasilitas medis dan sarana penunjang lain yang ada di RS Awal Bros Bekasi Timur ini nampak lengkap dan modern. Semoga segala fasilitas ini, termasuk SDM-nya dapat memberikan layanan kesehatan yang bermutu bagi warga Bekasi dan sekitarnya ya.

(Sumber: www.tamankata.web.id/2017/11/rs-awal-bros-bekasi-timur-resmi-dibuka.html)

Categories: Grup RS Awal Bros and Media Clipping.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *